Hot Daddy

Hot Daddy
S.2. Eps 39 Siapa Nana sebenarnya



Valdo langsung melepaskan cengkraman Rocky pada Nana dengan kasar. Dengan seluruh kekuatannya Valdo juga menonjok Rocky sehingga tepar di lantai club dan pingsan. Hal itu mungkin karena Rocky terlalu Mabuk dengan dua botol minuman tadi. Tapi Valdo tidak peduli, yang ia pedulikan saat ini adalah Nana yang terlihat sang at ketakukan sekali. "Gue takut Val, gue.... "


"Sssstttt Na, tenang. lo aman sekarang. Harusnya gue langsung nganter lo pulang dulu. Ini salah gue, Sorry Na" Valdo memeluk Nana dengan erat. Ia bisa merasakan punggung Nana yang bergetar dengan hebat. Gadis itu menangis di pelukannya. Tanpa pikir panjang lagi Valdo langsung membawa Nana keluar dari club. Sebenarnya Valdo juga tidak mau ke club, hanya saja karena ada urusan mendesak terpaksa Valdo datang ke tempat tersebut.


Nana terus memeluk Valdo dan tidak melepaskannya sedikit pun. Kejadian itu mengingatkan Nana pada masa lalunya. Masa yang paling buruk bagi seorang Syifana Nadhifa Veroniza.


Syifana Nadhifa Veroniza Seorang gadis yang mempunyai masa lalu yang mengerikan. dibuang oleh keluarga kandungnya dan diperkosa secara keji. **Malam setelah pemerkosaan itu Nana memang dibawa ke rumah sakit akan tetapi Nana dinyatakan meninggal. Sosok yang membawa Nana ke rumah sakit begitu Syok dan terkejut. Dia tidak menyangka Nana pergi meninggalkannya dengan begitu cepat. Orang itu memaksa ingin masuk ke dalam kamar jenazah akan tetapi dokter melarangnya. Entah dengan alasan apa Dokter itu tidak memberikan izin masuk.


"Lebih baik anda segera pulang, pihak rumah sakit sudah menghubungi keluarga dari pasien"


"Dia sudah dibuang oleh keluarganya, keluarga mana yang lo maksud Hah?"


Dokter itu tersenyum kemudian menunjuk pada seorang laki laki yang berlarian menuju ke arah mereka. umurnya mungkin jauh lebih tua dari Aiden. Tapi Aiden tidak mengenali siapa dia. Setahu Aiden, Nana adalah putri tunggal dan tidak memiliki seorang kakak. Lalu siapa dia?


"Dokter, dimana jenazah adik saya? " tanya orang itu pada Dokter.


"Anda bisa melihatnya di kamar Jenazah sebelah sana" ucap Dokter itu sambil menunjukkan tangannya pada kamar Jenazah.


Orang itu yang tak lain adalah Revaldo langsung mengalihkan pandangannya ke arah Aiden. Tanpa bertanya pun Valdo langsung mengetahui siapa Aiden. "Lo, temennya Nana kan? " tanya Revaldo yang dijawab dengan anggukan oleh Aiden. "Lo boleh pulang sekarang, jenazah Nana biar gue yang urus. Kasian orang tua lo, mereka pasti khawatir kalau lo belum pulang juga"


"Atas dasar apa gue harus percaya sama Lo?"


Valdo tersenyum manis kemudian mengulurkan tangannya pada Aiden. "Gue Revaldo Ell Varriz, Kakak sepupu nya Nana. Lo gak tahu karena Nana mungkin gak pernah nyeritain gue. Tapi yang pasti gue gak sama dengan keluarga kandungnya yang membuangnya. Gue yang selalu ada di saat Nana butuh. Lo bisa percaya sama gue"


Aiden hanya terdiam, dia baru mengetahui Fakta ini.


Valdo menarik nafasnya sambil memandang ke arah Aiden "Gue mau lo cerita apa yang sebenarnya terjadi sama Nana?"


Aiden menghela nafasnya sambil menceritakan semua yang ia lihat pada Valdo. Ekspresi wajah Valdo langsung berubah menjadi sendu setelah mendengar hal itu. "Gue gak akan tinggal diam, gue harus mencari keadilan buat Nana. Besok siang gue akan datang ke sekolah Nana dengan membawa polisi. Lo bisa bantu gue kan? "


"Pasti gue bantu, tapi sebelum itu gue minta sama lo kak. Izinin gue melihat Nana untuk terakhir Kali nya. Dokter tidak mengizinkan gue untuk masuk" Aiden menatap Valdo dengan penuh permohonan.


Aiden dan Valdo melihattubuh yang kaku itu dengan perasaan yang sama. Dokter mengatakan Nana tidak bisa bertahan di karenakan penyiksaan yang dilakukan pasca pemerkosaan itu. Aiden meneteskan air matanya, dia menyesal karena tidak bisa melindungi Nana, teman sekaligus wanita yang ia sukai.


"Kak, Boleh gue nyium Nana"


Valdo mengangguk dan membiarkan Aiden mencium Nana. Dapat Valdo lihat bahwa Aiden sangat kehilangan Nana.


"Gue berharap lo bisa mendapat keajaiban Na, gue pengen lo hidup" Valdo terkekeh sendiri ketika ia memikirkan hal yang sangat mustahil itu.


"Cuppp"


Aiden mencium Nana di bagian bibirnya. "Gue sayang Lo Na"


(Flasback selesai)


"Makasih ya kak, udah selalu Ada buat Aku" ucap Nana setelah dirinya agak tenang.


"Ya udah kita pulang yuk, habis ini kamu juga harus istirahat**"


"Seandainya dia tahu Nana masih hidup" batin Valdo.


.


.


.


Rocky terbangun dan membuka matanya dengan berat, dia melihat ke sekelilingnya yang sangat gelap. Club sudah sangat sepi dan hanya menyisakan Rocky dan petugas Bersih bersih Disana. Dengan sedikit kesadarannya Rocky melihat jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul dua pagi. "Aku harus pulang, bisa bisanya gak ada satu pun yang ngebangunin aku" Racau Rocky.