Mafia's In Love

Mafia's In Love
Peresmian Z.E Group Part. 1



Di dalam mobil, Daniel terus tersenyum memandang wajah Serena. Tangannya terus menggenggam tangan Serena dengan erat. Serena membalas senyuman Daniel dengan satu senyuman indah miliknya. Sesekali Tama melirik ke bangku belakang melalui spion.


Semangkin mendekat ke gedung Z.E. Group, hati Tama semangkin di selimuti rasa takut.


“Sayang, kenapa kau menampar Sonia?” tanya Daniel tiba-tiba.


“Menampar?” Serena mengulang perkataan Daniel.


“Ya, apa yang ia katakan hingga kau sangat marah padanya?” Mencium tangan Serena.


“Dia bilang, kalau kau hanya miliknya. Aku tidak pantas menjadi istrimu,” ucap Serena dengan raut wajah sedih.


“Hei, kenapa wajahmu seperti itu.”Memegang dagu Serena, “Hanya kau, wanita yang pantas, untuk berada di sampingku sayang.” Mengecup bibir Serena.


“Benarkah?”


“Ya, apa kau masih ragu terhadap perasaanku?”


Serena menggeleng cepat, “Aku percaya padamu, Daniel.” Memeluk tubuh Daniel dengan penuh cinta.


“Aku sangat menyayangimu, Serena.” Mencium pucuk kepala Serena dengan penuh kasih sayang.


“Aku juga sangat menyayangimu.” Serena semangkin mempererat pelukannya terhadap Daniel.


Tama tersenyum bahagia, mendengar perbincangan Serena dan Daniel. Kembali melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, agar segera tiba di Z.E.Group.


Peresmian gedung Z.E. Group, berlangsung dengan begitu meriah. Mr. X tersenyum bahagia menyambut para undangan yang tiba.


Aneka makanan dan minuman yang tersedia, benar-benar di sediakan untuk kelas atas. Serena dan Daniel baru saja turun dari mobil. Beberapa pria tegab berpakaian hitam-hitam, sudah menyambut kedatangan Daniel dan Serena di sana. Tama tersenyum penuh arti, melihat ke arah pengawal itu.


“Selamat malam tuan. Maaf, saya harus memeriksa anda terlebih dahulu,” pinta pengawal itu dengan penuh hormat.


“Silahkan,” jawab Daniel singkat.


Peresmian gedung milik Mr. X, benar-benar di jaga dengan begitu ketat. Semua tamu undangan, tidak di benarkan untuk membawa senjata tajam, atapun senjata lainnya yang berbahaya. Tamu yang masuk, hanya tamu penting yang di undang langsung oleh Mr. X. Tama mengisi buku tamu, atas kedatangan Daniel malam ini. Tama juga mendapat giliran pemeriksaan, hatinya semangkin di penuhi rasa khawatir untuk masuk ke dalam gedung itu.


“Silahkan tuan, anda sudah boleh masuk.” Pengawal itu menunduk hormat dan mempersilahkan Daniel dan rombongan untuk masuk.


Daniel dan Serena mulai melangkah masuk ke dalam gedung itu. Daniel merangkul pinggang ramping milik Serena dengan senyum bahagia. Tama mengikuti langkah keduanya dari belakang, tatapan mata Tama terlihat menyelidik ke berbagai pengawal yang berdiri secara acak.


“Mr. X menyiapkan puluhan orang untuk mengamankan acara ini. Sungguh mencurigakan,” ucap Tama pelan.


Serena merasa tidak percaya diri, saat melihat puluhan wanita anggun yang kini ada di hadapannya.


Mengenakan baju serba mewah dan anggun, membuat Serena kembali mengkoreksi penampilannya saat ini.


“Apa yang kau lihat, sayang?” bisik Daniel di telinga Serena, saat melihat Serena dalam keadaan gelisah.


“Bagaimana dengan penampilanku?” bisik Serena, sambil melirik ke beberapa orang yang sejak tadi memperhatikan dirinya.


“Kau sangat cantik. Dari semua wanita yang ada di dalam gedung ini, kau yang paling cantik, sayang.”


“Itu karena, kau yang paling cantik di sini.” Puji Daniel dengan senyuman manis di bibirnya.


“Kau terlalu berlebihan, sayang.” Tersenyum bahagia mendengar pujian Daniel.


Suasana kembali hening, saat wanita cantik berdiri di atas panggung. Wanita itu memulai acara peresmian gedung Z.E.Group pada malam ini. Beberapa kata sambutan, sudah terlewati. Kini saatnya Mr.X naik ke atas pangung, untuk memberi satu kata sambutan.


