
Jam sudah menunjukkan pukul lima sore, Arini dan kedua anak kembarnya sedang menunggu kedatangan Arsen dan Alea. Arini juga sudah memandikan Aiden dan Rei. Hanya Alea saja yang belum ia mandikan karena masih dibawa Arsen. "Mas Arsen kok lama banget sih, Alea keburu malem ntar dimandiin nya" gumam Arini pada dirinya sendiri. Via turun dari lantai atas kemudian dia berjalan mendekat pada Arini. "Masih belum pulang juga?" tanya Via pada Arini. Arini mengangguk sambil mencari kehadiran Max yang sampai saat ini ia belum melihatnya. "Uncle Max mana?" tanya Arini pada Via. "Dia pergi ke luar katanya sih ada urusan tapi bentar lagi mungkin dia akan pulang" jawab Via. Kemudian Via mendekati Box Aiden. Kedua keponakannya sangat menggemaskan apalagi Baby Alea dia adalah satu satunya anak perempuan yang paling menggemaskan. Suara mobil sudah terdengar dari kejauhan, Arini yakin itu adalah suara mobil Arsen. Beberapa menit kemudian baru lah Arsen masuk ke dalam rumah sambil membawa Alea. Arini langsung tersenyum kemudian dia menghampiri Arsen sambil mengambil tas nya. "Alea udah tidur sebaiknya kamu jangan mandikan dia dulu. Dia baru saja tertidur. Tadi di kantor dia bermain bersama karyawanku yang lainnya"
"Memangnya Alea bisa bermain Mas? Dia masih bayi mana mungkin bisa bermain" jawab Arini sambil melihat ke arah Alea yang sudah tertidur. "Bercanda maksudnya, banyak karyawanku yang menyukainya" Arini mengangguk kemudian dia mengambil Alea dari gendongan Arsen. "Mas mandi dulu gih biar aku yang jagain Alea dulu. Habis ini aku mau siap siap untuk memasak buat makan malam kita" Arsen mencium Alea dengan perlahan supaya dia tidak bangun kemudian dia memberikannya pada Arini. "Jangan sampai dia terbangun" bisik Arsen. Setelah Arsen naik ke atas baru lah Via mendekati Arini lagi. "Lo yakin mau masak buat makan malem? Mending lo jagain si kembar aja ntar. Soal makan malam ini sudah jadi urusan gue sama Bi Mina" Arini menghela nafasnya kemudian melihat ke arah Via. "Harusnya ucapan lo untuk lo sendiri Lo kan hamil Vi, jaga kesehatan lo. Lo gak boleh melakukan pekerjaan yang berat berat apalagi yang sangat melelahkan"
"Cuma memasak doang gak berat Rin, lagian kalau gue udah gak bisa kan pasti bilang sama Bi Mina. Gue gak mungkin memaksakan diri juga kan" jawab Via lagi. Kalau sudah begitu Arini tidak bisa berkata kata lagi, yang penting dia juga sudah mengingatkan Via. "Oh iya gue mau pinjem Rei dulu ya, gue mau main sama dia. Boleh kan?" Via melihat ke arah Arini yang langsung diangguki olehnya. "Nanti kalau nangis lo cari gue aja gue mau nyusuin dia" Setelah mengatakan hal itu Via langsung membawa Rei pergi ke kamarnya. Dia sebenarnya ingin membawa Aiden tapi berhubung Aiden punya sifat yang sama dengan Arsen jadi Via mengurungkannya. Aiden pasti tidak bisa diajak bercanda olehnya. Berbeda dengan Rei dan Alea. Kedua bayi itu sepertinya sangat menyenangkan. "Rei ikut Aunty dulu ya, kita main sama Aunty" Rei hanya menggeliatkan tubunhya sebagai reaksi dari apa yang dikatakan Via tadi
Sambil menunggu Arsen selesai mandi, Arini langsung menidurkan Alea di box bayi sebelah Aiden. Merasa seperti ada orang lagi Aiden menolehkan matanya pada Alea, untuk beberapa saat mata Aiden melihat wajah Alea dengan tatapan yang sulit di artikan. "Aiden kok natap adek segitunya sih? Kejapa Nak?" tanya Arini yang penasaran. Aiden tiba tiba melengkungkan senyuman lagi tapi kali ini Arini melihat ada yang berbeda. Aiden punya lesung pipi Ternyata Aiden menyembunyikan lesung pipitnya di balik wajahnya yang kalem dan cool. "Ih Aiden punya lesung pipi manis banget senyumnya, bentar benar Mommy foto dulu ya" Arini mengambil ponselnya kemudian membuka aplikasi kameranya. Saat mengarahkan kameranya pada Aiden, Aiden berhenti tersenyum dia juga berbalik arah dan tidak melihat ke arah Alea lagi. "Aiden, Ayo senyum lagi Mommy pengen liat lesung pipi nya." ucap Arini pada Aiden. Tapi Aiden kecil malah tidak merespon dan memilih asik dengan dunianya sendiri.
Arsen baru saja selesai mandi, dia mengeringkan rambutnya dengan handuk supaya cepat kering. Lalu setelah itu dia mengambil pakaiannya dan memakainya seperti biasa. Setelah semuanya selesai baru lah dia turun ke bawah dan berkumpul bersama keluarga kecilnya. "Rei mana?" tanya Arsen tiba tiba. Arini langsung menoleh kemudian menjawab pertanyaan Arsen. "Lagi dibawa sama Via bentar. Oh iya Mas ternyata selama ini Aiden punya lesung pipi?" ucap Arini sambil memandang ke arah Arsen. "Masa sih? Tapi sampe sekarang aku belum lihat Aiden menunjukkan lesung pipinya" jawab Arsen. "Dia tersenyum sama Alea tadi makanya aku bisa lihat, senyumannya lebar gak kayak biasajya"
"Mungkin dia kangen sama Alea, kan tadi Alea tidak ada disini"
"Mungkin aja sih"