
“Aku yang menyelamatkan Serena waktu penembakan di Taman Bunga, Diva dan satu pengawal yang menjadi korban penembak itu”, sambil kembali mengingat kejadian di Taman Bunga.
Degg..!
Jantung Ny. Edritz seperti berhenti seketika, nafasnya mulai terasa sesak. Kalimat Kenzo berhasil menciptakan raut wajah takut pada Ny. Edritz.
‘Kenapa semua terjadi secara bersamaan, kenapa Kenzo juga harus terlibat dalam masalah ini!’ batin Ny. Edritz yang semangkin tidak tenang dengan kenyataan yang baru saja di ucapkan Kenzo.
“Apa anda baik-baik saja Tante?” tanya Kenzo yang memandang raut wajah panik Ny. Edritz.
“Apa kalian sering bertemu Kenzo?” dengan tatapan menyelidik.
“Hanya beberapa kali kami jumpa”, ucap Kenzo.
‘Bagaimana mungkin mereka bisa bertemu lebih dari sekali. Apa Daniel mengetahui semua ini. Kenapa dia mengijinkan Serena berteman dengan Kenzo, bukannya dia sangat membenci Kenzo’ batin Ny. Edritz sambil melamun menatap ke arah meja. “Apa kau tau Kenzo, kalau Serena adalah istri Daniel?” tanyanya semangkin penasaran
Kenzo hanya mengangguk pelan, dan meletakkan gelas yang ada di genggaman tangannya kembali ke meja.
“Saya harus segera kembali”, ucap Ny. Edritz sambil beranjak dari duduknya.
“Anda belum meminum tehnya Tante”, gumam Kenzo pelan memandang ke arah gelas yang masih terisi penuh.
“Lain kali Tante akan kembali…” memberi sebuah pelukan hangat kepada Kenzo. “Jaga dirimu baik-baik”.
“Baik, hati-hati Tante”, gumam Kenzo sambil mengantarkan Ny. Edritz hingga depan pintu ruang pribadinya. ‘Kau terlihat sangat mencurigakan, Tante…’ sambil terus memandang punggung Ny. Edritz yang berlalu meninggalkannya.
Ny. Edritz melangkah menuju ke arah Mobil yang terparkir. Bukan hanya Arion, kini ada Kenzo di dalam masalah besar yang belum menemukan solusi ini. Kekhawatirannya semangkin besar, semua terjadi dalam waktu yang singkat dan tanpa perencanaan yang baik.
‘Kenapa takdir mempertemukan mereka’, batin Ny. Edritz sudah di penuhi pikiran pertemanan yang terjalin antara Serena dan Kenzo.
Kedekatan di antara keduanya akan membuat rahasia Serena mudah untuk terbongkar. Hampir semua Genk Mafia yang ada di beberapa penjuru Negeri di ketahui oleh Kenzo. Tidak akan sulit bagi Kenzo untuk menyelidiki masa lalu Serena dan mengungkap kebenaran yang ada.
“Apa yang harus aku lakukan saat ini, kenapa semua jadi seperti ini”, gumam Ny. Edritz pelan saat ia kini sudah berada di dalam Mobil.
Prilaku Ny. Edritz saat ini memang membuat Kenzo merasa curiga. Kedatangannya yang tiba-tiba sejak beberapa tahun tidak berkunjung. Dan soal kepanikan yang terlihat jelas saat Kenzo mengatakan pertemanannya dengan Serena.
Kini Kenzo kembali masuk ke dalam ruang pribadinya, sambil menuju ke sebuah ruang rahasia yang ada di sana. Terpampang jelas foto seorang wanita yang sangat ia cintai. Matanya kembali bersedih, kekecewaanpun kembali menyelimuti wajahnya.
“Sayang, kenapa kau pergi meninggalkanku. Aku bahkan kehilangan Papa dan sosok Kakak yang sangat menyayangi diriku. Hanya karena dirimu!” gumamnya pelan sambil menyentuh foto itu, pikirannya kembali kepada kejadian beberapa tahun yang lalu.
***
Sebuah gedung sudah di hiasi bunga-bunga lily yang indah. Semua dekorasi menggunakan warna putih yang cerah. Terlihat Kenzo yang sudah berdiri gagah menyambut sang pengantin wanita tiba. Raut wajah bahagia menjadi ciri khasnya hari itu. Kabar kematian sang ayah, tidak membuat dirinya memiliki rasa bersalah sedikitpun.