“Baiklah, saya persilahkan kepada Ceo Z.E.Group, untuk memberi kata sambutan, sekaligus meresmikan gedung Z.E.Group pada malam hari ini.” Suara tepuk tangan.


Mr. X naik ke atas panggung dengan begitu gagah. Dengan setelan jas berwarna hitam, yang menutupi kemejanya berwarna putih. Di lengkapi dengan celana berwarna hitam, yang membuat sisi maskulinnya terlihat begitu hidup.


Mr. X memperhatikan semua tamu undangan yang sudah duduk dengan tertib. Lampu sedikit di redupkan, untuk memfokuskan pandangan semua orang kepada Mr.X saat ini.


“Baiklah, malam ini saya akan meresmikan gedung Z.E.Group. Salah satu cabang terbesar yang saya letakkan di kota ini. Kepada semua perusahaan yang sudah bergabung, saya ucapkan terima kasih atas kerja samanya. Sesuai janji saya, malam ini saya akan mengumumkan siapa nama asli saya sebenarnya. Nama itu ada di dalam Z.E.Group."


Dari kejauhan, Daniel tampak serius memperhatikan Mr.X. Matanya tidak lagi teralihkan pada wajah Serena yang kini ada di hadapannya. Serena terus bertanya-tanya, tentang sosok pria yang kini naik di atas panggung. Serena kembali berbisik di telinga Daniel, “Sayang, apa pria itu adalah Mr.X?” tanya Serena penasaran.


“Ya, pria itu yang bernama Mr.X.” Daniel mengambil satu gelas minuman, yang di tawarkan oleh satu pelayan wanita, untuk mencairkan suasana tegang yang kini memenuhi hatinya.


Suasana semangkin hening, Mr. X terus melanjutkan perkataannya, “Z.E.Group adalah nama saya dan wanita yang sangat saya cintai. Z.E.Group singkatan dari nama Zeroun dan Erena,” jawab pria itu dengan satu senyuman indah.


Prangg….!!!


Suara gelas yang jatuh ke lantai, mengalihkan semua tamu undangan. Lampu kembali di hidupkan, saat melihat satu keributan yang terjadi. Semua mata teralihkan pada Daniel dan Serena. Daniel hanya terduduk diam, saat mendengar nama yang baru saja di sebutkan oleh Mr. X.


“Sayang, kenapa kau menjatuhkan gelas itu?” ucap Serena pelan yang terus memandang wajah Daniel dan membelakangi Zeroun.


‘Daniel, apa wanita itu istrinya,’ gumam Zeroun dalam hati.


Zeroun tidak bisa melihat wajah Serena dengan begitu jelas. Posisi Serena saat ini, sedang membelakangi Zeroun.


Lampu kembali di redupkan, acara kembali di lanjutkan. Saat Zeroun menggunting sebuah pita berwarna merah, semua orang bertepuk tangan mengucapkan selamat.


Di meja Daniel, Daniel menatap wajah Tama yang kini ada di hadapanya. Daniel kembali melirik ke wajah Serena, dan menggenggam tangannya dengan kuat. Serena hanya mengerutkan keningnya, karena bingung menerima sikap Daniel saat ini.


‘Apa Mr. X adalah Zeroun yang sama dengan masa lalu nona Serena? Tapi wanita yang menjadi kekasih Zeroun adalah Erena.’ Batin Tama yang kembali menatap Serena, dengan raut wajah khawatir.


“Sayang, kau baik-baik saja? Apa kau sakit?” Serena sungguh khawatir saat melihat keringat yang berkucur deras di dahi Daniel saat ini. Serena mengambil selembar tisu, dan membersihkan keringat itu dari wajah Daniel, ‘Bagaimana mungkin ia bisa berkeringat, dengan suasana ruangan yang sedingin ini,’ gumam Serena dalam hati.


Tatapan mata Daniel dan Tama, semangkin di penuhi rasa takut. Saat dari kejahuan, Zeroun melangkah cepat ke posisinya saat ini. Sedangkan Serena, belum juga membalikkan tubuhnya memandang ke arah Zeroun saat ini.


Genggaman tangan Daniel semangkin kuat terhadap Serena. Saat ini, sosok yang ia khawatirkan sudah berdiri tegab di hadapannya. Zeroun berdiri di depan meja Daniel dan Tama, dengan satu senyuman manis di bibirnya.


“Selamat malam, tuan Daniel.”


.


Yang nuntut up 2 Bab,


Like, Komen dan Votenya juga jangan lupa ya reader sayang.