Hot Daddy

Hot Daddy
Pulau pribadi



Arini mematikan telfonnya setelah beberapa lama. Dia benar benar tidak menyangka Arsen akan memperlihatkan kedua orang tuanya kepadanya. Padahal waktu itu Arsen sangat marah sekali ketika Arini menanyakan tentang orang tua kandungnya. Dan yang lebih dia tidak mengerti lagi adalah kenapa mata dari ayah kandungnya terluka parah sedangkan Cinta juga mengalami luka luka lain di bagian tubuhnya. Apa ini ada hubungannya dengan Arsen yang tiba disana? Jika memang iya kenapa Arsen harus melakukan itu pada kedua orang tua kandungnya. Arini kembali duduk di sofa sendirian. Via menoleh pada Max yang langsung diangguki olehnya. Lalu setelah itu barulah dia berjalan menghampiri Arini yang sekarang tengah melamun itu. Via menyentuh bahu Arini dengan tangannya sehingga membuatnya tersadar dari lamunannya. "Gimana sekarang perasaan lo?" tanya Via dengan hati. Arini dengan tiba tiba langsung memeluk Via dengan begitu erat. Via tahu kalau sudah seperti ini berarti Arini lagi tidak ingin berbicara. Dia hanya butuh pelukan saja. Dan Via pun membalas pelukannya. Selain Shila, orang yang paling dijaga Via adalah Arini. Dia sudah menganggap Shila dan Arini seperti adiknya sendiri. Sedangkan Gabriel dia sudah menganggap seperti anggota keluarganya sendiri.


"Gue tahu ini mungkin berat bagi lo? Lo pasti terkejut ketika melihat orang tua kandung lo yang selama ini telah membuang lo, sekarang malah menatap wajah lo dengan terang terangan. Tapi percaya sama gue Rin. Ini mungkin jalan terbaik yang dikasih Tuhan untuk lo. Mungkin dengan lo melihat wajah mereka perasaan yang selama ini mengganjal di hati lo sedikit menghilang" Via melepaskan pelukannya kemudian tangannya memegang bahu Arinu secara bersamaan. "Sekarang katakan gimana perasaan lo sekarang?" Arini mendongakkan kepalanya kemudian menatap wajah Via dengan terang terangan. "Gue gak tau Vi, di sisi lain gue senang bisa melihat mereka lagi. Tapi di sisi lain juga gue kecewa sama mereka. Gue masih mengingat dengan jelas tentang betapa buruknya dulu mereka memperlakukanku." Via mengangguk, dia sangat mengerti dengan perasaan yang dialaminya sekarang.


"Tapi Vi, yang gue heran kenapa mereka terluka seperti itu? Mata papa tadi rusak sebelah dan Mama dia mengalami banyak luka luka di sekitar tubuhnya" Arini mengatakan hal itu pada Via dengan polosnya. Perasaannya benar benar rapuh sekarang. Via mengambil tangan Arini dan memegang tangannya dengan erat. "Jawabannya ada pada suami kamu Rin" ucap Via sambil tersenyum samar. Via yakin kalau Arsen yang melakukan itu pada orang tua Arini.


.


.


Arsen langsung membantu Mario bangun kemudian dia menelfon beberapa anak buahnya untuk membantu dan mengantar mereka ke pulau pribadinya. Selama mereka berada disana Arsen akan tetap mengawasinya melalui para anak buahnya nanti.  "Untuk semua kebutuhan kalian biar anak buahku yang menyiapkan semuanya, kalian hanya perlu tinggal disana dan memperbaiki diri." ucap Arsen sambil menuntun Mario. Mario mengangguk mengerti .