
Hari ini semua orang di rumah Arsen berkumpul di halaman belakang yang sangat luas termasuk Bi sumi dan pekerja lainnya. Arsen sengaja mengumpulkan semua orang hanya untuk bersenang senang. Mereka juga mengundang Max dan Via untuk datang ke rumah mereka. Arsen juga sudah memastikan bahwa keluarga besar mereka akan hadir termasuk kedua orang tua Arini yang berada di Amerika serikat dan para sahabatnya yang tak lain dan tak bukan adalah Shila dan Gabriel.
Aiden yang biasa nya lebih banyak diam sekarang mulai sedikit berbicara, pagi ini dia terus mengomeli Rei dan Alea yang menjahilinya ketika tidur. Terbukti dengan coretan hitam di wajahnya yang berbentuk panda. Aiden tahu bahwa mereka pelakunya karena kalau bukan mereka siapa lagi yang berani menjahilinya. "Udahan bang ngomelnya, sakit nih kuping Alea. Dari tadi abang terus nyerocos kek burung beo" ucap Alea sambil memperagakan burung beo yang terus berbunyi.
"Tau tuh, tinggal bersihin doang apa susah nya" jawab Rei ikut ikutan.
Aiden menghela nafasnya dengan kesal. Menghadapi mereka berdua di pagi hari bukan lah jalan terbaik. Sebab mereka tidak akan pernah Mau mengalah. Lebih baik Aiden membersihkan dirinya terlebih dahulu. Aiden menatap tajam Rei dan Alea yang dibalas dengan ledekan oleh mereka. Setelah itu Aiden berlalu pergi. Rei dan Alea ber tos ria ketika melihat Aiden yang sudah menjauh.
"Akhirnya si Kutub sudah mulai memeleh" Rei terkekeh sambil menoleh ke arah Alea.
"Dia mah bukan si Kutub bang, Tapi, beruang Kutub"
.
.
.
Shila dan Gabriel datang bersama pasangannya masing masing. Shila dengan Dani, dan Gabriel dengan Angga. Dan jangan lupakan anak anak mereka. Mereka datang bertepatan dengan Via dan Max. Alhasil mereka masuk ke dalam rumah dengan bersamaan.
"ARINI SAYANG SHILA YANG CANTIK DATANG"
Dani langsung menutup mulut Shila dengan tangannya. Dia merasa malu melihat kelakuan istrinya yang semakin hari semakin aneh. Aneh dalam artian lebay. Shila langsung melotot pada Dani hingga Dani melepaskan tangannya. Gabriel dan Via hanya menggelengkan kepalanya. "Lo tetap sama ya Shil, ga pernah berubah. Tetap jadi Shila yang berisik kek orangutan" cibir Arini yang datang dari arah dapur untuk menyambut teman teman nya. Shila hanya menyengir sambil lalu dia memeluk Arini dengan erat. "Gue kangen sama lo, lo sehat kan? "
Arini mengangguk sambil tersenyum. Gabriel dan Via juga ikutan maju mereka berempat saling memeluk satu sama lain. Sedangkan Dani dan Angga hanya berjabat tangan sebagai bentuk Formalitas. "Wanita selalu lebay kalau udah ketemu sahabatnya" Bisik Angga pada Dani.
"Apa yang kamu bilang memang benar, terlebih istriku. Dia seperti Monyet yang baru lepas dari kandang"
Angga dan Dani tertawa bersamaan. Mereka tidak tahu saja jika perbincangan keduanya sudah terdengar oleh mereka.
Sedangkan Leon, Tika dan Zain mereka sudah tidak berada di samping orang tua mereka lagi. Zain dan Tika langsung membawa Leon ke tempat Alea. Daripada mereka harus mendengarkan ocehan orang tua mereka yang tidak bisa dimengerti. "Leon ikut kakak aja yuk, kita ketemu kakak Alea. Leon Mau ikut? " tanya Tika dengan lembut pada Leon.
"Mau kakak"
(Tika adalah Putri dari pasangan Angga dan Gabriel)
Sedangkan Zain adalah Putra dari Shila, dan Dani)
Zain langsung membawa Leon dalam gendongannya. Umur mereka hanya selisih dua tahun dengan Trio kembar. Kecuali Leon yang masih 3 tahun.
Tika mencari keberadaan Alea tapi tak menemukannya dimana pun hingga akhirnya ia dikejutkan oleh suara di belakang nya. "Nyari siapa?"
Tika langsung menoleh dan mendapati Aiden yang sedang menuangkan air ke sebuah gelas dan meneguknya sampai habis. "Eh kak Aiden, Kak Alea mana? " Tanya Tika.
"Di taman belakang" Jawab Aiden.
"Kalau gitu Tika kesana dulu ya kak"
Tika tersenyum kemudian melirik ke arah Zain
"dan kamu Zain kamu disini aja sama Kak Aiden. Aku dan kak Alea mau membentuk Squad girl yang gak boleh Ada cowok di dalam nya"
Zain hanya mengangguk malas, sama seperti Aiden, Zain juga tidak terlalu banyak berbicara. Entah dia mirip siapa padahal papa dan mama nya sangat cerewet sekali. Zain dan Aiden saling melirik sebelum mereka berbalik ke arah yang berlawanan. "Males" jawab mereka bersamaan.