
Setelah menyelesaikan hukumannya, Aiden langsung pergi ke kelasnya. Berbeda dengan Rei dan Alea yang bukannya masuk kelas malah pergi ke kantin terlebih dahulu. "Bang pesan makanan gih aku nunggu disini aja capek yang mau jalan" ucap Alea sambil duduk di salah satu bangku kantin. "Kamu pikir kamu doang yang capek abang juga capek dek" jawab Rei sambil menarik bangku dan duduk di hadapan Alea. Alhasil mereka duduk dengan saling berhadap hadapan. "Ayolah bang kali ini aja, aku beneran laper nih. Kalau enggak aku bilangin Daddy sekarang nih kalau abang gak mau bantuin aku pesen makanan" Alea langsung mengambil ancang ancang untuk menelfon Arsen, tapi dengan sigap Rei langsung merebutnya. "Dasar tukang ngadu" dumel Rei. Rei langsung pergi untuk memesan makanan Alea dan juga dirinya. Dia melakukannya dengan setengah hati. Kalau saja Alea tidak membawa bawa nama Arsen mungkin saja dia masih bisa menolak.
Sedangkan di kantor, Arsen disibukkan dengan beberapa berkas kerjasama antara perusahaannya dengan perusahaan milik Max. Yah tiga tahun lalu Max berhasil membuka perusahaan baru, dia memegang beberapa perusahaan dan salah satunya adalah perusahaan milik ayahnya. Meskipun begitu Max berhasil mengelola semuanya meskipun tanpa bantuan siapapun. Pintu ruangan Arsen tiba tiba diketuk dari luar. Arsen mengangkat wajahnya kemudian melihat orang yang beberapa tahun itu selalu setia bersamanya, siapa lagi kalau bukan Rocky. "Ada apa?" tanya Arsen langsung. "Ada sepasang suami istri yang ingin menemui anda" ucap Rocky sambil wajahnya melihat ke arah Arsen. "Siapa?" tanya Arsen lagi. Dengan cepat Rocky langsung memundurkan langkahnya kemudian memberikan isyarat agar kedua orang itu masuk ke dalam. Dengan rasa penasaran Arsen duduk di mejanya sambil menatap lurus ke arah pintu. Dia menebak nebak dalam hatinya tentang siapa yang ingin bertemu dengannya apalagi itu sepasang suami istri.
Arsen berpikir itu adalah orang tuanya tapi rasanya mustahil mengingat orang tuanya yang masih berada di perancis untuk liburan. Beberapa saat kemudian masuklah seorang laki laki paruh baya beserta istrinya ke dalam ruangan Arsen. Arsen menyipitkan matanya, ia merasa sangat familiar sekali dengan orang itu.
"Kami kembali' ucap Mereka berdua bersamaan. Setelah mengatakan itu sekarang Arsen sadar kalau mereka adalah orang tua kandung Arini yang Arsen tempatkan di pulau pribadinya dulu. Arsen tersenyum dan langsung berdiri untuk menyambut mereka. Rocky yang paham akan situasi langsung mundur dan pergi dengan sopan. "Selamat datang kembali Mah, pah" Arsen langsung menghampiri mereka dan memeluknya satu persatu. Mario dan Cinta juga ikut tersenyum, mereka senang kalau kembalinya mereka bisa diterima dengan baik oleh menantunya itu. Belasan tahun tidak bertemu membuat semuanya berubah total.
"Gimana kabar kamu?" tanya Mario setelah pelukannya terlepas. "Seperti yang papa lihat aku baik baik saja dan putri papa juga baik baik saja bersamaku"
"Lalu bagaimana dengan cucu cucu kami?" Akhirnya Cinta membuka suara meskipun masih dalam keadaan canggung. Arsen tersenyum. "Aku akan membawa kalian untuk menemui mereka" ucap Arsen.
.
.
Dia bergegas keluar untuk membukakan pintu. "iya tunggu sebentar" ucap Arini dari dalam. Arini segera turun dari tangga dan langsung menuju ke pintu utama. Saat dia sudah mulau membuka pintunya Arini membelalakkan matanya ketika melihat siapa yang datang.
"Apa kabar sayang?"