Hot Daddy

Hot Daddy
Kedatangan tamu spesial



Di malam harinya, Arsen baru saja keluar dari kamar mandi, dia sudah berpakaian lengkap dan wangi. Sebenarnya tadi Arsen sudah mandi tapi dia terpaksa mandi lagi hanya karena Arini yang mengatainya bau dan tidak akan mau tidur dengannya sebelum benar benar wangi. Arsen menyemprotkan sedikit minyak wanginya pada kaosnya. Kemudian setelah semuanya sudah selesai dia naik ke ranjang dan melihat Arini yang sudah tertidur pulas. Arsen menggelengkan kepalanya karena Arini tidur dengan sangat berantakan, pahanya ysng mulus juga tersingkap. Dengan hati hati Arsen menarik selimut kemudian menyelimuti Arini dengan baik. Baru saja Arsen akan tidur dia mendengar suara ketukan pintu di kamar. "Siapa sih malam malam begini ngetuk pintu" kesalnya.


Arsen memakai alas kakinya dan turun dari kasur, kemudian dia juga membuka pintunya. Melihat siapa yang ada di depan pintu membuat Arsen yang tadinya mau marah malah tersenyum. Dia langsung memeluk orang yang ada di depannya itu. "Kamu kapan pulangnya? Kok gak ngabarin kakak dulu?" ucapnya. Orang yang baru saja dipeluk adalah Sunshine, dia adalah orang yang sangat spesial di hati Arsen sampai saat ini. Sunshine melepaskan pelukannya lalu menatap Arsen. "Surprise dong kak, oh iya kakak ipar mana? " Arsen membuka pintu kamarnya sedikit lebih lebar lagi. "Dia baru aja istirahat, kita ngobrol di luar saja. Aku takut dia terganggu"


Sunshine mengangguk, kemudian dia dan Arsen berpindah ke ruang tamu. Arsen mengambil dua gelas cokelat kemudian memberikannya pada Sunshine. "Lain kali kalau kamu mau datang kabari kakak dulu biar kakak jemput kamu" Arsen meletakkan satu gelas cokelat itu di hadapan Sunshine. Sunshine mengangguk sambil bermain ponsel.  "Ya lagian aku juga gak enak sama kakak minta jemput malam malam gini, apalagi kan kakak ipar sedang hamil jadi aku gak mau ngerepotin kakak" Arsen mengelus kepala Sunshine. "Kamu itu selalu saja merasa tidak enak sama kakak, dari dulu tidak pernah berubah"


"Oh iya aku kesini tidak datang sendirian kak, aku juga membawa pacarku. Apa dia diperbolehkan tinggal disini? Untuk malam ini aja soalnya udah malam banget" Sunshine menyatukan kedua tangannya kemudian menunjukkan muka puppy eyes nya. Itu adalah cara Sunshine untuk membujuk Arsen dan Sunshine yakin cara itu akan berhasil dalam seratus persen karena Arsen tidak akan bisa menolak permintaannya itu. Arsen berpikir sebentar lalu melirik Sunshine yang masih terus berharap. Akhirnya mau tak mau dia mengangguk saja. "Yeayyyy thank you kak, aku panggil dia dulu ya"


"Tapi kamu jangan senang dulu, kakak mau liat dulu orangnya gimana" Sunshine mengangguk lalu dengan cepat dia berlari keluar rumah dan memanggil pacarnya untuk masuk. Arsen menyandarkan dirinya di sofa, harusnya tengah malam begini ia tidur memeluk istrinya, sekarang dia malah harus mengintrogasi pacar adiknya itu. "Awas saja kalau Sunshine berpacaran dengan orang yang salah" batinnya. Arsen tidak akan bisa membiarkan itu. Beberapa menit kemudian Sunshine masuk kembali dengan membawa seorang pria di sampingnya. Arsen berubah mimik wajahnya menjadi tegas seperti biasa. "Silahkan duduk" ucapnya.


"Pacaran sama dia udah berapa lama?" tanya Arsen lagi, matanya masih tidak lepas dari  wajah pria itu. Pria yang bernama Nichole itu langsung menjawab dengan tegas. "Baru tiga bulan kak, tapi kami memang benar benar saling mencintai." Tidak ada keraguan yang ada dalam pembicaraan Nichole, Nichole sangat tegas. Dia tidak menye menye seperti laki laki kebanyakan dan Arsen sangat menyukai itu. "Bagus, saya setuju kamu dengan adik saya"


"Jadi dia boleh menginap disini kan kak?" tanya Sunshine dengan berbinar binar. Sunshine sangat senang sekali mendapat lampu hijau dari   Arsen, kakaknya. "Terima kasih kak" ucap Nichole. Arsen langsung mengangguk kemudian dia berdiri sambil menatap mereka secara bergantian. "Nikmati apapun yang ada disini, anggap saja rumah ini adalah milikmu" ucap Arsen pada Nichole. Nichole langsung mengangguk dan tersenyum. Setelah itu Arsen pergi meninggalkan mereka dan kembali masuk kamar. Nichole dan Sunshine langsung bernafas lega. "Ya sudah aku antar kamu ke kamar yuk, ini sudah malem"


"Ayo" ajak Nichole  Sunshine pun mengantarkan Nichole sampai ke kamarnya. Kemudian setelah itu dia kembali ke kamar dan istirahat sambil menunggu esok hari datang.