
Hari ini Rocky terlihat sangat sibuk di kantor. Dia diberikan amanah oleh Arsen untuk mengurus acara yang akan diadakan untuk semua karyawan kantornya. Acara ini bukan merupakan acara formal melainkan acara untuk menyenangkan mereka.Sebenarnya sudah lama Arsen merencanakannya tapi baru ia bisa wujudkan sekarang. "Sssttttt Rocky" Seseorang memanggil Rocky dari arah samping. Rocky langsung menoleh dan mengangkat alisnya kepada orang itu. "Sebenarnya ini ada apa sih? Kenapa sekarang kantor malah dihias kayak gini. Bukannya ulang tahun pak Arsen masih lama. Dan kamu tahu sendiri kan Pak Arsen juga tidak suka dirayakan ulang tahunnya" ucap orang itu pada Rocky. "Ini bukan untuk ulang tahun pak Arsen, tapi ini pesta untuk semua karyawan kantor" jawab Rocky kemudian berlalu pergi. "Apa? Pesta? Pasti ada banyak makanan dong" batin pria itu sambil membayangkan semua makanan dalam pikirannya.
Arsen telah selesai menandatangani semua berkas yang perlu dia tanda tangani. Semua pekerjaannya sudah selesai dengan tepat waktu. Dan sekarang waktunya dia untuk memantau kantor. Rocky juga baru saja memberinya laporan kalau kantor sudah siap. Hanya tinggal menunggu sedikit reservasi lagi. Arsen beranjak dari kursi kebesarannya kemudian keluar dari ruangannya. Dia mengecek seluruh pekerjaan Rocky. "Selamat siang pak" ucap salah seorang karyawan perempuan pada Arsen. Arsen mengangguk sambil membalas sapaan wanita itu. "Siang, dimana karyawan yang lain?" tanya Arsen pada wanita itu. Wanita itu menunduk dengan hormat. "Ini sudah jam makan siang pak dan mungkin mereka sedang mskan siang" jawab wanita itu dengan sopan. Arsen melihat jam tangannya yang memang sudah menunjukkan jam makan siang.
"Oke, saya punya tugas buat kamu. Tolong sampaikan pada semua karyawan di kantor termasuk OB untuk datang ke pesta malam ini. Tidak usah berpakaian formal karena ini pesta untuk kalian. Untuk undangannya kamu bisa langsung minta ke Rocky dan bilang saja kamu disuruh oleh saya. Paham?" tanya Arsen sambil melihat ke arah karyawannya itu. "Baik pak"jawab wanita itu sambil tersenyum. Arsen mengangguk kemudian dia pergi lagi.
.
.
Alea tiba tiba mengulurkan tangannya pada Arsen. Meskipun tidak terang terangan tapi Arsen sudah mengerti. Itu Artinya Alea minta digendong olehnya. Dengan segera Arsen mengambil Alea kemudian menggendongnya. "Emmgggg brrrrrrrrr" Alea bermain main dengan bibirnya. Membuat Arsen gemas sekali. Arsen mencium pipi Alea berkali kali. "Gemesnya putri Daddy emmmm" Max yang berada di sebelah Arsen hanya menggekengkan kepalanya. Max sudah yakin kalau suatu saar Arsen akan menjadi Daddy yang posesif untuk kedua kalinya. Kalau dulu untuk Arini tapi sekarang untuk Alea. Lain hal nya dengan Aiden dan Rei. Mereka menunjukkan wajah datarnya saja. Sepertinya Rei sudah mulai belajar dari Aiden bagaimama cara menunjukkan wajah dingin. Karena Rei yang biasanya adalah yang selalu bercanda dan tertawa.
Suara ketukan sepatu mulai terdengar. Arsen dan Max mengangkat wajah mereka dan mencari suara itu. Wajah mereka tegang untuk beberapa saat. Melihat pemandangan indah yang di depannya itu. Arsen dan Max bahkan sampai lupa mengedipkan matanya ketika melihat hal itu. "Kalian?"