
Arini sungguh tidak menyangka jika Arsen memberikannya hal yang sangat berarti untuknya. Berbagai macam lukisan Arsen persembahkan hanya untuk Arini. Arini sangat menyukai seni lukis oleh sebab itu Arsen memberikannya beberapa lukisan. Dan salah satunya adalah lukisan pemandangan di jepang. Lukisan yang itu adalah hasil lukisan Arini sendiri yang sekarang sudah dipajang di negara jepang. Tapi Arsen masih belum mengetahuinya karena memang Arini masih belum setuju untuk mengekspos siapa dirinya di media sosial. "Kamu suka sayang?" tanya Arsen pada Arini. Arini hanya mengangguk. Lalu matanya tertuju pada lukisan yang bergambar seorang wanita yang sedang memainkan Biola. Arini tiba tiba teringat akan bundanya yang selalu mengajarkannya banyak hal.
"Suka Mas, makasih ya" Arsen mengangguk lalu kemudian dia memberikan kesempatan untuk yang lain. Ketiga sahabat Arini langsung maju bersamaan. Mereka menitipkan kue nya pada Bi Mina yang sedang berdiri disana. "Peluk dulu guys" ucap Gabriel. Via mengangguk lalu mereka bertiga memeluk Arini secara bersamaan. "Selamat ulang tahun Arini sayang, semoga di ulang tahun lo hari ini lo bisa menjadi yang lebih baik dari sebelumnya. Dan kita semua berharap lo bisa segera masuk kuliah kembali karena kita semua kangen sama lo
termasuk dosen kesayangan lo itu, siapa lagi kalau bukan Pak Antoro" ucap Via mewakili kedua temannya.
Arini terkekeh pelan kemudian semakin mengeratkan pelukannya. "Thankz ya buat lo semua, gue bakal masuk kembali kalau anak gue udah lahir. Gue gak mungkin kuliah dalam keadaan hamil seperti ini. Apa kata orang nanti." Arsen lalu berjalan menghampiri mereka lagi. "Kamu masih mau kuliah kan? Lebih baik kamu kuliah saja? Soal kehamilan aku bisa membantumu mengatasinya." Arini langsung menoleh dan melihat ke arah Arsen dengan terkejut. "Kamu membolehkanku kuliah Mas?"
"Sebenarnya aku tidak ingin memperbolehkanmu, tapi jika ini menyangkut masa depanmu sepertinya aku harus tegas. Kamu boleh kuliah dengan syarat kamu akan ditemani Bi Mina ketika masuk kuliah nanti. Karena aku juga tidak mau kamu dan anak kita kenapa kenapa nanti" Arini mengembangkan senyum di bibirnya lalu tak lama kemudian senyum itu hilang dan berubah menjadi raut wajah yang sedih. "Tapi Mas apa kata teman teman nanti kalau tahu aku kuliah dalam keadaan hamil?" Via yang mendengar hal itu langsung bergerak maju. "Lo tenang aja Rin, selama masih ada kita lo pasti bakal aman. Gue, Shila dan Gabriel gak akan ngebiarin orang ganggu lo, dan gue bisa ngejamin itu. Asalkan lo mau kuliah saja"
"Uncle, bisa gak tolong hilangkan kata hitam dan dekilnya. Karena dari dulu sampai sekarang pun aku masih tetap cantik" ucap Arini sambil mengibaskan rambutnya kepada Max. Max hanya mengelus dada atas kelakuan kakak iparnya ini. Baru saja Max akan bicara lagi tapi Via keburu menyentuh lengannya. "Ngalah sama ibu hamil napa Mas" Arini menjulurkan lidahnya kepada Max seolah olah dia sedang mengejek Max. Lalu kemudian sekarang giliran Nichole dan Sunshine. Nichole hanya menyalaminya sebentar kemudian segdra mengucap selamat ulang tahun. "Selamat ulang tahun kakak, semoga dede bayinya cepet brojol ya. Sudah tidak sabar menunggunya" itu adalah ucapan ulang tahun yang paling Absurd bagi Sunshine.
"Terima kasih buat kalian semua, dan tunggu tadi Bi Mina yang teriak teriak di luar itu...rencana kalian?" tanya Arini. Bi Mina yang menjadi topik pembicaraan pun hanya bisa geleng geleng kepala.
"Iya itu rencana kami, lebih tepatnya rencana suamimu yang sangat konyol itu" Sindir Max. Tentu saja konyol karena rencananya juga tidak ada hubungannya dengan acara ini. Sudah dibilangi berkali kali pun Arsen masih tetap keukeh hingga akhirnya Max membiarkan Arsen melakukannya. Yang penting dia tidak ikut ikutan karena Max masih punya rasa malu dibandingkan Arsen. "Ternyata kamu lebih kaku dari yang kubayangkan Mas" ucap Arini.