Hot Daddy

Hot Daddy
S.2. Eps 25 Datang



Setelah selesai makan malam, Arsen langsung menyuruh Alea kembali ke kamarnya. Alea sempat menolak karena masih ingin duduk santai di ruang tamu tapi Arsen mengingatkan janji Alea untuk belajar. Alhasil mau tidak mau Alea pun kembali ke kamarnya. Arini yang mengerti dengan hal itu pun juga langsung membereskan semuanya bersama Bi Sumi. "Kalau urusan kalian sudah selesai kembalilah ke kamar masing masing" ucap Arini pada ketiga laki laki tersebut kemudian pergi ke dapur bersama Bi Sumi. "Jadi kapan dia datang?" tanya Arsen sambil melihat kedua putranya secara bergantian. Siang tadi Rei memberitahukan semuanya kepada Arsen mengenai Gevan yang akan datang malam ini. Rei juga menjelaskan tentang siapa Gevan termasuk ciuman itu. Dan yang Rei tadi Arsen sempat mengepalkan tangannya setelah mendengar bahwa ada yang berani mencium Alea di sekolah. "Mungkin sebentar lagi Dad" jawab Rei dengan tenang.


Sementara Aiden, dia sibuk membuka aplikasi whatsapp nya, Gevan terus mengiriminya pesan yang sangat tidak bermutu sekali menurut Aiden. Bagaimana tidak, jika yang ditanyakan Gevan saja tentang kegalakan, umur dan makanan kesukaan Arsen. Aiden tidak akan pernah menjawab pertanyaan konyol itu, dia mengabaikan pesan dari Gevan.  Tapi sayangnya Ponsel Aiden terus muncul pesan dari Gevan, Aiden tidak suka jika ada yang spam di whatsapp nya, lebih baik dia blokir saja. Aiden mengklik tombol titik tiga kemudian memilih opsi blokir hingga akhirnya ponselnya tenang kembali. "Orang itu akan segera sampe" Aiden membuka suara hingga membuat Arsen mengangguk. Sambil menunggu bocah tengil itu datang mereka bertiga sibuk masing masing. Rei membaca komiknya, Aiden mencari materi untuk presentasi di sekolah besok dan Arsen yang memikirkan Alea.


Arsen masih teringat dengan Rocky yang menyatakan menyukai Alea di hadapannya. Sebenarnya dia sudah sadar dari lama kalau Rocky menyukai putrinya. Tapi Arsen hanya membiarkannya saja. Arsen ingin tahu apakah nantinya Rocky akan jujur padanya atau memilih menahan perasaannya. Tapi entah kenapa hari ini Arsen malah menanyakan tentang pernikahan pada Rocky. Arsen pikir mungkin Rocky akan mengatakan hal lain tapi seperti dugaannya, Rocky jujur padanya. Asik dalam pikirannya sehingga tidak ada yang sadar bahwa bel rumah mereka sudah berbuyi dari tadi. Bi Sumi yang mendengar suara bel berbunyi langsung tergopoh gopoh pergi ke luar untuk membukakan pintu. Setelah dibuka ternyata Gevan lah yang datang. "Eh ini temannya Non Alea ya?" ucap Bi Sumi sambil tersenyum.


"Iya bi"


"Mari masuk tuan muda dan tuan besar sudah menunggu di dalam"


Gevan mengangguk dengan sopan lalu dia mengikuti Bi Sumi menuju ke ruang tamu. Saat tiba disana Bi Sumi langsung mengatakan sesuatu pada Arsen kemudian menunjuk Gevan yang berada di belakangnya. "Teman Non Alea sudah datang tuan" ucap Bi Sumi.


"Baiklah sekarang bibi boleh pergi"


Setelah Bi Sumi pergi, Gevan langsung ditatap oleh tiga laki laki itu sekaligus. Gevan pikir dia tidak akan takut menghadapi kedua abangnya Alea apalagi Daddy nya tapi melihat tatapan Arsen ada rasa goyah di dalam hatinya. Arsen bukanlah ayah sembarangan, dia sangat protektif terhadap putrinya. Apalagi Gevan belum tahu kalau Arsen adalah mantan Mafia. "Silahkan duduk" ucap Arsen dengan suara beratnya. Dengan kikuk Gevan langsung duduk di kursi yang berhadapan langsung dengan Gevan. Tubuhnya tiba tiba mengeluarkan keringat dingin, berada di samping mereka bertiga membuat hawa nya menjadi berubah.


"Kenalin siapa dirimu?" Arsen terus menatap tajam Gevan.


"Nama saya Gevan Alvaro om"


"Loh kok om bisa tahu ayah saya?"


"Ayah kamu?"


"Iya, itu nama ayah saya"


Seketika Arsen langsung duduk dengan tegap, kemudian dia berdiri. "Tunggu sebentar, kalian lanjutin dulu" ucap Arsen pada Rei dan Aiden. "


Setelah Arsen pergi baru lah Gevan bernafas lega. Aiden tersenyum sinis. "Punya nyali juga lo ternyata"


Gevan langsung menoleh ke arah Aiden. "Demi Alea apapun akan kulakukan" jawab Gevan dengan bangganya.


"Yakin?" tanya Rei.


"Sangat yakin"