
Alea berjalan di lorong kelas untuk menuju kelasnya dan membawa Nana bersamanya sesuai dengan perintah Bu Endang. Nana melirik pada Alea, setelah ia teliti dengan baik Nana seperti pernah melihat Alea tapi entah dimana. Alea yang merasa diperhatikan langsung menoleh begitu saja dan membuat Nana tersenyum canggung. "Ada yang salah dengan aku? " tanya Alea sambil meraba wajahnya dengan tangannya.
Nana menggelengkan kepalanya dengan cepat. "Kamu cantik" ucapnya yang membuat Alea tertawa.
"Kamu juga cantik" Jawab Alea sambil tersenyum pada Nana. Nana bersyukur ia dipertemukan dengan Alea, mungkin ke depannya mereka bisa akrab lebih dari ini. Dari pandangan Nana sepertinya Alea itu anak baik. Nana khawatir dirinya akan dibully seperti novel yang pernah ia baca. Nana menyukai segala novel, karena selama di rumah Valdo jarang membawanya keluar dan hanya menyediakan Novel yang menjadi kesukaan Nana.
Setelah Tiba di depan kelas
"Nah ini dia kelas kita, ayo masuk" Ajak Alea pada Nana.
Nana terdiam selama beberapa menit, rasanya seperti Ada yang ingin menahannya untuk masuk. Nana menoleh ke kanan dan tidak menemukan siapapun. Tapi saat ia menoleh ke kiri, Nana mendapati seorang Siswa yang mungkin juga satu jurusan sedang menatapnya dengan intens. Nana menunduk karena tidak mengenali siapa cowok tersebut. Akhirnya dia lebih memilih mengabaikannya dan masuk bersama Alea.
Karena pada saat itu kelas XI-Ipa 1 sedang Jamkos akhirnya Alea memperkenalkan Nana sendiri pada teman temannya.
"Kalian semua diharap diam, Alea yang cantik kece badai ini akan memperkenalkan seorang bidadari yang akan menetap di kelas kita"
Seketika anak anak yang tadinya sibuk sendiri langsung menghentikan aktivitas mereka dan melihat ke depan kelas. "Wahai putri Alea, bisa kah Kakanda mengenal siapa wanita cantik di sampingmu? " Dodit mengerlingkan matanya pada Alea yang membuat Alea bangga pada dirinya.
Alea langsung memberikan tempat pada Nana untuk memperkenalkan diri. Alea mengangguk pada Nana dan akhirnya Nana mulai memperkenalkan diri.
"Hai semua, kenalin namaku Syifana Nadhifa Veroniza, Aku juga dari jakarta dan bukan murid pindahan karena sebelum nya aku selalu Home schooling" Nana bernafas lega setelah dia berhasil memperkenalkan dirinya. Sekarang dia hanya tinggal menunggu respon yang lainnya.
"Hai Nana cantik, Salam kenal ya. Nama gue Wahyu. Kalau lo butuh pasangan lo tinggal bilang gue ya, gue bantu seratus persen buat dapetin pasangan lo" Wahyu tersenyum memamerkan giginya yang rapi.
"HEH WAHYU, jangan ng*torin pikiran anak baru. Mending lo cuci sana otak lo tuh biar gak, nyomblangin orang terus" Sarkas Anggun pada Wahyu.
"Bebeb Anggun diem dulu, ini urusan Kakanda"
Anggun seperti mau m****h mendengar Wahyu memanggil nya dengan embel embel bebeb. Sudah tidak rahasia lagi jika Wahyu menyukai teman sekelasnya sendiri meskipun semua orang tau Wahyu selalu ditolak.
"Maklumin ya Na, teman sekelas gue otaknya pada geser semua" ucap Alea pada Nana.
"Siapa Na? " tanya Dodit.
"Kalian semua kecuali gue"
"Gue? " tunjuk Vina selaku sahabat sejati Alea.
"ALEAAAAAAA" teriak mereka bersamaan. Alea tertawa geli.
"Emmm aku duduk dimana nih? " tanya Nana, dengan sedikit canggung.
"Oh iya Lupa, tapi gak Ada bangku kosong lagi sih"
Alea bertepuk tangannya dua kali.
"DODIT, WAHYU, SEKARANG TUGAS KALIAN MENGAMBIL SATU BANGKU DAN KURSI UNTUK BIDADARI KITA. CEPAT LAKSANAKAN" Alea menatap mereka dengan tatapan yang tajam.
Dodit dan Wahyu dengan Refleks menjawab. "SIAP RATU"
"Dasar B**u" ledek Anggun
"Lumayan kelas kita punya B**u" tambah Vina.
"Bukan b**u, hanya saja kita berdua adalah orang baik yang sengaja diutus tuhan untuk menolong kelas ini" Jawab Dodit dengan bangga nya.
"Kalau gak Ada kita pasti kelas ini akan terasa hampa" Sahut Wahyu.
Alea mendengus kesal dan langsung menyuruh mereka keluar. Setelah keduanya keluar Alea melihat pada Nana. "Lo duduk di bangku gue dulu ya. Nanti kalau bangkunya, udah dateng lo bisa langsung pindah"
"Makasih A... "
"Alea, namaku Alea"
Nana tersenyum tipis "Makasih Alea"
"Sama-Sama"
"Semoga ini awal yang baik" batin Nana sambil melihat pada mereka semua. Mereka langsung mengerubunginya dan mengajaknya berkenalan. Sepertinya Nana akan betah di kelas ini. Tapi Nana masih penasaran dengan cowok yang terus melihat nya dari tadi? Apa lagi wajahnya mirip dengan Alea yang menolong nya.
"Mungkin aku tanya Alea nanti aja deh" Gumamnya.