Mafia's In Love

Mafia's In Love
S2 Bab 88



Setelah semua perselisihan antara Serena dan Sonia terselesaikan. Sonia dan Aldi kembali ke kamar rawat Sonia. Wanita berambut pendek itu juga harus kembali istirahat karena kondisinya yang masih terlalu lemah. Dengan penuh kelembutan, Aldi membawa tubuh Sonia meninggalkan ruangan Serena.


Kini di dalam kamar itu hanya tersisa Daniel dan Serena. Ruangan serba putih itu kembali diselimuti kesunyian. Daniel menatap ke arah jendela untuk melihat cerahnya matahari di siang hari. Ia tidak pernah menyangka, kalau siang ini ia sudah berada di Jepang lagi. Perjalanan yang sangat sulit baru saja ia lewati semalam. Perjuangan yang membuatnya mengerti arti cinta sejati dan sebuah pengorbanan.


Serena menatap wajah Daniel yang sejak tadi hanya melamun menatap jendela. Tidak seperti biasanya, siang itu sifat Daniel terlihat sedikit berbeda. Wanita berambut cokelat itu merasa sesuatu telah terjadi selama Daniel ada di Thailand. Perlahan, wanita itu meraih tangan Daniel yang kini duduk tidak jauh dari dirinya.


“Daniel ….” ucap Serena dengan nada yang lembut.


Daniel menoleh memandang wajah Serena, pria berlesung pipi itu tersenyum saat melihat wajah Serena.


“Iya, Sayang. Bagaimana keadaanmu? apa masih sakit?” Daniel menyentuh baju Serena bagian bawah untuk melihat luka tembak yang belum kering.


“Aku baik-baik saja.” Serena menolak tangan Daniel menyentuh lukanya. Wanita itu menggenggam erat tangan Daniel sambil menatap dengan tatapan tajam.


“Apa yang terjadi di sana? apa kau mau menceritakannya padaku?” Sejak pertama kali bertemu dengan Daniel, Serena sangat ingin tahu peristiwa yang terjadi di Thailand.


Saat melihat keempat pria itu kembali dengan dipenuhi luka, membuat Serena semakin yakin. Kalau sesuatu yang buruk telah terjadi dan tidak mudah untuk dilewati.


“Tidak ada yang terjadi, hanya pertarungan yang sama seperti di rumah Laura.” Daniel menurunkan tangan Serena di atas tempat tidur.


“Sayang, Aku ingin keluar sebentar. Ada sesuatu yang harus aku bicarakan dengan Adit.” Daniel menyentuh wajah Serena sebelum beranjak dari duduknya.


Pria itu berjalan pelan meninggalkan Serena tanpa memandang ke belakang lagi untuk tersenyum manis dengan Serena.


Serena hanya bisa menghela napas dengan kesal, menerima sifat cuek Daniel siang itu. Menatap satu majalah yang sempat di tinggalkan Shabira, dan mengambil majalah itu di dalam genggamannya.


“Aku tahu, sesuatu yang serius pasti sudah terjadi. Sifat kalian berdua sangat menyebalkan hari ini. Gak suami gak mantan pacar, kalian berdua sama saja. Apa kalian ingin mengerjaiku saat ini? menyebalkan!”


Serena membuka lembar demi lembar majalah itu dengan wajah cemberut. Ingin sekali ia turun dari tempat tidur dan mencari sendiri info yang ingin ia ketahui.


Namun, ia tidak ingin bersifat egois lagi. Serena tidak ingin membuat semua orang khawatir lagi karena sifat keras kepala yang ia miliki.


Didepan ruangan Serena, Daniel duduk di salah satu kursi yang ada di sana. Pria itu menyandarkan tubuhnya di salah satu kursi sambil memejamkan mata. Masih teringat jelas, semua kejadian mengerikan yang terjadi di Thailand saat ia bersama dengan Zeroun.


“Apa yang sudah aku lakukan!” ucap Daniel frustasi.


Berulang kali Daniel mengacak-acak rambutnya dengan wajah yang frustasi. Beberapa orang yang berlalu lalang dihadapannya, juga sesekali menatap kearah Daniel sambil menahan tawa.


Namun, pria itu hanya menundukkan kepalanya tanpa peduli dengan orang sekitar yang memperhatikannya sejak tadi.


Satu suara sepatu yang semakin mendekati dirinya, membuat Daniel kembali mendongakkan kepalanya. Daniel tersenyum manis saat melihat Zeroun Zein berdiri tidak jauh dari posisinya saat itu.


“Apa yang kau lakukan di sini?” Zeroun berjalan ke arah kursi yang sama dengan Daniel. Pria itu duduk di salah satu kursi yang ada di samping Daniel.


“Zeroun, Kau masih ingat perkataanku waktu kita hampir tenggelam?” Daniel memandang wajah Zeroun dengan serius.


“Tidak,” jawab Zeroun cepat.


“Baiklah, aku akan mengulangnya. Saat itu ….”


“Daniel, sudahlah. Jangan bahas masalah itu lagi.” Zeroun menatap wajah Daniel dengan seksama. Ada tersirat wajah tidak suka dimatanya saat Daniel ingin mengungkit semua kejadian yang pernah mereka berdua lewati.


