
Pelajaran sedang berlangsung, kini Bu Indri sedang menerangkan materi di depan kelas. Alea sudah mulai merasa bosan dengan tak sengaja dia menolehkan kepalanya ke arah Gevan yang sedang fokus menyimak padahal aslinya tidak. "Nih cowok kalau diliat liat ganteng juga" batin Alea sambil memandangi Gevan dari samping. Alea menguap sambil menutup mulutnya dengan tangannya. Sepertinya dia sangat mengantuk. Alea langsung mengambil bukunya kemudian dia merebahkan kepalanya di atas meja sambil ditutupi oleh bukunya agar tidak kelihatan Bu indri. Tapi sayangnya Gevan tidak akan membiarkan hal itu terjadi. "Bu, Alea mencoba untuk tidur bu" Adu Gevan pada Bu indri. Alea langsung memelototkan matanya sambil menegakkan kepalanya dengan tegak kembali. Bu indri langsung menjeda materinya lalu melihat ke arah Alea. "Alea, kamu itu sudah datang terlambat dan sekarang malah mau tidur. Buka mata kamu lebar lebar dan jangan sampai ibu tahu kalau kamu tidur di kelas kalau tidak ibu akan memberimu hukuman lagi" ucap Bu indri lalu melanjutkan materinya yang sekpat tertunda tadi.
"Lo apa apaan sih? Kenapa lo ngaduin gue ke bu indri. Jadi anak baru udah songong aja lo, gue tampol baru tau rasa" ucap Alea dengan nada yang sangat jengkel. Bukannya kesal Gevan malah tersenyum manis. Dia mendekatkan kepalanya pada Alea hingga bibirnya berdekatan dengan telinga Alea. "Gue suka kalo lo lagi marah marah karena itu semakin kelihatan manis di depan gue" Gevan memundurkan kepalanya kemudian mengedipkan sebelah matanya pada Alea. Alea hanya bisa mengepalkan tangannya di bawah meja. "Awas aja lo, kita lihat apa yang akan gue lakukan buat bales lo nanti" batin Alea sambil tersenyum penuh arti.
.
.
Bi Sumi menghidangkan cemilan di ruang tamu untuk menyambut kehadiran orang tua Arini, meskipun masih terbilang baru Bi Sumi tahu kalau mereka adalah orang tua dari majikannya tersebut. "Silahkan diminum Pak, Bu" ucap Bi Sumi dengan sopan. "Terima kasih" jawab Cinta sambil tersenyum. Bi sumi mengangguk lalu pamit diri untuk melanjutkan pekerjaannya di dapur. Mario dan Cinta saling berpandangan ketika melihat semua cemilan yang dihidangkan di depan mereka. Mario dan Cinta masih mengingat dengan jelas betapa buruknya mereka di masa lalu karena telah memakan sesuatu yang bukan menjadi makanan manusia. "Ayo makan" ucap Mario pada Cinta. Cinta langsung mengambil salah satu kue dan langsung memakannya. Pemandangan itu tidak lepas dari penglihatan Arini dan Arsen dari kejauhan. "Mereka sudah benar benar berubah" ucap Arsen sambil memeluk Arini dari belakang. Arini mengangkat kepalanya dan melihat wajah Arsen. "Makasih Mas, seandainya dulu kamu sudah membunuh mereka mungkin aku tidak bisa melihat mereka seperti ini"
.
.
"Lo temannya Alea kan?" Vina mendongakkan kepalanya ketika mendengar suara seseorang di dekatnya. "Iya, gue temannya. Kenapa?" tanya Vina sambil mengerutkan alisnya. Gevan melirik suasana kelas yang sudah mulai sepi. Kemudian dia memberikan ponselnya pada Vina. "Berikan nomor dia sama gue"
"Maksudnya?" tanya Vina tidak mengerti. Gevan hanya berdecak dia langsung merebut ponsel Vina. "Eh hp gue" Vina akan merebut ponselnya kembali tapi digagalkan oleh Gevan. Dengan cepat Gevan membuka ponsel Vina dan mencari kontak Alea di dalamnya. Setelah menemukannya dia memindahkannya pada ponselnya sendiri. "Makasih" ucap Gevan sambil memberikan kembali ponsel Vina. "Dasar cowok" gerutu Vina.