
Selama beberapa minggu ini Gabriel selalu didekati oleh Angga. Angga selalu menggunakan banyak cara untuk bisa dekat dengannya. Bahkan di mata kuliahnya pun Angga masih sempat modus. Shila menyadari hal itu dan kadang Shila juga ikut membantu Angga supaya lebih dekat dengan Gabriel. Sejak terakhir kali bertemu Gabriel di cafe, Angga semakin semangat untuk mendekati Gabriel apalagi dia sudah mendapat persetujuan dari Gabrielnya secara langsung. "Gab, lo sadar gak sih kalau dari tadi pak Angga ngeliatin lo terus?" ucap Shila sambil berbisik pada Gabriel. Gabriel mengangkat kepalanya dan benar saja ternyata Angga terus menatapnya sedari tadi. Gabriel langsung mengalihkan pandangannya ke arah lain. Shila tertawa kecil ketika melihat Gabriel yang seperti salah tingkah. "Pak Angga itu sempurna Gab, kalau lo sampe nolak dia. Gue pastiin lo bakalan nyesel" ucap Shila kemudian melanjutkan menulis tugasnya. Gabriel hanya menggelengkan kepalanya kemudian dia fokus mengerjakan tugasnya.
Ketika mata kuliah Angga sudah berakhir, Gabriel langsung keluar. Dan secara bersamaan Angga juga keluar alhasil mereka jalan bersampingan. Angga berdeham pada Gabriel yang membuat Gabriel langsung menoleh padanya. "Ada apa pak?" tanya Gabriel. "Malam ini kamu ada acara?" tanya Angga sambil menatap Gabriel pada bola matanya. Gabriel langsung menggelengkan kepalanya karena memang malam ini dia tidak ada acara apapun. Angga langsung tersenyum seketika. "Saya akan jemput kamu jam tujuh malam, temani saya datang ke pesta ulang tahun teman saya" Belum sempat Gabriel menolak Angga sudah berlalu pergi dari hadapannya. Shila yang sedari tadi memperhatikan mereka langsung menghampiri Gabriel. "Cieee diajak pak Angga kemana tuh? Kencan ya?" Gabriel mengangkat bahunya acuh tak acuh. "Ih kok lo gak senang banget sih kayaknya diajak pak Angga?" ucap Shila lagi. Gabriel hanya menghela nafasnya kemudian tersenyum lebar dan menunjukkannya pada Shila yang sedari tadi terus menyerocos.
"Nah gitu dong" Shila langsung menggandeng tangan Gabriel kemudian mereka pergi ke kantin karena perut mereka sudah berbunyi dari tadi dan membutuhkan makanan. Di sisi lain Angga terus tersenyum sampai dirinya masuk ke dalam ruangannya. Dia akan memulai dengan Gabriel malam ini. Secara tidak langsung Gabriel sudah mulai menerima dirinya meskipun tidak bilang secara langsung. Gabriel sudah mulai banyak merespon tidak seperti dulu yang masih hanya berbicara secukupnya. Angga merapikan semua tugas tugas mahasiswanya di mejanya kemudian melirik jam tangannya. Dia mempunyai satu kelas lagi yang harus ia datangi. Angga bersiap siap lalu pergi lagi untuk mengajar.
.
.
Arsen mengambil tas nya kemudian mengambil kunci mobilnya dari dalam sakunya dan segera pulang.
Sedangkan Arini di rumah hanya menjaga ketiga anak anaknya. Semua pekerjaan rumah Bi Mina yang mengurus. Arini hanya perlu menjaga dan menyusui mereka. "Anak mommy kok pada belum bobo sih? Nungguin Daddy pulang ya. Daddy pulangnya masih lama sayang" ucap Arini pada mereka. Tapi mata Aiden tiba tiba melirik ke arah kanan.
Arini mengikuti arah pandang Aiden dan ternyata Arsen sudah pulang dari tadi. Arsen sengaja masuk ke rumah dengan diam diam agar Arini tidak menyadari kedatangannya. Arsen langsung tersenyum kemudian berjalan mendekati Box bayi. Arsen langsung mencium mereka satu persatu. Tapi pada saat dia mencium Aiden, Aiden malah tersenyum meskipun hanya sekilas. Arini dan Arsen saling berpandangan satu sama lain ketika melihat Aiden yang pertama kalinya tersenyum. "Ini pertama kalinya loh Mas Aiden tersenyum. Apalagi ini karena kamu. Aku yang mengandungnya sembilan saja tidak bisa membuatnya tersemyum seperti tadi" Arsen hanya terkekeh kemudian mengangkat Aiden dari Box bayi dan menggendongnya. "Coba senyum lagi Daddy mau lihat" ucap Arsen. Tapi kali ini Aiden tidak merespon lagi dia hanya menatap wajah Arsen seperti biasa. "Aiden coba senyum lagi sama Daddy" Arini juga ikut ikutan mempengaruhi Aiden. Tapi yang aiden lakukan hanya lah diam. "Dia tidak mau tersenyum lagi" ucap Arsen.
"Oh iya kok Mas udah pulang jam segini? Ini masih jam makan siang di kantor loh" ucap Arini pada Arsen. "Pekerjaanku sudah selesai semua, dan sekarang aku ingin menghabiskan waktu bersama anak anak" Arini mengangguk lalu dia menyuruh Arsen untuk ganti pakaian terlebih dahulu. Arsen menurut dia menyerahkan Aiden pada Arini kemudian pergi berganti pakaian. "Aiden minum Asi dulu yuk, kalau udah selesai nanti bermain sama Daddy" Arini langsung membuka tiga kancing atasnya kemudian menyodorkan dadanya pada Aiden yang langsung diterima dengan baik. "Minum yang banyak" ucap Arini lagi.