Hot Daddy

Hot Daddy
Tteokbokki



Arini menyandarkan tubuhnya di sofa, sedari tadi dia masih menunggu kedatangan Shila. Bi Mina terus menawarkan makanan tapi Arini menolak. Dia hanya ingin makan Tteokbokki yang menurutnya sangat enak itu. Demi mengalihkan perhatiannya Arini menghidupkan televisinya dan menonton film kesukaannya. Beberapa menit kemudian Bel rumah berbunyi, Bi Mina langsung bergegas untuk membukakan pintu. "Eh Non Shila, mau ketemu sama Non Arini ya, ayo masuk masuk. Neng udah ditungguin teh dari tadi sama non Arini"


Shila tersenyum seraya mengangguk. "Iya Bi, Arininya ada di mana bi?" tanya Shila. "Non Arini ada di ruang keluarga Non, non bisa langsung kesana saja. Bibi mau membuatkan minuman untuk Non ya" Shila berterima kasih pada Bi Mina lalu pergi ke ruang keluarga yang ditunjuk oleh Bi Mina. Dengan kantong plastik yang dibawanya Shila datang pada Arini, dia langsung meletakkan semuanya di hadapan Arini. "Nih pesanan lo, gue udah beliin lo tiga bungkus sekalian" Arini yang tadinya santai tentu saja kaget karena kehadiran Shila yang begitu tiba tiba.


"Lo kapan datangnya Shil kok gue gak tahu" ucap Arini. Shila hanya memutar bola matanya dengan malas, tentu saja Arini tidak tahu tentang kedatangannya. Dia saja menghidupkan televisi dengan volume keras, itulah sebabnya dia tidak mendengar bel yang berbunyi. Tapi untung saja Bi Mina masih mendengarnya. "Lo asyik dengan dunia lo sendiri makanya gak sadar kalau gue datang" ucap Shila sambil membuka jaketnya karena gerah. Membeli Tteokbokki sangat membuatnya terlihat berkorban, apalagi tadi Shila sempat desak desakan hanya untuk mendapatkan hal itu. Shila tidak ingin Arini kecewa jika dia tidak membawakannya.


Arini yang semula menyandar di sofa langsung menegakkan tubuhnya, dia mengambil kantong plastik yang dibawa Shila tadi. Bau nya sangat menggugah seleranya. "Enak banget kayaknya, bentar ya gue siapin dulu. Habis itu kita makan bareng" ucap Arini. Tapi baru beberapa langkah kemudian Shila menghentikannya lagi. "Gak usah, lo duduk aja disini. Biar gue yang nyiapin. Lo lagi hamil jadi lo gak boleh kecapean. Tunjukin aja dapurnya dimana" Arini mulai akan protes tapi melihat tatapan Shila, Arini mengurungkan niatnya untuk protes. Dia memilih untuk menuruti Shila saja. "Di sebelah kanan Shil"  


Sementara itu, Via dan Gabriel sedang mengalami masalah di kampus. Mereka ribut dengan kakak tingkat hingga aksi saling jambak jambakan pun tidak dapat dihindari. Awalnya semuanya baik baik saja, tapi setelah Via mendengar orang itu menyebut nama Arini dengan kata kata yang tidak pantas dari situlah dia terpancing hingga memilih untuk meladeni iblis betina itu. "Sudah gue bilang kalau lo gak tahu apa apa tentang Arini diem mulut lo. Dasar Kudanil" itu adalah suara Via. Tangannya terus menjambak rambut kakak tingkatnya itu. Tidak ada yang berani memisahkan mereka, karena semua orang juga tahu siapa Via di dalam kampus ini


"Gue cuma bilang kenyataan kalau temen lo itu murahan, buktinya dia sekarang malah menikah dengan Daddy nya sendiri. Gue yakin, Dia pasti menggoda ayahnya sendiri hingga dia bisa hamil seperti sekarang" ucap wanita yang dijambak Via itu. Namanya adalah Genita, dia adalah senior yang dulu pernah menghukum mereka disaat Ospek. Dan sekarang mereka bertemu lagi dalam keadaan yang seperti ini. Gabriel tidak terima dengan hal itu, dia langsung saja memelintir tangan Genita ke belakang.  "Awhhhh" Ringis Genita merasa kesakitan. Gabriel pura pura menutup mulutnya. "Ups Sorry Kak, tanganku salah sasaran"


.


.


"Enak banget Shil, lo belinya dimana sih"


Arini terus menyuapkan sepotong Tteokbokki ke dalam mulutnya, entah itu karena ngidam atau apa Arini tidak tahu. Tapi rasanya sangat enak dan pas di lidahnya. Arini sudah menghabiskan dua bungkus Tteokbokki. Lain hal nya dengan Shila, dia hanya makan sedikit lalu membiarkan Arini makan sendirian. "Gue beli di deket rumah gue, itu udah terkenal banget di daerah gue makanya gue beli disana" Arini menganggukkan kepalanya, rasanya sungguh luar biasa. Pantas saja dia selalu menginginkan Tteokbokki setelah menonton drakor ternyata rasanya memang benar benar Lezat. "Lo mau gak ikut gue?" tanya Shila tiba tiba.


"Kemana?" tanya Arini.