
Arsen tidak akan membuang buang waktu lagi, Dia mengumpulkan semua karyawannya mulai dari OB sampai karyawan biasa. Dia hanya ingin melihat seberapa besar kemampuan mereka untuk tetap mempertahankan perusahaan ini. Meskipun banyak yang menarik sahamnya kembali tapi bukan berarti perusahaan Arsen bangkrut. Malah Arsen akan membuat mereka menyesal dengan membuat perusahaannya semakin maju. Hari ini dia mendapat tawaran kerja sama dari perusahaan Di Inggris dan rencananya mereka akan bertemu hari ini. Oleh sebab itu dia mengumpulkan semua karyawannya hari ini. Karena ada beberapa hal penting yang akan dia sampaikan kepada mereka.
Dengan bantuan Rocky dan Duo kembar, Dani dan Doni semua karyawan kantor akhirnya terkumpul semua. Mereka kebingungan sekaligus bertanya tanya kenapa mereka harus dikumpulkan seperti ini. Karena biasanya mereka tidak pernah seperti ini. "Selamat siang semua" Arsen mulai mengawali pembicaraan yang akhirnya membuat semua orang terdiam. "Siang pak" jawab mereka dengan kompak. Arsen mengangguk lalu dia kembali melanjutkan pembicaraannya. "Apa kalian tahu mengapa saya mengumpulkan kalian semua disini?"
"Tidak pak" jawab mereka dengan kompak. Arsen menghela nafasnya kemudian meminta surat berkas yang dipegang oleh Rocky. Rocky menunduk dengan hormat kemudian memberikan berkas berkas itu. "Baiklah, karena kalian semua sudah berkumpul disini, saya akan mengumumkan kalau mulai bulan depan gaji kalian akan saya naikkan" Seketika ruangan yang tadinya sepi langsung heboh, mereka sangat antusias sekali mendengar kata gajinya dinaikkan. "Tapi, Saya juga ingin menekankan pada kalian bahwa kalian harus bekerja dengan lebih keras lagi, saya ingin kalian bisa membuat perusahaan ini lebih maju dari sebelumnya. Untuk itu saya berharap semoga kalian bisa melakukannya. Tenang saja, saya juga akan membantu kalian jika kalian mengalami kesulitan apapun"
Mulut mereka terbuka dengan sempurna, entah sejak kapan Arsen mulai berbicara panjang lebar seperti ini. Biasanya dia hanya berbicara seperlunya saja. "Kenapa kalian bengong? Apa kalian tidak senang?" tanya Arsen sambil menatap mereka semua. Sontak semuanya langsung melihat ke arah Arsen. "Tidak pak, Justru kita sangat senang mendengar berita ini. Dan kita juga akan berjanji untuk membuat perusahaan ini lebih maju bersama bapak" ucapan itu diwakili oleh salah satu karyawan laki laki. Arsen tersenyum tipis lalu mengangguk dan itu juga menjadi hal yang sangat mengejutkan bagi mereka terutama karyawan wanita nya.
"Dan untuk para OB, saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada kalian. Berkat kerja keras kalian perusahaan kita ini menjadi sangat bersih. Saya juga akan menaikkan gaji kalian." Lalu Arsen melirik Rocky dan mengangguk. Rocky kemudian menyuruh mereka untuk kembali ke ruangannya masing masing dan melanjutkan pekerjaan mereka. Tapi, Arsen bingung ketika melihat ada satu OB yang masih diam di tempat. Dia terus menunduk dan memegang tangannya seperti sedang gugup. Rocky akan menghampirinya tapi Arsen menahannya. Arsen memilih untuk menghampirinya sendiri. "Kamu kenapa?"
Yah, Arsen berusaha untuk menjadi orang yang lemah lembut. Dia ingin menyimpan sisi Aerio terlebih dahulu. Mungkin dia akan menyimpannya untuk saat ini. "Tapi pak, bagaimana dengan pekerjaan saya?"
"Masih ada banyak OB yang bisa menggantikan pekerjaanmu untuk sementara, Pergi lah" Arsen mengambil dompet dari saku celana belakangnya, kemudian dia mengambil beberapa lembar uang senilai ratusan ribu. "Ini ambil sebagai ongkos pulang ke kampungmu, maaf saya tidak bisa mengantarmu" Wanita itu langsung mendongakkan kepalanya
Dan menatap Arsen dengan mata yang berkaca kaca. "Terima kasih pak, terima kasih. Saya janji untuk mengembalikan uang bapak secepat mungkin." Arsen mengangguk. "Tidak perlu dikembalikan, uang itu memang saya berikan untuk kamu. Kamu hati hati di jalan dan cepat kembalilah" Arsen menepuk bahu wanita itu dengan pelan lalu pergi. Sementara wanita itu dia masih merasa tidak percaya dengan semua ini. Dan mungkin Arsen akan memulai hidup yang baru dengan ini semua. Dia akan menyimpan dunia gelapnya.