Hot Daddy

Hot Daddy
Flasback masa lalu



Alea menemani Leon di kamarnya bermain, dia terus mengajak Leon bercanda dengannya. Hal itu tidak lepas dari perhatian Rei. Meskipun Rei terlihat sangat menyebalkan bagi Alea tapi Rei juga memiliki rasa peduli yang sangat besar untuk Alea. Rei selalu menjaga Alea tanpa sepengetahuannya. Daripada mengintip Rei memutuskan untuk masuk saja. Rei mengetuk pintu kemudian masuk ke dalam. Alea yang merasakan kehadiran Rei langsung mengangkat kepalanya dengan kening yang berkerut. "Alea lagi gak mood ribut bang" ucap Alea sebelum Rei sempat mengatakan sesuatu. Tapi yang Rei lakukan hanya diam saja. Malah Rei kemudian duduk di kasur Alea dan berbaring disitu. Alea mengangkat sebelah alisnya dengan kebingungan. Tumben tumbenan Rei anteng di kamarnya. Biasanya Rei selalu mengusilinya dan merusak barang barang di kamarnya. "Kakak Lei, Leon pinjem mobil mobil" ucap Leon kepada Rei. Rei berbalik menghadap ke arah Leon. "Nanti kakak ambilin yah sekarang kakak mau tidur dulu" Rei mengacak acak rambut Leon dengan gemas membuat Alea yang kebingungan semakin kebingungan. "Abang kenapa sih? Tumben kalem gini. Kerasukan dimana bang?" tanya Alea bertubi tubi. Rei hanya memutar bola matanys dengan malas. Dia juga sedang tidak ingin berdebat. Rei ingin merasakan kenyamanan di kasur Alea. Tanpa izin Alea, Rei langsung memejamkan matanya.


"Kakak Lea, kakak Lei kenapa?" tanya Leon dengan wajah polosnya. Alea tersenyum kemudian mengarahkan Leon untuk duduk di pangkuannya. "Kakak Rei cuma kecapean aja, Leon main sama Kakak Lea aja ya" ucap Alea. Leon hanya mengangguk saja.


Sementara itu hanya Aiden lah yang tersisa di ruang keluarga, kedua adiknya sudah pergi sedari tadi. Aiden yang merasa ngantuk juga langsung pergi dengan berpamitan pada Arini. Via terus menatap Aiden seperti sedang memikirkan sesuatu. Max dan Via juga duduk di sofa bersama Arsen dan Arini. Lalu tak lama kemudian Via mulai membuka obrolanĀ  "Sudah bertahun tahun sejak aku kehilangan Oliv putriku, rasanya sampe sekarang aku masik belum ikhlas kehilangan dia. Oliv adalah anak pertamaku dan aku harus kehilangan dia karena kecelakaan itu" ucap Via dengan nada sedih pada Arini. Arini dan Arsen adalah saksi yang melihat bagaimana Oliv menghembuskan nafas terakhirnya di tengah jalan. "Jika dia masih hidup mungkin dia akan seumuran dengan Alea meskipun berbeda tahun kelahiran" Max mengelus bahu Via dari samping, dia sendiri bahkan tidak percaya dengan kejadian yang menyebabkan putrinya tiada. Oliv meninggal karena kelalaian pembantu mereka. Saat pembantunya sedang mencuci botol susu Oliv, Oliv yang melihat pintu tidak tertutup langsung keluar karena melihat anak anak yang seumurannya sedang membeli es krim di luar bersama ibunya. Waktu itu oliv masih umur empat tahun. Di umur yang masih sangat kecil itu Oliv sangat lincah dia tidak bisa diam. Namun siapa yang menyangka setelah Oliv keluar ternyata anak anak itu sudah pergi. Dan berganti dengan kendaraan yang terus berlalu lalang di depan rumah Via dan Max. Oliv berjalan sambil memegang bonekanya dia terus berjalan sampai akhirnya kejadian itu terjadi. Oliv tertabrak oleh mobil. Dan kebetulan pada saat itu Arsen dan Arini yang sudah menemukan Oliv dalam keadaan sekarat. Via dan Max sedang tidak di rumah jadi keduanya tidak tahu tentang Oliv saat itu karena mereka memang menitipkan Oliv pada pembantunya di rumah.


Via mengangguk dalam pelukan Arini. "Kuatkan istrimu" pesan Arsen pada Max sambip menoleh ke arahnya. "Sudah jadi tugasku" jawab Max kemudian.