Hot Daddy

Hot Daddy
Baby Alea



Arsen baru saja tiba di kantor, dia langsung turun dari mobil dengan membawa Alea bersamanya. Melihat Arsen datang dengan membawa seorang bayi membuat semua karyawan terus memandang ke arahnya. Bagaimana tidak, Jika Arsen yang sifatnya keras sekarang malah menggendong bayi yang mungil. Apalagi sekarang ekspresi wajah Arsen berbeda ketika menggendong Alea. "Selamat pagi" ucap Arsen sambil melewati semua karyawannya. "Pagi pak" jawab mereka semua dengan kompak. Semua karyawan wanita melihat Arsen dengan penuh minat. Arsen terlihat sangat menggoda lebih dari hari sebelumnya. Aura nya sangat terpancar ketika dia bersama Alea hari ini. Arsen masuk ke dalam ruangannya kemudian dia duduk di kursi kebesarannya sambil menggendong Alea. "Alea yang anteng dulu ya, Daddy mau ngecek berkas dulu" Alea hanya tersenyum sambil terus melihat Arsen. Dia sangat tenang dalam gendongan Arsen. Pintu ruangan Arsen diketuk dari luar. "Masuk" ucap Arsen. Rocky masuk ke dalam ruangan Arsen. Kemudian Arsen mendongakkan kepalanya. "Ada apa?" tanyanya.


"Maaf pak, sebentar lagi meeting sudah mau dimulai. Bapak sudah ditunggu kehadirannya oleh semua klien." ucap Rocky dengan sopan. Arsen menunduk lalu melihat Alea yang sekarang menempelkan wajahnya di jas Arsen. "Baiklah saya akan segera kesana" jawab Rocky. Tapi Rocky malah memandangi Alea. "Tapi bagaimana dengan bayi bapak? Apa bapak juga akan membawanya ke ruang meeting?"  Arsen tidak mungkin meninggalkan Alea jadi mau tidak mau dia juga harus membawa Alea ke ruang meeting bersamanya.  "Dia akan tetap bersama saya" Rocky mengangguk kemudian dia berpamitan diri. Setelah Rocky keluar baru lah Arsen berdiri dan  membawa satu buah berkas dengan Alea yang ada dalam gendongannya. "Pak Arsen sangat Hot Daddy sekali sih, lihat lah pesonanya tidak pernah memudar meskipun dia sempat jadi duda. Apalagi sekarang udah punya bayi" bisik salah satu karyawan wanita.


"Aku tidak bisa membayangkan bagaimana jika aku yang berada di bawahnya sambil merasakan goyangan hot nya pak Arsen. Uuhh rasanya pasti enak sekali" jawab yang satunya lagi. Mereka berdua saling berbisik bisik tentang Arsen. Arsen melewati mereka. Dan kedua wanita tadi semakin histeris ketika melihat kancing jas Arsen yang dibuka sehingga dada bidangnya terekspose dengan jelas. "Tuh kan apa aku bilang, pak Arsen itu benar benar Hot"


Rocky hanya menggelengkan kepalanya ketika melihat teman temannya yang sangat menyukai Arsen padahal mereka jelas tahu kalau Arsen sudah mempunyai Istri. "Sudahi gosip kalian dan lanjutkan pekerjaan" ucap Rocky pada mereka. "Apa sih Rok? Ganggu orang aja. Lagian apa salahnya sih menghayal seperti itu pada pak Arsen."


Rocky hanya menghela nafasnya kemudian mengangkat ponselnya dan menunjukkannya pada mereka. "Lanjutkan pekerjaan kalian atau rekaman video ini aku serahkan pada pak Arsen sekarang" Rocky sempat merekam pembicaraan mereka tadi. Kedua wanita itu memandang Rocky dengan kesal lalu pergi untuk kembali melanjutkan pekerjaannya. "Dasar wanita" Gumam Rocky lalu pergi. Sementara itu Arsen sudah berada di dalam ruang meeting bersama semua kliennya. Meskipun mereka sempat heran karena Arsen membawa bayi tapi mereka semua memakluminya karena yang mereka tahu adalah Arsen punya anak kembar. Mungkin dia membawa ke kantor agar membantu istrinya yang sedang di rumah.


"Ini adalah proporsal yang kalian ajukan kemarin, saya sudah mengeceknya dan saya rasa proporsal yang kalian buat ini cukup bagus. Saya ingin salah satu dari kalian untuk mempresentasikannya di depan mengenai hal ini." Salah satu dari mereka langsung beranjak dan menuju ke tempat yang sudah disiapkan. Dia menjelaskan proporsalnya mulai dari awal hingga akhir. Arsen terus memperhatikannya  sambil melihat ke arah Alea yang tertidur pulas. "Bagaimana pak Arsen? Apa semuanya sudah jelas?" ucap Nina selaku perwakilan dari perusahaan lain. "Iya tentu saja tapi ada satu hal lagi yang kurang, kamu harus perlu menambahkan kelebihan dan kekurangan dalam proporsal itu. Karena yang lainnya sudah cukup bagus hanya itu saja yang belum sempurna"


Arsen membawa susu cadangan untuk Alea jika dia haus tapi sepertinya Alea tertidur dengan nyenyak. Dia bahkan tidak bergerak sedikit pun. Arsen benar benar tersenyum ternyata putri kecilnya sangat nyaman dalam dekapannya. Arsen berpapasan dengan Rocky ketika akan kembali ke ruangannya. "Rocky" panggilnya. Rocky menoleh dan langsung menghampiri Arsen. "Iya pak?" jawab Rocky. "Tolong kamu belikan satu Box bayi untuk anak saya. Setelah itu kamu langsung antarkan saja ke ruangan saya. Kamu mengerti?"


"Mengerti pak" jawab Rocky sambil mengangguk. "Bagus, terima kasih. Kalau begitu saya tunggu di ruangan saya" Arsen langsung masuk ke dalam ruangannya. Dia tidak lagi duduk di kursi kerjanya tapi duduk di sofa yang ada dalam ruangan Arsen. "Nyenyak banget bobo nya, Daddy jadi makin sayang" ucap Arsen sambil mencium pipi Alea. Kemudian Arsen mengambil ponselnya dan mengambil foto nya ketika bersama Alea. Arsen mengirimkannya pada Arini langsung.


                                 My Wife


Alea sedang tidur dia tidak rewel sama sekali, kamu tidak usah khawatir. Jaga anak anak di rumah dengan baik. Terkirim.


Arsen tersenyum kemudian meletakkan ponselnya kembali. Membawa Alea ke kantor ternyata sangat bagus untuk mood nya. Arsen tidak kesepian lagi. Dia terus menciumi Alea dengan gemas hingga akhirnya Alea terbangun dengan sendirinya. "Emmahhhh" Alea menggerakkan bibirnya sambil mengerjapkan matanya dengan lucu. Arsen terkekeh. "Kamu sudah bangun nak? Minum susu dulu ya biar kamu gak haus" Arsen langsung mengambil susu untuk Alea. Itu adalah Asi arini yang sekarang sudah dijadikan susu botol. Arsen langsung memberikannya pada Alea dan meminumkannya. Alea langsung membuka mulutnya dan mulai meminum susunya dengan cepat. "Pelan pelan sayang, Daddy tidak akan merebut susumu" ucapnya. Alea hanya terus meminum susunya dan tidak mempedulikan lagi ocehan Arsen.