Pernikahan yang sudah ia impikan sejak lama dan terus di penuhi kegagalan itu, kini akan segera berlangsung. Mendapat bendera permusuhan yang dilayangkan oleh Daniel, sama sekali tidak menggoyahkan hatinya.
4 Jam sudah ia berdiri menanti sang kekasih yang tak kunjung datang, perasaan khawatir mulai tersirat di wajahnya. Handphone yang sejak tadi ia genggam sudah berulang kali melakukan panggilan keluar yang tidak kunjung mendapat jawaban.
“Apa yang terjadi, kenapa kau belum datang sayang”, gumamnya pelan sambil menatap ke arah beberapa pengawal yang melangkah cepat mendekati dirinya.
“Apa maksudmu!” gumam Kenzo dengan nada tinggi sambil mengepal kuat tangannya.
“Nona menghilang Tuan”, gumam pengawal itu sambil tertunduk takut.
Plaakkk!
Satu tamparan keras mendarat di wajah pengawal itu, hatinya semangkin berontak saat ia mendengar kabar hilangnya wanita yang ia cintai.
“Cari sampai dapat! Aku akan membunuhmu jika kau tidak berhasil untuk menemukannya!” bentak Kenzo sambil melangkah masuk ke dalam mobil.
Dengan kecepatan tinggi, Kenzo melajukan mobilnya menuju ke sebuah perusahaan yang sudah tidak asing dalam hidupnya.
“Daniel! Pasti ini semua ulahmu!” gumamnya gusar dalam hati.
Hanya Daniel, orang yang menjadi tersangka utama saat ini. Berkas penting yang sudah ia curi dan beberapa jebakan yang sudah ia ciptakan membuat dirinya merasa kalau Daniel sudah melakukan penyerangan balasan terhadap dirinya.
“Dimana kau sembunyikan dirinya!” ucap Kenzo sambil menarik jas yang dikenakan Daniel.
“Apa yang kau katakan Kenzo? belum cukup dengan semua kekacauan ini! sekarang kau menuduhku atas kesalahan yang tidak aku perbuat!” teriak Daniel sambil mendorong tubuh Kenzo untuk menjauhi dirinya.
“Tuan, jaga sikap anda!” bentak Biao yang juga ada di dalam ruangan itu.
“Diam Kau!” sambil memandang tajam ke arah Biao dan kembali ingin menyerang Daniel dengan satu pukulan.
“Hentikan Tuan!” ucap Tama, sambil menahan tangan Kenzo yang ingin memukul Daniel.
“Keluar dari ruangan ini tuan, sebelum kesabaran kami habis!” sambung Biao sambil menarik tangan Kenzo ke arah pintu.
“Aku tidak akan tinggal diam! Aku pastikan kau akan menyesal atas perbuatanmu saat ini Daniel!” ancam Kenzo, sambil melangkah pergi meninggalkan ruang kerja Daniel.
***
Pandangannya masih tertuju pada Foto itu, rasa rindu yang sangat besar sudah tidak dapat ia tutupi lagi. Buliran air mata mulai menetes di wajahnya, wanita yang sangat ia cintai harus pergi tanpa jejak dan tidak kunjung ia temui.
Sudah berbagai cara ia lakukan untuk menemukannya. Tapi semua cara hanya sia-sia. Kekasihnya menghilang tanpa kabar, tidak tau ia pergi dengan sengaja atau karena di culik. Tidak ada satu buktipun yang menemukan titik terang tentang keberadaannya.
Kenzo berbalik badan dan melangkah keluar meninggalkan kamar rahasia itu.
Rasa rindunya sudah sedikit terobati saat ia melihat wajah sang kekasih beberapa menit yang lalu. Namun, beberapa pertanyaan Ny. Edritz kembali hadir di kepalanya. Mengingatkannya kembali pada sosok sahabat yang pernah dekat dengan dirinya. Sahabat yang saat ini masih memejamkan matanya dan tidak tau kapan akan kembali seperti dulu.
Kenzo menjatuhkan dirinya di atas sofa besar sambil memejamkan matanya untuk kembali menenangkan pikirannya. Seperti dipermainkan oleh takdir, Daniel yang sudah lama ia hindari kini harus kembali ada di hadapanya. Bahkan Serena, sebagai wanita yang ia anggap sebagai wanita biasa yang bisa menemani dirinya adalah istri dari sosok yang selama ini ia hindari.
‘Aku akan menjengukmu lagi besok, Serena. Aku harap kau segera sadar’.
Bersambung...
Jangan lupa, Like, komen dan Vote ya...