Hot Daddy

Hot Daddy
S.2 Eps 51 Pawang



Setelah mengantar Nana ke dalam kelas nya, Aiden mencari keempat bocah yang mengintip nya tadi. Bisa bisanya mereka menggangu adegan Romance nya dengan Nana. Dari dulu Aiden memang tidak suka jika hal yang harus nya menjadi privasi baginya malah dilihat orang lain. Aiden berjalan ke arah lain untuk mencarinya.


Sementara keempat orang itu bernafas lega di tempat persembunyiaanya ketika Aiden sudah mulai menjauh dari kelas itu. Terutama Icang yang sedari tadi mulut nya dibekap oleh Alea. Icang mengambil nafas yang banyak meskipun tangan Alea wangi tetap saja Icang tidak bisa bernafas. "Lo ngapain sih Le pakek bekap bekap gue segala" kesal Icang pada Alea.


"Lagian mulut lo lemes banget sih mungkin kalau lo ga teriak pasti bang Aiden udah ehem ehem" ucap Alea sambil tersenyum geli.


"Ehem ehem gimana? " tanya Vina yang tidak mengerti.


"Masa kamu gak ngerti Vin? itu loh yang kayak di drakor yang biasa kita tonton. Si cowok pada akhirnya mencium wanita yang sudah lama tidak ditemuinya. Seandainya tadi Icang gak bocor mulutnya mungkin Bang Aiden akan..... "


Belum sempat Alea menjawab suara di belakang mengejutkan mereka. "Akan Apa ? "


Semuanya kompak menoleh ke belakang dan menemukan Aiden yang sedang bersedekap dada sambil mendekat ke arah mereka. Icang bersiap untuk kabur tapi Vina lebih dulu menjegal kaki nya yang membuat Icang terjatuh di tempat nya.


"Enak aja lo mau kabur" ucap Vina pada Icang.


Icang meringis di tempatnya kemudian dia melihat ke arah Aiden yang sedang menatap horor padanya. Icang meneguk ludahnya ketika Aiden semakin mendekat pada mereka. "Siapa tadi yang menyuruh kalian mengintip? "


Pada akhirnya mereka tidak ada yang mau Mengaku dan memilih saling tunjuk Satu sama lain. Rei menunjuk Alea, Alea menunjuk Vina sedangkan Vina menunjuk Icang. Icang juga menunjuk Rei. "Pokoknya bukan gue yang ngajak duluan" kompak mereka semua.


"Kalau bukan kalian terus siapa? Hantu di sekolah? Jelas jelas gue melihat kalian mengintip"


Nana yang merasa ada keributan di luar langsung mengeceknya, dia penasaran apa yang membuat mereka ribut. Setelah ia lihat ternyata Aiden yang sedang marah marah. Nana menggelengkan kepalanya kemudian mendekati Aiden. "Ai.. Kenapa sih marah marah mulu. Kasian mereka" ucap Nana pada Aiden.


Aiden langsung merubah raut wajahnya menjadi tersenyum manis. "Mereka emang pantes digituin Na"


"Gimana pun juga mereka kan kembaran sama teman teman kamu. Masa kamu tega marahin mereka"


"Loh Kak Nana kok tau kita kembaran nya bang Aiden" ucap Alea dengan heran.


"Ya kan kalian bertiga wajahnya sama. Dulu aku hanya mendengar sekilas dari Aiden tapi, sekarang aku melihat kalian secara langsung" jawab Nana dengan tersenyum canggung. Aiden langsung merangkul Nana dengan posesif membuat keempat dari mereka memutar bola matanya dengan malas.


"Udah kali ya marah marah nya kan udah ketemu pawang" ucap Vina.


"Mana pawang nya cantik lagi" tambah Icang dengan tidak tau malunya. Aiden langsung menggeplak mulut Icang dengan tangannya. "Gak usah genit sama gadis gue"


"Hiyaaa Bucin" ledek Rei yang semakin membuat Aiden geram. Beruntung Nana menyuruh Aiden untuk kembali ke kelasnya kalau tidak mungkin urusan mereka pasti akan terus berlanjut. "Makasih ya Na" ucap Icang dan Rei kemudian berlari menyusul Aiden untuk kembali ke kelasnya.


"Yuk masuk" ajak Nana pada Alea.


"I ya ayo"