Hot Daddy

Hot Daddy
Arsen kecelakaan



Setelah memberi makan semua singanya, Arsen kembali pulang ke rumah. Hari ini ia akan membahas masalah perusahaan bersama dengan Max. Sebentar lagi Garda akan menyerahkan salah satu perusahaannya kepada Max. Dan Arsen juga turut mendukung dalam hal ini. Arsen melihat jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul sebelas siang. Sebelum pulang ia ingin membeli sesuatu untuk Arini. Setidaknya Arsen tidak pulang dengan tangan kosong, Arini pasti lapar di jam jam seperti ini.


Arsen membelokkan mobilnya ke sebuah restoran, kemudian ia turun dari mobil. Arsen mengunci mobilnya dengan remote kecilnya setelah memastikan mobilnya aman baru Arsen masuk ke dalam. Tanpa diketahui olehnya seseorang yang sudah mengikutinya dari tadi berjalan mengendap   endap dari belakang. Orang itu menoleh kesana kemari kemudian membuka kap mobil Arsen. "Sebentar lagi nyawamu akan hilang" ucap orang itu sambil tertawa kecil. Kemudian dengan lincahnya tangannya memutuskan salah satu kabel mobil hingga terputus.


"Arsen Arsen, kita lihat saja sampai sejauh mana kamu bertahan setelah ini. Ah tidak, maksudku apakah kamu bisa menyelamatkan dirimu dari maut yang akan menimpamu kali ini?" orang itu menyeringai dengan puas lalu kembali menutup kap mobil Arsen. Setelah itu ia kembali melirik sekitarnya dan segera pergi.


Sementara itu Arsen baru saja keluar dengan menenteng beberapa kantong plastik yang berisi makanan, Arsen mengklik kembali remote nya dan membuka pintu mobilnya. Meletakkan kantong makanan itu di belakang dan segera duduk di kursi kemudinya. Arsen memundurkan mobilnya lalu berbalik arah baru setelah itu ia pergi meninggalkan restoran itu.


Arsen terus saja tersenyum membayangkan Arini yang pasti akan menyukai makanan yang ia bawa. Ia memesan semua makanan Favorit Arini. Tapi di sela sela perjalanannya entah kenapa mobilnya tidak bisa dibelokkan, Arsen mencoba memutar setir mobilnya tapi tetap saja tidak bisa. Sementara itu di depannya ada sebuah truk yang melaju dengan sangat kencang, Arsen berusaha lagi barang kali ini hanya sedikit kerusakan, tapi seberapa keras pun ia mencoba hasilnya tetap saja. Mobilnya tidak bisa dibelokkan.


Truk sudah semakin dekat, Arsen tidak bisa pasrah begitu saja. Ia membuka pintu mobilnya dan segera melompat keluar, ia tahu resikonya sangat berbahaya, tapi akan lebih berbahaya lagi jika ia masih tetap diam di dalam mobilnya.   CIIIIIIITTTT BRUGGHTTT tidak dapat dihindari lagi, mobilnya bertabrakan dengan truk besar itu. Arsen jatuh ke aspal jalanan dengan keadaan kepalanya yang sedikit bocor dan luka  luka di lengan kanan dan kaki sebelah kirinya akibat gesekan aspal itu.


Orang orang mulai mengerubungi Arsen, mereka menolong Arsen. "Pak Apa Anda tidak apa apa? Sebaiknya bapak harus segera dibawa ke rumah sakit, luka di kepala bapak cukup parah" ucap salah satu warga sekitar yang kebetulan tadi lewat di jalan itu. "Ah tidak, saya baik baik saja. Luka ini hanya luka kecil tidak perlu dibawa ke rumah sakit segala"


Arsen mengangguk. "Terima kasih atas pertolongan kalian semua, tapi saya baik baik saja. Saya masih bisa pulang sendiri dan tidak perlu ke rumah sakit." Semua orang yang ada disitu saling berpandangan satu sama lain, Arsen mengatakan dirinya baik baik saja sementara kepalanya terus mengeluarkan darah. "Baiklah, kalau begitu kami permisi dulu" ucap mereka yang langsung diangguki oleh Arsen.


Sementara itu Max, Via dan Arini tengah menonton film bersama. Mereka menonton film horor yang kebetulan saat ini tengah tayang di televisi. Meskipun masih siang tapi auranya terasa mencekam saat tiba tiba hantu itu muncul dengan tiba tiba  apalagi dengan wajahnya yang rusak dan hancur. Via menutupi wajahnya dengan bantal sofa, ia tidak berani melihat wajah hantu itu.


Max terus terkekeh melihat Via yang ketakutan tapi masih sering mengintip di balik bantalnya, kekasihnya ini sungguh menggemaskan sekali. Seandainya ia hanya berdua dengan Via mungkin sekarang mereka saling berciuman satu sama lain. Berhubung masih ada Arini, Max jadi tidak bisa melakukannya. "Tuh setan tidak lebih seram dari Daddy saat marah" Gumam Arini. Arini pernah melihat sendiri bagaimana Arsen ketika marah, wajahnya lebih menakutkan daripada hantu di televisi itu. Ia bergidik ngeri ketika membayangkan Arsen ketika marah.


Bel rumah tiba tiba berbunyi, Arini mengernyitkan keningnya, disaat jam jam seperti ini siapa yang mau bertamu ke rumahnya. "Bi, Bi Mina bukain pintu dulu Bi" teriak Max. Bi Mina dengan tergopoh gopoh langsung keluar dari dapur dan membukakan pintu. Seketika matanya membelalak kaget melihat keadaan majikannya yang pulamg dengan kepala yang penuh darah. "Ya ampun Tuan, kenapa bisa seperti ini?"


Arini yang mendengar Bi Mina memanggil Tuan langsung beranjak dari tempat duduknya dan menghampiri Bi Mina. "Astaga, Daddy? Kenapa kepala Daddy bisa berdarah darah?" ucap Arini saat melihat Arsen pulang dengan kepala yang bocor dan Tubuhnya yang penuh dengan luka luka. Arsen tidak kuat menopang tubuhnya lebih lama lagi, akhirnya dia tidak sadarkan diri juga. "Uncleeee, Tolongin Arini" teriak Arini saat Arsen sudah pingsan di hadapannya. Arini benar benar khawatir dengan keadaan Arsen saat ini, tidak biasanya Arsen terluka sampai seperti ini. Sebenarnya apa yang terjadi pada Daddy nya itu?.