
Alea membuka matanya ketika merasakan tidak ada Aiden di sampingnya. Dia membuka matanya kemudian menguceknya perlahan. "Abang" panggil Alea sambil celingak celinguk mencari keberadaan Aiden. Namun ternyata Aiden tidak ada. Alea menemukan sebuah kertas di samping tempat tidur Aiden. Alea mengambilnya kemudian membacanya. "Abang ada keperluan mendadak jadi harus pergi sebentar" Alea mengambil nafas yang panjang kemudian dia turun dari kasur Aiden dan memakai sandalnya kembali. Sambil lalu Alea juga keluar dari kamar Aiden dan turun ke bawah untuk mencari Arini.
"Hujannya sudah reda, saya pamit dulu pak. Ada hal yang harus saya kerjakan lagi di kantor mengenai kerja sama perusahaan kita pak dan juga saya mau menyimpan berkas yang sudah ditanda tangani bapak ini dengan aman" ucap Rocky sambil memegang map berwarna biru itu. Arini melihat ke luar dan memang benar hujannya sudah berhenti. Arsen tidak mengizinkan Rocky pulang karena hujan dan menurut Arsen menyetir dalam keadaan hujan itu bisa sangat berbahaya makanya dia tidak mengizinkan sekretarisnya itu pulang. "Pastikan kamu menyimpan berkas itu dengan aman Rocky, karena itu berkas penting. Jangan sampe ada satu karyawan pun yang tahu dimana kamu meletakkan berkas itu" pesan Arsen. "Baik pak" Jawab Rocky. Dan ketika Rocky berdiriĀ untuk pulang tiba tiba Alea muncul dari arah tangga dengan muka kucelnya. "Mommy" panggil Alea pada Arini. Arini langsung menoleh ke arah Alea. "Kamu sudah bangun?" tanya Arini. Alea mengangguk lalu berjalan menghampiri Arsen dan menjatuhkan dirinya di sofa dan memeluk Arsen. "Abang mana Dad?" tanya Alea dengan wajah khas bangun tidurnya.
"Dia lagi ada urusan dan sudah minta izin Daddy juga" jawab Arsen sambil mengelus rambut Alea. Rocky sempat melihat ke arah Alea, tatapannya tidak dapat diartikan. Seperti ada magnet di mata Alea yang membuatnya terus ingin menatapnya. Rocky berdeham. "Kalau begitu saya permisi dulu pak" pamit Rocky. "Silahkan" jawab Arsen. Setelah itu Rocky berlalu pergi dan kembali ke kantor. "Dad, kapan kita akan berlibur? Alea sudah bosan di rumah terus. Alea butuh refreshing biar nanti pas di sekolah Alea semangat belajar" ucap Alea yang nyawanya sudah terkumpul semua. Arsen terkekeh kemudian mengecup kening Alea. "Kita tidak akan berlibur sebelum nilai nilai di sekolahmu tinggi, kemarin guru kamu sempat menghubungi Daddy dan dia bilang nilai kamu sangat buruk. Jadi jika kamu mau berlibur tingkatkan nilaimu"
"Mommy setuju, dan khusus Aiden dan Rei mereka bisa berlibur karena nilai mereka sangat memuaskan" Arini bukannya pilih kasih dia hanya ingin Alea mengutamakan sekolahnya dulu dibandingkan hal yang lain. Selama ini Arsen dan Arini selalu memanjakan Alea. Alea selalu mendapatkan apa yang dia mau. Mungkin mulai sekarang Arini akan bersikap tegas. "Kok gak adil gitu sih Mom, kita kan kembar masa abang boleh aku gak boleh" ucap Alea sambil cemberut. Arini hanya menggelengkan kepalanya. "Kembar tidak harus sama sayang, buktinya nilai abang kamu bagus dan kamu enggak. Itu artinya Abang boleh berlibur dan kamu harus belajar"
"Aisshh mommy mulai gak asik sama Alea"
"Hadiah apa?"
Arsen dan Arini saling berpandangan sambil tersenyum Arti membuat Alea semakin penasaran saja. "Yang penting kamu bagusin dulu nilaimu, hadiahnya sudah Daddy siapkan"
"Beneran?"
"Iya sayang" jawab Arini. Alea langsung kegirangan kemudian dia mengajak Arini untuk duduk bersamanya. Dan Alea memeluk keduanya secara bersamaan. "Semoga kamu terus bahagia dek" batin Rei dari kejauhan.