Hot Daddy

Hot Daddy
EGGLARD AERIO AVATRIZATY



Arsen tidak mengarahkan mobilnya ke kantor seperti biasa, melainkan pergi ke hutan dimana hutan itu sulit dijangkau oleh penduduk dan orang orang lainnya. Tapi Arsen, dengan mudahnya ia masuk dan menggunakan hutan itu sebagai wilayah kekuasaannya. Tidak ada yang tahu apa yang dilalukan Arsen di hutan yang lebat seperti itu, apalagi Rumornya disana banyak Binatang buas yang berkeliaran.


Setelah tiba disana Arsen langsung disambut oleh beberapa pengikut setianya dengan simbol Gambar Elang di pipinya, Mereka adalah  anak buah Arsen yang selalu tunduk atas perintahnya. Arsen dan anak buah lainnya mereka bukan orang sembarangan karena sebenarnya mereka adalah Pria bertopeng palsu atau lebih jelasnya lagi adalah seorang Mafia.


Arsen mengambil Topeng dan memakainya di wajahnya, selama menjadi seorang Mafia Arsen tidak pernah menunjukkan wajahnya pada Dunia, tentu saja agar citranya masih terjaga dengan baik. Salah satu pria kecil yang bertopeng datang menghampiri Arsen yang masih belum turun dari mobilnya hingga beberapa detik kemudian Arsen langsung menginjakkan kakinya di tanah dan keluar dari mobilnya. "Dimana dia?" tanya Arsen dengan suara dinginnya.


Pria kecil yang biasa disebut Willy itu langsung menundukkan kepalanya dengan hormat. "Ada di ruang tahanan Tuan, Kami sudah berhasil mengambil seluruh emas batangan yang dimilikinya hingga tak tersisa sedikit pun.Tapi sayangnya dia masih belum membuka mulut mengenai pemberontakan itu" ucap Willy.


"Ambilkan pistol, Gergaji, Palu, dan paku. Saya akan langsung menemuinya. Dan mengenai emas batangan itu langsung pindahkan ke wilayah saya, jangan sampai polisi curiga dengan hal itu. Jika sampai tugas kalian gagal lagi, saya tidak akan segan untuk menjadikan kepala kalian sebagai santapan Singa Singa saya"


Dengan takut takut Willy menundukkan kepalanya, meskipun ia adalah anak buah terdekat Arsen tapi ia juga masih belum tahu mengenai wajah Arsen yang sebenarnya. Nama Arsen di dunia Hitam adalah EGGLARD AERIO AVATRIZATY dan biasa dipanggil Tuan Aerio oleh semua anak buahnya. Arsen memang tidak menunjukkan nama Aslinya, biarkan saja dirinya saja yang tahu. Bahkan semua musuhnya pun tidak tahu.


Setelah mengatakan hal itu Arsen langsung pergi ke ruang tahanan untuk menemui salah satu orang yang berani memberontak terhadapnya, bahkan orang itu berhasil membawa kabur sejumlah emas batang yang dikoleksi Arsen, dan sekarang Arsen tidak ingin bersikap baik lagi, Hari ini seorang Arsen ah tidak Egglard Aerio Avatrizaty akan menunjukkan kepada dunia apa itu kegelapan.


Tapp Tapp Tapp Suara langkah sepatu Arsen menggema dalam ruang tahanan itu, membuat  seseorang yang tidur dengan terikat membuka matanya dan mengangkat kepalanya. "Siapa kamu?" tanya Orang itu dengan sinis. Pasalnya Arsen menggunakan Topeng yang berbeda dari yang lainnya dan bahkan sebelumnya ia juga tidak pernah menggunakan Topeng tersebut, jadi tentu saja orang itu tidak mengenalnya. "Kamu lupa denganku Gav, Teman macam apa kamu ini yang melupakan temannya sendiri disaat saat seperti ini"


"Apa tujuanmu yang sebenarnya?" tanya Gavin dengan lancangnya. Arsen bergumam sebentar. "Tujuanku? Tidak ada. Aku tidak punya tujuan selain menghabisi pemberontak bajingan yang saat ini sedang berada di hadapanku" Arsen maju beberapa langkah hingga tubuhnya tepat berada di depan wajah Gavin. "Dan itu adalah kamu" lanjut Arsen dengan suaranya yang sangat mengerikan di pendengaran Gavin.


Gavin dan Aerio Adalah sepasang teman yang baik dalam dunia kegelapan, tapi itu dulu sebelum Gavin memilih memberontak dari cengkraman Aerio dengan membawa kabur semua emas batangannya yang selama ini mereka kumpulkan bersama.


Bukan karena hanya emas batangnya yang menjadi masalah, tapi Gavin juga membocorkan rahasia Klan Aerio atau Arsen yang selama ini disimpan rapat rapat. Oleh sebab itu Arsen mengincar Gavin untuk dijadikan sebagai korban selanjutnya. Pemberontak harus dibunuh. Gara Gara Gavin hampir saja Arsen lalai dalam menjaga Klannya.


Willy yang tadi diperintahkan mengambil Palu, Gergaji, Pistol dan paku kini telah berada di sampingnya dengan membawa semua peralatan yang diminta oleh Arsen. "Tuan, saya sudah membawa semuanya" ucap Willy sambil menundukkan kepalanya dengan hormat. Arsen menyeringai di balik topengnya, keempat benda ini adalah Favoritnya ketika membunuh korbannya, seandainya dulu ia membunuh Charles dengan ini pasti lebih terasa menyenangkan.


"Katakan pada yang lain, bunuh semua anak buah Gavin tanpa tersisa sedikit pun, kumpulkan semua jantungnya dan lemparkan mayatnya di kandang Singa yang paling ganas." ucap Arsen. Willy menunduk patuh lalu segera melakukan tugas dari Arsen atau Aerio yang juga menjadi sebuah kewajiban untuknya. Setelah kepergian Willy, Arsen kembali menatap Gavin. "Jadi Bagaimana Gavin? Aku harus mulai dari mana dulu? Mata? Leher? Bibir? Atau Paha?"


"Aerio Sialan"


Arsen tertawa lepas sambil menatap Gavin dengan tajam. "Nikmati saja kematianmu"