Hot Daddy

Hot Daddy
Akhir kisah mereka



Arini menabrak sesuatu yang keras tapi tidak terlalu keras. Dia juga merasakan nafas seseorang di kepalanya. Saat Arini akan mengangkat wajahnya tiba tiba lampu yang tadinya padam semua kini menyala kembali. Arini menutupi wajahnya dengan tangannya karena cahaya lampu yang sangat terang. Kemudian dia merasakan sebuah lengan yang melingkari pinggangnya. "Buka matamu" bisik seseorang di samping telinganya. Arini menurunkan tangannya kemudian mulai membuka matanya. Hal yang pertama kali Arini  lihat adalah Arsen yang berdiri dengan tegap di hadapannya. Matanya menyorot langsung pada wajah Arini. Arini langsung menoleh ke samping dan mendapati banyak karyawan kantor yang sedang memperhatikannya. Dan ternyata Via dan Max juga berada disana dengan ketiga bayi kembarnya. "Ada apa ini mas?" tanya Arini pada Arsen. Arsen langsung bertepuk tangan lalu muncullah beberapa perempuan dengan membawa setangkai bunga mawar. Masing masing dari mereka memegang bunga mawar dengan warna yang berbeda. "Ambillah" ucap Arsen.


Arini mengambil semua bunga itu dari mereka. Totalnya ada sepuluh bunga yang dipegang. Arini tidak mengerti kenapa Arsen bisa tiba tiba bersikap romantis seperti ini. Arsen menarik sudut bibirnya ketika melihat Arini yang sedang kebingungan. "Di dalam bunga mawar itu ada sebuah kertas dan satu hadiah. Buka lah semuanya." ucap Arsen lagi. Arini mengangguk kemudian dia membongkar semua isi mawar itu. Seperti yang dikatakan Arsen di dalam mawar itu terdapat beberapa kertas. Dan satu gulungan kain yang Arini tidak bisa menebak apa itu isinya.


I


L


O


V


E


Y


O


U


Isi dalam kertas itu adalah satu huruf dan semua nya ada 9 jika Arini menyusunnya maka itu menjadi kalimat I love you Ar. Seketika Arini langsung tersipu malu. Arsen memang jarang mengucapkan cinta dan Arini yakin ini adalah usaha Arsen untuk menyenangkannya. Arsen langsung mengangkat dagu Arini hingga kini wajah mereka bertatapan. "I love you Arini" Suara serak Arsen membuat Arini gugup. Arsen melepaskan tangannya kemudian mengambil gulungan kain itu dari tangan Arini. Dia membukanya kemudian menunjukkan isinya. Itu adalah kalung berlian dengan ukiran nama Arini. "Ini kalung yang sudah lama ku pesan dan baru aku ambil sekarang. Hari ini aku ingin memakaikan kalung ini untukmu sebagai penutup kisah kita" ucap Arsen. Arsen langsung memakaikan kalung itu untuk Arini. Arini hanya terdiam dan tidak beraksi apa apa. Dia benar benar terkejut dengan semua ini.


Max merangkul Via dalam pelukannya. Mereka berdua sama sama tersenyum melihat Arsen dan Arini. "Siapa yang menyangka kalau mereka akan menjadi suami istri di masa depan" ucap Max sambil menoleh pada Via. Via mengangguk. "Dulu mereka hanya sepasang putri angkat dan seorang ayah" lanjut Via. Via menunduk dan melihat si kembar yang menatap langit langit di malam hari. Alea bahkan sampai tersenyum melihat bintang yang berkilauan di atas langit. "Sepertinya Alea tahu kalau suatu saat dia yang akan menjadi bintang menggantikan peran Arini" ucap Via lagi.


"Ya aku tahu, aku pun merasakan hal yang sama"


Arsen telah selesai memasangkan kalung itu untuk Arini. Arini memegang kalungnya yang terlihat berkilauan dengan sangat indah di leher putihnya. "Makasih mas aku tidak tau harus berkata apa ini semua  begitu tiba tiba dan aku......"


Arsen langsung mencium Arini dengan tiba seketika semua karyawan langsung bersorak senang melihat aksi direktur mereka yang sedang mencium istrinya. "Balas ciumanku sayang" ucap Arsen di sela sela ciuman mereka. Akhirnya Arini mengalungkan tangannya di leher Arsen kemudian mereka berdua saling beradu lidah dan bertukar Saliva.


"Oh my god mereka benar benar pasangan idaman" ucap salah satu dari mereka.


"Mau berciuman?" tanya Max pada Via sambil menaik turunkan alisnya dengan menggoda. Via tidak menjawab dia malah langsung menarik Max dan mencium bibirnya di depan semua orang. Alhasil bukan hanya Arini dsn Arsen yang berciuman, Max dan Via juga tidak mau kalah. Kisah mereka ditutup dengan ciuman. Dan akan dilanjutkan oleh malaikat kecil mereka.


Raiden Alasra, Reiden Alaskra dan Alea.