“Tapi, Aku belum bisa hidup tenang. Sebelum kau membantuku lagi saat ini.” Daniel mengalihkan wajahnya dari tatapan Zeroun yang menyeramkan.


“Apa lagi yang kau minta dariku?” Zeroun bersandar dengan napas yang kasar.


Daniel diam sejenak untuk memikirkan ulang perkataan yang ingin ia ucapkan. Pria itu terlihat bingung dan merasa bersalah dengan perbuatannya saat ini. Namun, di sini lain ia seperti tidak punya pilihan selain melakukan hal itu.


“Zeroun, Aku ingin kau menemui Serena saat ini.” Daniel menatap wajah Zeroun dengan seksama.


Daniel mengangguk pelan. Pria itu lagi-lagi menarik napas yang dalam saat ingin mengeluarkan kata selanjutnya.


“Aku ingin, Serena kembali memilih. Siapa pria yang ia cintai di antara kita berdua.” Sambung Daniel lagi dengan nada yang pelan. Debaran jantung terasa seperti diremas dan napas yang begitu sesak.


“Kau becanda, Daniel. Tapi candaanmu itu tidak terlalu lucu.” Zeroun beranjak dari duduknya. Pria itu ingin melangkah masuk ke dalam ruangan Serena.


“Aku serius dengan ucapanku saat ini, Zeroun Zein.” Daniel juga berdiri dan mencegah Zeroun masuk masuk sebelum pria itu menyetujui permintaannya saat itu.


“Jangan berkata seperti itu, Daniel. Serena bukan sebuah boneka yang bisa kita permainkan,” ucap Zeroun dengan senyum menyeringai.


“Tapi, kau harus mengatakannya. Apa kau sudah tidak mencintai Serena lagi?” Daniel menatap wajah Zeroun dengan serius. Memegang kedua pundak Zeroun, dan menekannya dengan kuat.


“Aku tahu, kau juga masih mencintainya. Serena juga masih terlihat mengkhawatirkanmu tadi.” Daniel melepas kedua tangannya dari pundak Zeroun, melangkah mundur dari hadapan Zeroun.


“Aku memang mencintainya, tapi aku tidak ingin merebutnya lagi dari dirimu, Daniel. Saat ini, wanita itu akan selalu menjadi milikmu seutuhnya.” Zeroun berpaling ingin meninggalkan Daniel di tempat itu.


“Zeroun, Aku tidak akan pernah memberi kesempatan ini lagi. Kau bisa menanyakan langsung isi hati Serena saat ini. Jika dia ingin hidup berdua denganmu, aku tidak akan menghalangi hubungan kalian berdua,” ucap Daniel dengan penuh keyakinan.


“Omong kosong apa lagi ini!” ucap Zeroun tidak terima.


“Itu kenyataannya, dia begitu mencintaimu sehingga mau mengambil resiko apapun untuk menyelamatkanmu. Bahkan Serena rela dibenci olehmu agar kau bisa bahagia dan melupakan namanya. Aku tidak ingin menjalani hidup dengannya, jika dia selalu di selimuti rasa bersalah atau keterpaksaan. Aku mohon padamu, Zeroun. Bantu aku untuk kali ini aja. Tanyakan pada Serena, siapa pria yang paling ia cintai di antara kita.” Wajah Daniel terlihat memelas. Pria itu seperti sebuah kapal yang tidak memiliki tujuan untuk berlayar, saat di hadapannya ada dua jalan yang membuatnya bingung.


“Aku bahkan sudah merasa tenang saat ini, karena kau bisa menjaga Serena dengan baik, Daniel. Apa lagi yang ingin kau ketahui?” Zeroun memasang wajah semakin kesal, mendengar permintaan Daniel yang terdengar tidak masuk akal bagi dirinya.


“Sebagai seorang sahabat, apa aku tidak boleh meminta sahabatku melakukan ini?” Daniel menatap wajah Zeroun dengan begitu serius. Menggambarkan, kalau saat itu dirinya benar-benar serius dengan semua perkataan yang ia ucapkan.


“Baiklah, kalau itu yang kau inginkan. Aku tidak akan melepas Serena lagi, jika saat ini dia bilang ingin hidup bersamaku. Kau harus rela melepaskannya untukku.” Mata Zeroun berubah tajam.


“Sepakat,” jawab Daniel penuh semangat.


“Pria bodoh! Aku sudah salah menilaimu selama beberapa hari ini.”


Zeroun berjalan masuk ke dalam kamar Serena.


.


.


.


Selamat malam Readers....


Mafia's in Love Uda di ujung cerita... Enggak lama lagi bakal tamat. Tapi, sebelum tamat ada satu pengumuman. Author cuma mau kasih ucpaan terima kasih berupa pulsa, buat Readers setia Mafia's in Love.


50.000 pulsa kepda 2 orang.



di Vote tertinggi Poin.


di Vote tertinggi Koin.



Pas Novel ini End akan Author umumkan siapa pemenangnya.


Terima kasih....💗💗💗💗💗