Hot Daddy

Hot Daddy
S.2. Eps.5 Toilet



Semua orang berkumpul di meja makan, Arsen dan keluarga kecilnya sedang melakukan sarapan pagi sebelum melakukan aktivitas masing masing. Aiden melirik jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul tujuh kurang sepuluh menit lagi. Sepuluh menit lagi bel sekolahnya pasti berbunyi. Aiden memilih untuk menyudahi makannya kemudian mengambil tas nya. "Mom, Dad, Aiden berangkat duluan. Sudah telat" ucap Aiden dengan raut wajah yang tanpa ekspresi. Arsen dan Arini langsung mendongakkan kepalanya menatap Aiden. "Biar Daddy yang antar kamu pake mobil bareng sama Adik adik kamu, sekalian Daddy juga mau pergi ke kantor" ucap Arsen. Arsen langsung mengambil tisu dan mengelap bibirnya dengan cepat. Alea dan Rei dengan cepat juga langsung menyudahi makannya, mereka tidak mau terlambat meskipun kemungkinan untuk tidak terlambat hanya lima persen saja. "Sebentar, Mommy ambilkan bekal kalian dulu" ucap Arini sambil beranjak dari meja makan. Rei dan Alea mengangguk secara bersamaan. Tiba tiba Rei menoleh pada Alea dan berbisik kecil. "Jangan buat masalah lagi di sekolah" ucap Rei.


Alea hanya mendengus sambil mengalihkan pandangannya ke arah lain. Dia tidak mau membuat paginya hancur gara gara Rei. Selang beberapa menit kemudian Arini kembali dari dapur dengan membawa empat kotak bekal makanan yang semua kotaknya bergambar Lee min ho idola kesukaannya. Kalian pasti tahu seberapa besar Arini menyukai Lee min ho. "Nah ini dia bekal kalian, ini adalah bekal spesial yang Mommy siapkan hari ini" Arini membagikan bekal pada Arsen dan si kembar. Seketika mereka saling melihat satu sama lain. Apalagi Arsen dia seperti tidak rela memakai kotak bekal yang itu. "Lee min ho lagi Lee min ho lagi, masih gantengan sehun tau Mom. Kenapa beli yang gambar Lee min ho semua sih" sebal Alea pada Arini. "Eitss jangan protes kan Mommy yang masak jadi terserah Mommy mau pake wadah yang kek gimana" ucap Arini.


Aiden hanya menghela nafas, daripada dia berlama lama disini lebih baik dia menunggu di luar. Aiden benar benar tidak mengerti dengan Arini  dan Alea. Bisa bisanya mereka menyukai Artis korea yang menurutnya bertubuh gemulai itu. Bukan kah lebih baik memilih yang lokal daripada produk luar itulah yang dipikirkan Aiden setiap kali mereka membicarakan tentang idolanya masing masing.


Di Sekolah


Aiden, Rei dan Alea sama sama terlambat dan mereka juga tidak lolos dari hukuman. Guru sudah memberikan mereka hukuman yang sesuai dengan keterlambatannya. Aiden dan Rei disuruh untuk membersihkan lapangan basket sedangkan Alea di bagian kamar mandi.  


Akhirnya Alea pergi ke kamar mandi sekolah untuk membersihkannya sesuai perintah gurunya tadi. Saat tiba disana dia sudah mulai mencium aroma yang tidak sedap. "Hiyeeek bau apaan ini" ucap Alea sambil menutup hidungnya dengan tangannya. Dia benar benar tidak tahan dengan bau itu. Alea mencoba membuka salah satu pintu kamar mandi tersebut. Dan pemandangan yang pertama kali ia lihat adalah.


"Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa"


Alea langsung berbalik sambil menutup mata dengan kedua tangannya. Yang ia lihat adalah seorang Siswa laki laki yang sedang buang air besar padahal itu adalah Toilet perempuan. "Apaan sih lo? Tutup lagi pintunya. Yaelah ganggu gue boker aja lo. kalau mau ikutan sini lo masuk"


"LO TUH COWOK NGAPAIN DI TOILET PEREMPUAN" ucap Alea sambil berteriak dengan keras. untung saja Toilet dalam keadaan sepi sehingga tidak ada yang bisa mendengar teriakannya. Orang itu hanya memutar bola matanya kemudian menutup pintunya kembali. "Awas jangan dibuka lagi gue mau lanjut boker " ancam cowok itu. Alea mengelus dadanya dengan sabar. Hari ini mata sucinya sudah ternodai. ya Alea sempat melihat barang milik cowok itu makanya dia berteriak tadi.