
Alea mengikuti Aiden Dari belakang, perasaannya sudah tidak enak. Dia tahu Aiden sedang menahan amarah. Terlihat sekali di wajahnya. Tapi Alea tidak tahu apa yang membuat abang nya itu marah.
Sedang kan dia tidak merasa membuat kesalahan.
Alea diam diam menyenggol tangan Rei sampai Rei menoleh padanya. "Bang Aiden kenapa? " tanya Alea sambil berbisik. Rei hanya mengangkat bahunya dengan acuh tak acuh. Rei tidak Mau ikut campur dengan kemarahan Aiden yang sekarang. Karena Rei sendiri tahu gimana Aiden kalau sedang emosi. Alea mendengus ketika dia dicuekin oleh Rei. Dalam hatinya dia berharap Aiden tidak marah pada nya. Alea berpikir mungkin Aiden sedang badmood makanya dia seperti itu.
Setelah tiba di parkiran sekolah, Aiden langsung menaiki motor nya dan memakai helm nya dengan asal asalan. Aiden menatap Alea dengan tajam sambil memberi kode agar segera naik ke motor nya. "Abang kenapa sih? Kok liat nya gitu banget" ucap Alea sambil membalas tatapan tajam Aiden. Akhirnya dia memberanikan diri untuk mendekat dan mencium pipi Aiden seperti yang biasa ia lakukan.
"Kamu memang tidak tau apa pura pura tidak tahu! " ucap Aiden dengan sinis.
Seketika Alea langsung tersentak dengan nada suara Aiden. Tidak biasa nya Aiden berbicara dengan nada seperti itu. Mata Alea berkaca kaca karena perkataan Aiden tadi. Rei yang melihat itu menghela nafas nya dengan kasar. Kemudian ia menghampiri Alea dan menggendongnya sehingga Alea duduk di atas motor Ninja Aiden.
"Pegangan!"
"Gak Mau"
"Jangan bikin abang tambah marah sama kamu"
"Emang salah Alea dimana? sampe bikin abang marah gini"
Aiden tidak menjawab lagi, dia memilih menghidupkan mesin motor nya. Kemudian menarik tangan Alea dengan paksa dan menaruhnya dia perut nya.
"Jangan ngebut ngebut bang, gue tau lo lagi emosi. Kendalikan emosinya" ucap Rei sambil melihat ke arah Aiden. Aiden hanya menjawab nya dengan anggukan.
Setelah itu Aiden mulai menjalankan motor nya dan meninggalkan parkiran sekolah nya dan Rei sendirian.
.
.
Sementara itu Rocky sedang menemani Arsen di ruang rapat. Sebagai Sekretaris Arsen dia mencatat semua hal penting yang menjadi topik dalam rapat hari ini.
"Setelah ini Saya ingin kalian mengumpulkan desain yang saya minta di meja saya, saya akan memberi kalian waktu seminggu untuk menyelesaikan desainnya" Arsen berdiri sambil melihat ke arah mereka satu persatu.
"Baik pak" jawab mereka semua.
"Ajari aku sepertimu suhu"
Ups
Rocky langsung menutup mulutnya dengan rapat, dia keceplosan mengatakan seperti itu. Untung saja Arsen sudah keluar. "Untung Camer ga denger" gumam Rocky.
Rocky langsung membereskan semua yang ia bawa kemudian langsung keluar untuk menyerahkan berkas berkas yang lainnya pada Arsen.
.
.
Aiden dan Alea telah sampai duluan di rumah. Alea langsung turun dari motor tanpa menunggu Aiden terlebih dahulu. Alea langsung masuk ke dalam rumah dan melewati Arini yang sedang duduk di ruang keluarga sambil menonton TV. Arini yang fokus menonton berita sampai tidak menyadari kalau Alea sudah pulang.
Aiden langsung menyusul Alea tapi sebelum itu dia menemui Arini dulu. "Mom" panggil Aiden.
Arini langsung menoleh.
"Udah pulang? Rei sama Alea mana? "
Aiden mengangguk.
"Rei masih di jalan, Alea pasti langsung masuk ke kamarnya. masa Mommy ga lihat? "
"Mommy tadi fokus nonton berita mana Mommy tau kalau Alea udah pulang"
"Yaudah Aiden Mau ke kamar Alea dulu" Tanpa menunggu jawaban Arini, Aiden langsung naik ke arah tangga untuk menuju ke kamar Alea.
Mohon maaf baru sempet Update
oh iya