Hot Daddy

Hot Daddy
S.2 Eps 2. Terlalu tampan



"Goreng ikan itu Rei, awas jangan sampai gosong" ucap Arini yang juga sibuk di dapur. Setelah disidang oleh Arsen dan Aiden akhirnya Rei diberi hukuman untuk membantu Arini memasak di dapur. Dengan wajah yang bersungut sungut Rei membantu Arini memasak. Berulang kali dia menyeka keringatnya karena tidak biasa menggoreng ikan apalagi memasak. Sampai akhirnya Rei mematikan kompornya kemudian merengek pada Arini "Rei banyak PR Mom lanjut nanti aja yah bantuinnya" ucap Rei berusaha mencari alasan. Padahal sebenarnya dia ingin bermain game di kamarnya. Arini menolehkan kepalanya pada Rei kemudian mengisyaratkan Rei untuk menoleh ke belakang. Rei pun mengikuti arahan Arini. Seketika dia langsung cengengesan. Tangannya juga langsung menghidupkan kompornya kembali. "Wow bentar lagi matang nih Mom ikannya, habis itu Rei bantuin apa lagi" ucap Rei berpura pura semangat. Arsen hanya menggelengkan kepalanya, dia berdiri di sisi dapur sambil bersedekap dada. "Benar benar persis seperti Max" Gumam Arsen. Arini tersenyum ketika melihat Rei yang dengan serius menggoreng ikannya. Sebenarnya dia tidak ingin Rei seperti itu tapi siapa yang berani menolak jika Arsen yang sudah berkata.


Sedangkan di sisi lain, disaat Aiden sibuk membaca buku di tangannya, Alea berkeliling di area taman sambil memperhatikan area sekitarnya. Sampai akhirnya Alea tertarik pada satu arah. Dimana disitu ada seorang mahasiswa yang terlihat sedang bernyanyi. Alea tersenyum kemudian dia menoleh dan melihat Aiden yang masih anteng. "Bosen liat wajah ganteng bang Aiden mending aku liat kakak itu. Sepertinya dia manis" ucap Alea pada dirinya sendiri. Tanpa berpamitan pada Aiden, Alea langsung menyebrang ke tempat itu. Alea menyebrang dengan tidak melihat kanan kiri. Sebuah motor melaju dengan kencang ke arahnya belum sempat Alea menoleh lengannya keburu ditarik oleh seseorang. "Awwwww" Alea meringis kesakitan karena lengannya yang ditarik dengan kuat. "Aduh sakit Om pelan pelan dong nariknya nanti kalau lengan saya lecet gimana? Emangnya om mau bertanggung jawab. Apalagi Daddy saya galak loh om"


Seseorang yang dipanggil Om oleh Alea langsung menolehkan kepalanya dan melihat ke arah Alea. Seketika Alea membuka mulutnya dengan lebar. "Om Rocky?" Rocky langsung melihat pakaian Alea yang sedikit sobek karena ulahnya tadi. Dengan cepat dia membuka jas nya kemudian memakaikannya di bahu Alea. "Kamu kenapa bisa ada disini Alea? Dan lagi kalau kamu mau menyebrang itu hati hati jangan sampai ceroboh. Untung ada saya tadi" Rocky mengelilingi Alea memastikan bahwa Alea tidak mengalami lecet sedikit pun. "Alea kesini sama Bang Aiden kok Om, tuh dia orangnya" ucap Alea sambil menunjuk ke arah Aiden yang tengah dikerumuni banyak gadis remaja. Alea tertawa melihat Aiden yang dihimpit oleh gadis gadis itu. Dan tawa Alea sepertinya sangat menyenangkan bagi Rocky karena sedari tadi fokus Rocky hanya terarah pada Alea. "Sadar Rocky tidak seharusnya kamu tertarik pada Alea" batin Rocky. "Ya sudah ayo Om anterin kamu kembali sama abang kamu" dengan tanpa izin Alea, Rocky langsung menggandeng tangan Alea dan berjalan ke arah Aiden. Alea hanya melihat tangannya yang di pegang Rocky. "Ternyata gini ya rasanya gandengan sama cowok selain Daddy dan Abang"


"Kak, Minta fotonya dong"


"Kak ini aku ada minuman buat kakak"


"Hai kak kenalin namaku Dinda"


Aiden sudah tidak tahan lagi melihat gadis gadis itu mengerubunginya. Dia sangat benci jika dikerubungi seperti itu. Aiden jadi menyesal kenapa dia harus setampan itu. Dari jutaan orang tampan cuma Aiden yang menyesali dirinya menjadi tampan. Mungkin tampan bagi semua laki laki adalah nilai plus tapi tidak bagi Aiden. Menurutnya tampan itu mengerikan. Aiden melepaskan kaca matanya kemudian melihat ke arah mereka satu persatu. "KYAAAAAA GANTENGNYAAAAA" teriak mereka dengan tidak tahu malu. Aiden hanya mendengus. "Kalian ingin foto denganku kan?" tanya Aiden dengan serius. Dengan serentak mereka menjawab dengan kompak. "Mau kak" jawab mereka.


Aiden berdiri kemudian mencari sesuatu yang bisa membuatnya terhindar dari gadis gadis berisik itu. "Aku akan berfoto bersama kalian jika kalian berhasil mengejar dan menghentikan bus itu" ucap Aiden sambil menunjuk Bus yang sudah mau berangkat. Dengan cepat mereka langsung menoleh dan berlari untuk mengejar bus itu sebelum terlambat. Akhirnya Aiden bisa bernafas lega. Saat matanya melihat ke arah lain tanpa sengaja Aiden melihat Rocky yang menggandeng tangan Alea menuju ke arahnya. Aiden bergegas menghampiri mereka. "Alea, dari mana saja kamu?" tanya Aiden dengan sorot mata yang dingin. Rocky langsung melepaskan tangan Alea. "Jaga adik kamu dengan baik dia hampir saja tertabrak motor tadi" ucap Rocky pada Aiden. Rocky melihat Alea sekilas lalu segera pergi dari hadapan mereka. Kini Alea berhadapan dengan Aiden sendirian. "Jelasin di rumah" ucap Aiden dengan nada dinginnya. Alea hanya mengangguk sambil menunduk. Kemudian Iaden mengajaknya pulang.