
Jika Via sudah menikah dengan Max, lain hal nya dengan kedua sahabatnya. Shila hanya naik satu level sekarang dia malah menjadi tunangan Dani, Shila tidak mau menikah dengan terburu buru karena dia ingin menyelesaikan kuliahnya terlebih dahulu dan beruntung saja Dani juga sudah menyetujui semuanya. Dani akan selalu mendukung apapun keputusan Shila asal keputusan itu adalah keputusan yang baik. Sedangkan Doni kembaran Dani, selama ini dia terus mengincar Gabriel tapi Doni masih belum mengungkapkan perasaan padanya. Entah apa,yang kembarannya itu pikirkan. Suka tapi, tidak ingin memiliki.
"Kak, temani aku ke mall yuk. Aku pengen beli baju baju bayi untuk Arini . Kan bentar lagi bayinya ke luar tuh aku ingin bayinya memakai pakaian yang kubelikan" Ucap Shila saat Dani menjemputnya langsung ke kampus. Dani langsung memasangkan sabuk pengaman pada Shila seperti yang biasa ia lakukan. "Boleh, kita berangkat sekarang kan? " Tanya Dani. Shila mengangguk. Kemudian Dani mengacak acak rambut Shila yang membuat Shila langsung manyun "Ih kak Dani berantakan ih rambut akunya" Dani hanya terkekeh dengan wajahnya yang tidak ada menunjukkan rasa bersalah sama sekali. "Maaf sayang"
"Yaudah ayo kita berangkat" Ucap Shila sambil memperbaiki poninya. Dani mengangguk lalu, dia mulai menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang. Mobil yang dani pakai, adalah mobil yang diberikan oleh Arsen. Arsen memberikan hadiah mobil ini tepat pada hari Dani ulang tahun. Setibanya mereka di Mall Shila langsung turun dari mobil kemudian menunggu Dani yang sedang memarkirkan mobilnya terlebih dahulu. Setelah itu Dani berjalan menghampirinya "Ayo kita masuk" Ucapnya.
.
.
Dalam satu jam Shila bisa membelikan beberapa baju bayi, kemudian bedak bayi bahkan, yang lainnya. Shila juga membelikan semuanya. Tidak lupa pula dia juga membelikannya untuk Via, meskipun Via masih lama untuk melahirkan tapi dia harus adil kan. Tidak boleh condong dengan salah, satunya saja. "Kak bagus kan, yang ini? " Tanya Shila sambil menunjukkan baju kembar untuk ketiga calon ponakannya tersebut . "Bagus semua, apapun pilihan kamu pasti bagus" Shila memasukkan kembali baju baju itu ke dalam kantong belanjaannya kemudian segera pergi kembali bersama Dani.
.
.
"Lo akan cuti kuliah kan kalau kandungan lo udah besar? Bagaimana pun juga lo harus bisa memprioritaskan kehamilan lo dulu daripada kuliah" Via menoleh ke arah Arini kemudian menjawab. "Itu udah pasti Rin mungkin gue akan cuti kuliah kalau kandungan gue udah lima bulan" Tiba tiba suara sebuah mobil menghentikan pembicaraan mereka berdua. Via beranjak dari tempat duduknya kemudian mengintip siapa yang datang dari dalam. "Siapa? " Tanya Arini penasaran. "Shila sama kak Dani" Jawab Via.
Via langsung membukakan pintu untuk mereka dan seperti biasa Shila langsung heboh ketika melihat dirinya. "Ya ampun Via gue kangen banget sama lo" Ucap Shila sambil menyentuh kedua pipi Via. "Gak usah lebay kita masih bisa ketemu di kampus" Shila hanya menyengir kemudian dia melirik ke dalam rumah. "Arini ada kan? " Tanya nya. "Ada ayo masuk dulu" Setelah itu Shila juga membawa Dani masuk bersamanya.