Hot Daddy

Hot Daddy
S.2. Eps 44 Keinginan Nana



Keesokan harinya, setelah hari yang menyenangkan kemarin. Hari ini anak anak sudah mulai beraktivitas kembali. Mereka akan pergi ke sekolah dan Alea juga tetap dijemput Rocky. Tadinya Aiden bersikeras untuk membawa Alea bersamanya tapi perintah Arsen tidak ada yang berani menolaknya. Alhasil Aiden memilih mengalah daripada dia harus berdebat dengan Daddy nya sepanjang waktu. Aiden menguyah makanannya sambil memegang garpu yang ia tunjukkan pada Rocky yang berada di ruang tamu. Tatapan tajamnya menghunus tepat pada kedua bola mata Rocky.


Rocky yang melihat hal itu langsung mengalihkan pandangannya ke arah lain. Aiden berdecih kemudian meneguk air nya sampai habis. Dia langsung memperbaiki tali sepatunya kemudian pamit pada Arsen dan Arini.


"Hati hati di jalan" ucap Arini pada Aiden.


"Iya Mom"


Rei juga langsung menghabiskan suapan terakhirnya kemudian minum dengan terburu buru hingga tersedak. Alea yang berada di damping nya langsung dengan jahilnya memberi Rei gelas kosong. Alea tertawa geli ketika melihat reaksi Rei meminum gelas yang kosong


"Alea" peringat Arini pada Alea.


"Maaf Mom" Alea mengangkat dua jarinya kemudian mengisi gelas itu dengan air dan memberikannya lagi pada Rei. Rei langsung meminum nya dan bernafas lega. Kemudian dia melirik ke arah Alea yang sedang menyengir padanya. "Jangan diulangi lagi dek"


"Iya iya bang, Maaf"


Rei mengangguk."Dad, Mom, Rei juga Mau berangkat dulu"


"Baiklah, bekalnya jangan lupa dibawa"


"Iya Mom"


"Jangan ngebut" tambah Arsen. Ia tau kadang Rei suka mengebut di jalanan.


"Iya Dad"


Selang berapa menit kemudian Alea juga sudah menyelesaikan sarapannya. Ia memasukkan bekal yang disiapkan Arini ke dalam tas nya. Arini memang selalu membawakan mereka bekal agar mereka terhindar dari makanan yang tidak sehat. Setelah dirasa sudah semuanya baru lah Alea mencium Arini seperti biasanya kemudian Arsen secara bergantian.


"Jangan buat ulah lagi di sekolah, Sekolah yang bener" Arsen mencium puncak kepala Alea kemudian mengelus rambut nya.


Rocky yang sedari tadi diam di ruang tamu langsung berdiri, kemudian dengan senang hati dia keluar dan menunggu Alea datang ke mobilnya. Dengan wajah yang ditekuk Alea masuk ke dalam mobil Rocky, dia masih teringat jelas tentang Rocky yang menyebabkan ia bercekcok dengan Aiden. Dan Aiden juga sudah mewanti wanti Alea agar tetap waspada ketika bersama Alea.


Rocky tersenyum pada Alea, dari spion mobil Rocky melihat penampilan Alea dari atas sampai ke bawah. Hari ini Alea membiarkan rambutnya terurai dengan indah, Alea memakai bando di kepalanya sehingga poninya membuat Alea terlihat semakin cantik. Bibirnya yang pink dan pipinya yang gembul membuat Rocky semakin gemas padanya. "Mau berangkat sekarang? " Tanya Rocky basa basi.


"Enggak, besok aja" jawab Alea dengan sewot.


"Kalau udah tau ngapain nanya om" Alea bersedekap dada sambil melihat ke luar jendela mobil. Dia tidak Mau memperburuk moodnya hanya karena wajah Rocky.


Rocky mengangguk sambil tersenyum kemudian mulai menghidupkan mesin mobilnya. Semenjak Rocky menghabiskan malam dari Club Rocky sudah sadar harus nya ia tak pergi kesana apalagi hanya karena gertakan Aiden. Rocky akui dirinya bodoh dan selalu seperti itu.


.


.


Sedangkan di tempat lain


"Aku mau sekolah lagi"


"Kan kamu udah Home schooling"


Nana menggeleng dengan cepat. "Aku mau nya datang ke sekolah Val bukan home schooling. Aku bosan belajar di rumah, Aku bosan belajar sendiri. Aku pengen ngerasain gimana belajar sama temen seperti dulu lagi"


"Aku gak bakal ngizinin, kamu akan tetap Home schooling sampai kamu bener bener sembuh dari trauma kamu"


"Tapi aku udah sembuh Val" Bantah Nana sambil memusatkan perhatiannya pada Valdo.


"Kamu yakin?"


Nana mengangguk cepat. Membuat Valdo panjang menghela nafasnya yang panjang. "Habis ini kita belanja seragam dan perlengkapan sekolah kamu" ucap Valdo pada akhirnya.


Mata Nana langsung membinar. "Seriusan Val?"


Valdo tersenyum kemudian mengangguk. "Tapi kamu harus janji kalau Ada apa apa di sekolah kamu langsung hubungi aku"


"Siap Kapten"


Nana langsung berdiri kemudian memeluk Valdo dengan erat. Dalam hati ia sangat bersyukur memiliki seorang kakak sepupu yang sangat baik padanya. "Mungkin ini saatnya mempertemukan kalian kembali" batin Valdo