Hot Daddy

Hot Daddy
S.2 Eps 4. Suasana pagi hari



Keesokan harinya, pagi pagi sekali Arini sudah memasak. Dia memang harus memasak pagi agar anak anak dan suaminya bisa sarapan karena mereka harus pergi ke sekolah dan kantor. Jam sudah menunjukkan pukul setengah tujuh tapi tidak ada tanda tanda dari mereka kalau sudah bangun. "Bi, Bi Sumi tolong kesini sebentar Bi" panggil Arini pada pembantu barunya itu. Karena Bi Mina sudah lama berhenti karena faktor usia yang mengharuskan Bi Mina untuk berhenti bekerja. "Iya Non" jawab Bi Sumi dari kejauhan. Bi Suki yang sedang menyapu langsung meletakkan sapunya dan menghampiri Arini. "Ada apa non manggil saya?" tanya Bi Sumi pada Arini sambil memandang wajahnya. "Tolong gantikan aku sebentar Bi, aku mau bangunin Mas Arsen sama anak anak dulu" jawab Arini. Bi Sumi mengangguk lalu dia mengambil alih masakan Arini. Sedangkan Arini dia langsung pergi ke atas untuk membangunkan mereka. "Ini sudah hampir jam tujuh dan mereka masih belum bangun juga" gumam Arini. Arini langsung menuju ke kamar Aiden terlebih dahulu. Dia mengetuk pintunya sebelum masuk. Saat Arini membuka pintu ternyata Aiden sudah siap dengan seragam sekolahnya. Aiden langsung mengangkat wajahnya ketika melihat pintu kamarnya terbuka. "Langsung turun ke bawah ya, Mommy sudah nyiapin sarapan buat kalian" ucap Arini sambil tersenyum.


Aiden mengangguk sedikit lalu kembali melanjutkan memakai ikat pinggang. Arini yang sudah memahami karakter Aiden untuk tidak banyak bicara langsung keluar dan melanjutkan ke kamar Rei. "Memang lagi tampan ku memang lagi tampan, tampan tampan gini tetap ku masih jomblo" itu adalah suara Rei yang sedang bernyanyi di dalam. Rei menyisir rambutnya sambil menghadap ke cermin sambil bernyanyi . Arini hanya menggelengkan kepalanya mendengar suara Tei dari luar. Itu artinya Rei sudah bangun. Kini tinggal Alea dan Arsen. Anak bungsunya itu memang sangat pemalas sekali. Dia tidak akan bangun sebelum dia dibangunin. Arini harus ekstra sabar dalam menghadapi Alea. Karena pintunya tidak dikunci Arini langsung masuk saja ke dalam kamar Alea. "YA AMPUN ALEAAAA" Arini benar benar terkejut melihat kondisi kamar Alea yang seperti kapal pecah. Semua baju yang di lemarinya sekarang tergeletak di lantai bawah. Sedangkan pelakunya hanya menyengir pada Arini. "Alea nyari kaos kaki pink Alea mom tapi gak ketemu" ucap Alea sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.


Arini kemudian berjalan ke arah Alea dia membantu Alea untuk mencari kaos kakinya. Tapi ketika matanya melihat sesuatu Arini menggelengkan kepalanya dengan heran kemudian mengambil benda itu dari dalam lemari. "Ini kaos kakimu kan? Kamu tidak perlu membongkar semua isi lemarimu seperti ini sayang. Ini kaos kakimu sudah berada di rak depan padahal" ucap Arini. Alea hanya tersenyum malu malu. "Ya sudah sekarang cepat kamu mandi biar Mommy yang bereskan semuanya" lanjut Arini. "Iya siap Mom" jawab Alea. Kemudian Alea mengambil handuknya dan langsung masuk ke dalam kamar mandinya. Arini menghela nafasnya lalu degera memungut semua pakaian Alea yang berserakan. Entah kapan Alea bisa belajar mandiri.


Arini menepuk keningnya dengan pelan. "Gara gara anak anak aku sampe lupa harus bangunin Mas Arsen"