
"HEH ANAK GUEEEEE"
Teriakan Via mengundang beberapa tatapan mata, bahkan para suami juga ikut menoleh. Arini dan yang lainnya langsung melihat ke arah yang Via lihat. Terlihatlah Leon si kecil yang paling mungil sekarang berubah menjadi Leon yang cantik. Bagaimana tida, jika sekarang yang Via Lihat Adalah Leon yang memakai Wig rambut wanita dengan wajah nya yang diolesi sedikit make up. Dan jangan lupakan gaun kecil yang sekarang Leon pakai. Leon memonyongkan bibirnya pada Via seolah memberikan ciuman jarak jauh. Dengan cara jalannya yang lucu Leon berjalan menuju ke arah Via dengan digandeng Aiden. Sedangkan di arah lain Tika, Alea dan Rei terkikik geli melihat hal itu. Mereka tinggal menunggu Reaksi Via.
Gabriel dan Shila saling memandang satu sama lain sebelum menertawakan Leon. Arini bahkan juga ikut tertawa. Sedangkan Via hanya cemberut.
"Ma... Ma.... Abang catik kan..... " ucap Leon setelah berada di depan Via.
"Siapa yang mendandani kamu seperti itu? " tanya Via berkacak pinggang.
"Kakak Den.. Den.... " jawab Leon dengan entengnya. Leon tersenyum sambil menunjukkan dua gigi kelincinya pada Aiden. Aiden langsung membulatkan matanya ketika ia yang dituduh Leon. "Bukan Aiden Aunty"
"Kakak Den... den... ma ma... "
"Dasar setan kecil, bukan gue pelakunya"
"Den... den... "
"Ngajak baku hantam nih bocah" batin Aiden. Sudah untung dia mau nemenin Leon bermain tadi.
Sebelum Leon dibawa Alea dan Tika ke Kamar.
Leon langsung menolehkan kepalanya ke belakang dan melihat ke arah pelaku yang sebenarnya. Alea menjulurkan lidahnya ke arah Aiden dan Rei dia hanya mengedipkan matanya, padanya. Tentu saja mereka yang mendandani Leon, dan mereka hanya mengatakan pada Leon supaya menyebut nama Aiden ketika di tanya.
"Tapi Leon cantik loh Vi" ledek Arini yang membuat Via semakin kesal.
"Diem lo, ini pasti ulah Anak lo Si Alea sama Gabriel"
"Lah kok jadi anak gue? " ucap Gabriel tak terima.
"Emang kenyataannya gitu, Aiden mana bisa ngasih make up sebagus ini" jawab Via lagi.
"Tapi kan? "
Belum sempat Gabriel menyelesaikan bicaranya Via langsung berteriak
"ALEA, TIKA, REI SINI KALIAN" Via berdiri kemudian menghampiri mereka dan meninggalkan Leon yang tertawa karena rambut palsunya itu.
"Leon sini sayang sama Aunty dulu. Mama lagi cosplay jadi singa ngamuk. Leon disini aja ya biar aman" ucap Shila sambil mengambil Leon dan memangkunya. "Singa itu Leon Aunty bu.. kan mama" Leon mengerjapkan matanya pada Shila yang membuat Shila semakin gemas.
"Itu Lion sayang, kalau Leon ya ponakan, Aunty yang paling tampan"
"Tapi kan Leon cowok? " Sambung Arini.
"Iya kalau cowok itu ganteng sayang bukan cantik, kayak kakak Zain sama kakak Aiden. Mereka itu ganteng"
"Tapi kata Kak Rei Leon catik Aunty? Kakak Tika sama Alea bilang gitu juga"
"Anak Arini sama Gabriel emang sesat" cibir Shila
"Sembarangan aja lo daripada Zain, Cosplay jadi kulkas. Beda jauh sama Sifat lo sama kak Dani"
"Bagus dong, itu namanya benih kak Dani tokcer sampe menghasilkan Zain yang cool" Shila terkekeh.
"Benih itu apa Aunty? "
Shila langsung kelabakan mendapat pertanyaan seperti itu dari Leon. "Dasar Shila" batin Arini.
.
.
Sementara itu Via sibuk mengejar tiga bocah tersebut. Mereka tidak berhenti berlari malah semakin semangat. "Ayo dong kalian nyerah aja janji deh Aunty gak bakal marahin kalian" ucap Via dengan nafasnya yang tidak beraturan karena mengejar mereka.
"Aunty mah gak bisa di percaya" Ucap Tika.
"Iya bener kata Tika"
Via diam sambil mencari cara untuk menangkap anak anak tersebut. "Tadinya Aunty mau kasih Album EXO buat kalian berdua, dan Rei satu tiket untuk nonton bola. Berhubung kalian nolak yaudah Aunty jual lagi"
Via pura pura berbalik dan benar saja mereka langsung mendekatinya secara suka rela. "Jangan dong Aunty yang cantik, mending tuh Album buat kita aja"
"Tiketnya juga mending di kasih ke Aku aja Aunty" tambah Rei.
"Plisss Aunty"
Via menarik sudut bibirnya akhirnya mereka masuk dalam perangkap juga. Dalam hitungan ketika 3...2....1.....
"AMPUN AUNTY JELEK"