
Angel dan Fian sedang merayakan hari jadi hubungan mereka, semenjak Fian menolong Angel dari Toni mereka sudah banyak melakukan jalan bersama, makan bareng atau kontak fisik lainnya. Sampai akhirnya beberapa minggu kemudian Fian memberanikan diri untuk mengungkapkan isi hatinya kepada Angel kalau dia sekarang menjadi menyukai Angel. Angel pada saat itu sedang dalam posisi dilema, di sisi lain dia masih menginginkan Arsen tapi di sisi lain dia juga ingin memiliki Fian. Katakan saja Angel egois karena ingin memilih keduanya. Tapi pada akhirnya Angel lebih memilih Fian, lagi pula dia dan Arsen sudah mustahil untuk bersama lagi.
"Mau makan apa sayang?" tanya Fian sambil memberikan buku menu cafe yang mereka datangi. Sepulang dari rumah sakit mereka memang langsung datang ke cafe karena ajakan Fian untuk makan siang dengannya. Angel merapikan tas nya kemudian menatap Fian sebentar. "Aku samain aja sama kamu, emm bemtar ya aku ke toilet dulu" Fian mengangguk lalu dia memanggil pelayan untuk mencatat pesanan mereka. Sedangkan Angel dia langsung berjalan menuju ke toilet, panggilan alam membuatnya tidak bisa bertahan di tempat.
Saat dalam perjalanan menuju ke toilet, banyak orang yang berkerumun di luar. Angel menjadi penasaran dan pada akhirnya dia lebih memilih untuk melihat ke arah kerumunan itu daripada ke toilet. Saat Angel melihat ke depan, disana dia melihat orang yang dulu pernah disukainya, Arsen. Yah, Angel melihat Arsen kembali setelah sekian lama ia mendengar Arsen pergi ke jepang. Dan yang bikin Angel lebih kaget lagi, Arsen langsung menggendong Arini dengan gaya bridal Style di hadapan semua orang. Banyak orang yang mengambil momen mereka dengan memotretnya. Tapi Arsen tidak peduli. Dia tetap berjalan dengan wajah datarnya sambil membawa Arini dalam gendongannya.
Arsen melewati Angel, dia tidak menoleh sama sekali padahal jarak mereka sangat berdekatan. Tapi itulah Arsen, dia tidak akan menyapa atau menghormati orang yang sudah menyakiti dirinya di masa lalu. Mungkin selama ini orang orang banyak menganggap Arsen jahat, tapi mereka tahu apa. Mereka tidak tahu bagaimana dulu Arsen di masa lalunya. Kejadian Apa yang membuat Arsen sampai membenci Angel. Bagi Arsen, cukup dia saja yang tahu. Arsen tidak perlu menjabarkan dengan kata kata betapa bencinya dia dengan Angel.
"Mas, bukannya dia Dokter Angel. Kenapa kamu tidak menyapanya?" Bisik Arini sambil melingkarkan tangan di leher Arsen agar tidak jatuh. Arsen menunduk sekilas lalu mengecup bibir Arini dengan singkat. "Selama aku bersama kamu tidak akan ada orang yang mampu menarik perhatianku, terutama wanita sampah itu" Max menghela nafasnya berulang kali, berada di sekitar Arsen membuatnya merasakan energi negatife yang kuat. Sungguh sangat membingungkan sekali bagi Max.
Pada saat itu Fian tengah menoleh dan matanya bertubrukkan dengan bola mata Arini. Arini langsung menundukkan kepalanya, untung saja Fian tidak sempat melihat wajahnya. Kalau tidak mungkin Arini benar benar malu karena terus mengamati seseorang dari kejauhan.Tak berapa lama kemudian Arsen kembali dan menarik kursi di sebelah Arini. "Max, kamu yakin mau sendiri gitu?' tanya Arsen. Max langsung menaruh ponselnya kembali kemudian menatap Arsen. "Mau bagaimana lagi, Via sudah ngambek duluan. Nanti deh aku bujuknya, sekarang mau isi tenaga dulu."
"Masa Uncle gak peka sih, tadi itu Via maunya dikejar tapi Uncle malah......Arghhh tahu deh susah ngomong sama pria yang gak peka. Umur aja udah dewasa tapi masalah ginian tidak paham" Cibir Arini sambil menatap Max dengan kesal. "Uncle Capek Arini, tahu kan tadi di pesawat gimana"
Max sempat mengalami mabuk udara oleh sebab itu dia merasa lemas sekali karena di sepanjang pesawat Max terus bolak balik ke toilet hanya untuk memuntahkan sesuatu dari dalam dirinya. "Ya sudah lah lupain aja" tepat setelah Arini mengatakan hal itu makanan yang mereka pesan pun telah tiba. Sang pelayan langsung menyiapkan makanan mereka di atas meja. Setelah itu pelayan itu menunduk. "Selamat makan" ucapnya sebelum pergi. Arini mengangguk sambil berterima kasih. Dan mereka pun mulai memakan semua pesanan mereka, tidak ada pembicaraan apapun. Meski begitu Arini tetap sambil mengamati Angel dari kejauhan. Tapi pada saat Arsen melihatnya, dia malah pura pura makan lagi.