
Selama perjalanan menuju ke sekolah Alea, Rocky tidak berhenti melirik Alea meskipun dirinya sedang menyetir. Tangan kanan Rocky berada di atas paha nya dan mengetukkan jarinya. Rocky sangat ingin sekali memegang tangan Alea tapi dia takut Alea akan marah. Alea sibuk dengan ponselnya sambil senyum senyum sendiri dan itu membuat Rocky curiga kalau Alea sudah mempunyai pacar di sekolahnya. "Jangan pacaran dulu, kamu masih kecil. Lebih baik fokus sekolah aja" ucap Rocky membuka suara. Alea langsung menoleh ke arah Rocky dan mengangkat sebelah alisnya. "Terus om yang udah tua kenapa gak nikah nikah" Jawaban Alea mampu membuat Rocky meneguk ludah. Dia termakan oleh omongannya sendiri. Alea menarik sudut bibirnya kemudian menaruh ponselnya. Sekarang Alea bersedekap dada sambil memperhatikan Rocky. "Kalau dilihat lihat om itu masih Ganteng meskipun umurnya sudah tua tapi seumur hidup Alea, Alea belum pernah melihat om sama cewek. Atau jangan jangan selama ini om gak suka cewek"
Rocky langsung mengerem dengan mendadak untung saja Alea memakai sabuk pengaman jadi dia tidak terpental sedikit pun. Alea semakin tersenyum ketika melihat wajah panik Rocky. "Bener kan apa yang Alea duga?"
"Ohhhh ****, semakin dia begitu semakin dia terlihat menggoda" batin Rocky. Rocky langsung menoleh ke arah Alea dan mendekatkan wajahnya pada wajah Alea. Seketika Alea yang tadinya mengejek langsung terdiam. Wajah mereka hanya berjarak beberapa senti. Alea bahkan sampai menahan nafasnya ketika melihat bibir Rocky. "Kamu benar, aku gak suka cewek. Tapi aku suka ini"
"Cupppp"
Rocky langsung mengecup bibir Alea singkat. Alea akan berteriak dan membuka mulutnya tapi hal itu malah diambil kesempatan oleh Rocky. Rocky memasukkan lidahnya ke dalam mulut Alea. Alea yang kaget tidak bisa melakukan apa apa. Rocky terus memperdalam ciumannya. Dia sudah menunggu momen ini selama bertahun tahun dan hari ini akhirnya terwujudkan juga. Setelah beberapa menit akhirnya Rocky melepaskan bibir Alea. "Maaf" ucap Rocky pada akhirnya. Rocky tidak melihat respon Alea lagi dan langsung melanjutkan perjalanannya.
.
.
.
Bruuummm bruummmmmm
Aiden dan Rei melajukan motornya dengan sangat cepat. Mereka berdua bertaruh tentang siapa yang nyampe ke sekolah duluan. Rei tidak mau mengalah begitu saja dia terus menambah kecepatan motornya sehingga dia lebih unggul daripada Aiden. Dan sekarang Aiden memperlambat motornya dan membiarkan Rei semakin jauh darinya. Aiden langsung membelokkan motornya ke arah lain, dia punya pikiran yang licik dibandingkan saudara kembarnya itu. Rei melihat ke arah spion dan senyumnya mengembang ketika melihat tidak ada Aiden di belakangnya. Berarti Aiden tertinggal jauh darinya. "Lo gak akan bisa menang lawan gue bang" Gumam Rei dengan wajah bangganya.
Beberapa menit kemudian, Rei sudah mulai memasukin Area sekolah. Dengan santainya dia memarkirkan motornya di tempat yang biasanya. Tapi setelah melihat seseorang disitu senyum yang dari tadi mengembang sudah hilang. Ternyata Aiden lebih dulu tiba dibandingkan dirinya. "Ku kira suhu ternyata cupu" Aiden membuang rokoknya kemudian pergi begitu saja meninggalkan Rei yang masih kesal karena dia kalah.
Suara mobil mengalihkan perhatian Rei, Rei melihat Alea yang baru saja sampai. "Perasaan tadi Alea berangkat duluan kenapa nyampe nya duluan aku. Jakarta juga lagi gak macet" batin Rei.
"Maaf atas yang tadi" ucap Rocky dari dalam mobil.
"Hmm" jawab Alea.
"Tadi mobilnya mogok makanya lama" jawab Alea. Rei hanya mengangguk dan percaya saja.
"Yaudah ayo masuk kelas"
"Bang Aiden mana?"
"Udah masuk duluan" jawab Rei lagi.
Alea mengambil tangan Rei dan menggandengnya sehingga banyak cewek yang menatapnya dengan sinis. Bukannya takut Alea malah tertawa rasanya begitu menyenangkan melihat mereka seperti itu. Rei tahu Alea sedang membantu dirinya. Rei mengacak acak rambut Alea membuat semua cewek semakin marah pada Alea. "Gak usah liat liat, gue colok juga mata lo nih"
"Jauh jauh deh lo dari Rei, lo gak pantes ada di samping dia" ucap Siska selaku kakak kelas Alea yang terkenal dengan tukang bully di sekolah Alea. "Ya gak bisa lah lampir, Dia itu kembaran gue. Untung Bang Rei kembarnya sama gue bukan sama lampir kayak lo"
Rei tertawa dan mengacungkan jempolnya pada Alea. Siska terlihat sangat marah dia mendekati Alea dan akan melayangkan tamparan untuknya. Tapi Rei menahannya. "Gak usah gangguin adek gue kalau lo masih mau di sekolah ini" Rei menatap tajam Siska yang membuat nyali Siska mencium. Alea tertawa cekikikan sambil menjulurkan lidahnya pada Siska. "Babayyy lampir"
"Ayo dek"
Siska menghentakkan kakinya dengan kesal. "Awas aja lo, gue gak peduli mau lo kembarannya atau bukan gue bakal balas dendam sama lo"
NB: Mohon Maaf Jarang Update, Author Sibuk Sekolah Ditambah lagi bentar lagi mau ujian.
Makasih buat yang masih setia menunggu
Salam hangat
Ririn calliesta