
Arsen menyuapi Arini makan karena Arini sekarang sedang menyusui Alea. Dia lebih memprioritaskan istrinya terlebih dahulu dibandingkan dirinya sendiri. Sambil menyuapi Arini Arsen juga menyuapi untuk dirinya sendiri. "Udah Mas, cukup. Sekarang aku sudah kenyang" ucap Arini sambil melihat wajah Arsen. "Ini masih sedikit kamu yakin sudah kenyang?" tanya Arsen. Arini mengangguk karena dia memang sudah kenyang. Setelah itu baru lah Arsen menghabiskan makanannya sendiri. Arini sudah menidurkan Alea sekarang dia kembali menidurkannya di Box bayi. Semua anak anaknya sudah tidur. Dan sekarang malah Arini yang ngantuk. Dia terus menguap sedari tadi dan itu disadari oleh Arsen. "Kamu tidur aja kalau ngantuk" Arini mengangguk dia kembali duduk di sofa kemudian menyandarkan tubuhnya dengan nyaman. Dengan sekejap Arini sudah tertidur. Arsen selesai makan kemudian dia membuang bungkusnya ke tempat sampah. Arsen menggelengkan kepalanya ketika melihat bagaimana posisi Arini ketika tertidur. Dia mengambil laptop di atas mejanya kemudian berpindah ke sofa di samping Arini. Arsen menarik kepala Arini dan meletakkannya di bahunya. Kemudian dia lanjut mengerjakan sesuatu di laptopnya. Arini tersenyum dalam tidurnya, dia tidak menyangka Arsen akan melakukan itu.
.
.
Sedangkan Via dan Max mereka baru saja pulang dari Cafe untuk menemui teman teman Shila. Dan sekarang mereka berada di sebuah mall. Max sudah berjanji untuk menemani Via belanja pakaian untuknya. Via dan Max masuk ke dalam Mall dan Via langsung menuju ke sebuah toko pakaian tempat langganannya di dalam Mall. Mata Via langsung berbinar ketika melihat banyak nya pakaian dengan jenis dan model terbaru. Max melirik Via dalam hati dia mendumel. "Ibu hamil gila diskon nih sebentar lagi" Max tahu meskipun Via sudah diberikan kartu kredit nol limit dia masih suka diskon. Rata rata semua belanjaan Via pasti hasil dari diskon. "Mas ini bagus gak? Lumayan lah mumpung ada diskon lima puluh persen hari ini" ucap Via sambil menunjukkan baju yang menjadi pandangan awalnya ketika datang kesini.
Via memanggil salah satu staf penjaga tokonya. Dia menunjuk semua pakaian yang dia ingin beli tanpa harus memilih diskon lagi. "Saya mau yang itu, itu sama itu lagi. Nah yang kiri itu juga mbak. Saya ambil semuanya barisan situ. Dan tolong bungkus sekarang juga" ucap Via. Max menghampiri Via dengan santainya sambil memasuklan tangannya ke daoam kantong celananya. "Cuma itu doang? Gak mau nambah lagi. Atau sekalian mau mall juga? Kalau mau biar aku atur sekarang" ucap Max dengan tampang wajahnya yang serius. Via kesal karena Max tidak bisa dia kerjai. "Sudah cukup ini saja tidak perlu Mall nya" jawab Via dengan ketus. Via menunduk dan mengelus perutnya. "Papa mu sangat menyebalkan sekali" Max hanya tertawa. Kemudian setelah itu Staf yang tadi datang kembali dengan membawa banyak kantong belanjaan untuk Via. "Ini bu totalnya 70 juta"
Via melotot ketika mendengar total semua belanjaannya. Via melirik Max yang seperti menahan tawa. Lalu dia mengeluarkan kartu kredit yang diberikan Max. "Ini mbak" ucapnya. "Tunggu Sebentar ya Bu" ucap Staf itu. Via mengangguk dengan lemas. Harusnya dia tidak nekat. Sekarang dia sudah membuang buang uang sebesar tujuh puluh juta
"Tidak usah dipikirkan, anggap saja kamu sedang membuang uang tujuh puluh ribu" ucap Max dengan santainya. "Tujuh puluh ribu juga berharga kali mas" jawab Via. Staf yang tadi datang dan memberikan kembali kartu kreditnya. "In ibu, terima kasih sudah berbelanja disini" Via mengangguk sambil tersejyum. Baru lah setelah itu mereka pulang ke rumah