
Setelah malam ulang tahun Arini, Keesokan harinya Arini langsung membuka kado dari semua orang. Yang pertama ia lihat adalah milik si kembar yang siapa lagi kalau bukan Dani dan Doni. Kado yang mereka bawa cukup unik karena tidak terlalu mewah namun saat dibuka isinya benar benar di luar dugaan. Dani memberinya hadiah gaun yang sangat sesuai dengan ukuran tubuhnya, sedangkan Doni dia juga memberikan Daster ibu hamil dengan motif kartun masha and the bear. "Kreatif banget mereka" gumam Arini. Saat Arini sedang asik membongkar kado tiba tiba Arini mendapat lemparan dari dalam kamar mandi dan mengenai kepalanya. Arini yang merasa terganggu itu langsung mengambilnya dari atas kepalanya, dan setelah mengetahui benda apa yang jatuh di atas kepalanya emosi Arini mulai keluar.
Arini terus mengetuk pintu kamar mandi di kamarnya dengan cepat, tidak memberikan kesempatan lagi. "Mas, cepat keluar sekarang juga" tapi di dalam kamar mandi hanya terdengar suara gemericik air saja, panggilan Arini tidak terdengar dari dalam hingga akhirnya Arini mengancam Arsen. "Kalau dalam lima menit keluar dari kamar mandi maka sebagai gantinya aku mau memberikan waktu satu jam untuk memberikan pelayanan Servis sama Mas" Mendengar hal itu Arsen langsung menyirami tubuhnya dengan air kemudian mengambil handuk, melilitkannya pada pinggangnya kemudian keluar. "Kamu beneran kan?' tanya Arsen dengan wajah cengonya.
"Iya, lagi pula aku tidak pernah bohong kok. Tapi kenapa Mas sampai melempar celana ini ? Sudah ku bilang bukan kalau pakaian kotor itu di taruh di tempatnya bukan malah dilempar dan mengenai kepalaku." Omel Arini pada Arsen. Arsen hanya menggaruk kepalanya yang rambutnya masih basah. "Maaf sayang, tadinya mau ku lempar ke bak itu tapi mungkin gak sengaja kepleset dan mengenai kepalamu." Arini mendengus kemudian meletakkan celana pendek Arsen itu di keranjang tempat baju kotor mereka ditumpuk. "Udah sana cepet pakai bajunya, aku mau lanjut bongkar kado dulu"
"Dari Doni sana Dani memangnya ngasih kado apa aja? Setahuku mereka tidak punya waktu untuk membeli hal hal seperti itu" Arsen berjongkok di hadapan Arini tanpa memikirkan nasib burungnya yang sudah tegak dengan sendirinya. "Nih dia bawain aku gaun sama Daster hamil, pilihannya benar benar bagus. Aku sangat menghargai kado dari mereka." Arsen juga melihat dan memegang beberapa kado lainnya tapi tangannya langsung ditepis arini. "Pakai baju dulu sana, Mas kebiasaan deh. Nanti kalau sakit kan siapa yang repot." Arini lanjut membuka bungkus kado tapi Arsen masih tetap diam di tempat. "Apa?" tanya Arini
"Aku akan menagih janjimu nanti malam" setelah mengucapkan hal itu Arsen langsung mengambil pakaian di lemari tinggi.
Setelah Arsen keluar, Arini melanjutkan kegiatannya.dia sudah membuka semua kadonya , semua kadonya sangat menarik. Tapi yang paling berarti itu adalah kado dari Arsen yang berupa lukisan. Lukisan itu akan ia panjang di dinding kamarnya nanti. Setelah itu Arini mengambil ponselnya dan melihat banyak chat yang mulai masuk, meski sedang males membacanya tapi setidaknya dia harus membalasnya.
Setelah menyelesaikan sarapan pagi .Arsen mencari Arini dan menemukannya sedang makan cemilan sambil menonton televisi di kamar. Arsen duduk di samping Arini. "Mau menyender sayang?' Arini menoleh sekilas lalu mengangguk. Dia menyenderkan kepalanya di dada Arsen kemudian matanya fokus kembali pada layar besar di hadapannya itu.
"Minggu besok aku harus pergi ke luar kota untuk mengurus sesuatu. Kamu tidak apa apa kan aku tinggal sendiri disini?" Arini mendongakkan kepalanya menatap Arsen sejenak lalu mengangguk. "Kenapa baru ngasih tau sekarang?" tanya Arini dengan santainya. Arini bukan tipe istri yang suka merengek ketika suaminya akan pergi ke luar kota atau bagaimana. Karena mau pergi sejauh apapun suaminya pasti akan pulang ke tempat tinggalnya dan itu adalah dirinya sendiri. "Aku lupa memberitahumu, nanti malam aku harus packing barang barang. Kamu baik baik ya disini, aku pasti akan selalu mengabari kamu"
"Iya mas" jawab Arini dengan simple. Setelah itu mereka tenggelam dalam tontonan yang romantis itu. Tidak ada yang tahu bagaimana caranya tiba tiba Arini tertidur dengan nyenyaknya sambil memeluk Arsen. "Cantik" gumam Arsen.