Hot Daddy

Hot Daddy
S.2. Eps 18 Pulang liburan



Beberapa hari kemudian


Bandara Soekarno hatta


Aiden, Rei dan Kelvin baru saja turun dari pesawat. Liburan mereka telah selesai. Mereka sudah puas berjalan jalan mengelilingi kota bali. Di saat Rei dan Kelvin sibuk mengambil kopernya, Aiden malah asik duduk dengan tenang sambil menggunakan earphone di telinganya. Dia mengetik beberapa angka di ponselnya kemudian menghubungkannya. Aiden hanya ingin mengabari Alea terlebih dahulu. Hari ini hari minggu, Alea pasti masih tidur apalagi ini masih sangat pagi sekali menurutnya. Aiden mengurungkan niatnya untuk menghubungi Alea. Lebih baik dia memberinya kejutan langsung. "Perasaan punya Bang Aiden gak seberat ini deh pas mau berangkat ke bali, kenapa sekarang malah jadi kek bawa batu sih. Berat banget" ucap Rei pada Kelvin yang juga sedang menarik kopernya. Kelvin hanya mengangkat bahunya. "Mungkin dia bawa oleh oleh kali buat Alea"


Rei tidak mendengarkan jawaban Kelvin, dengan cepat dia berjalan menuju ke arah Aiden yang sedang duduk. Sungguh, kalau Aiden bukan saudara kembarnya dia tidak akan mau melakukan hal ini. "Bang, nih koper lo. Capek tangan gue gara gara narik tuh koper. Emang isinya apa sih?" cecar Rei setelah meletakkan koper itu di samping kursi yang diduduki Aiden. Aiden mengangkat wajahnya kemudian menatap Rei sekilas dan langsung berdiri. "Kepo" jawab Aiden secara singkat, jelas, dan padat. "Tinggal kasih tau aja apa susahnya sih Den, pake kepo kepo segala" ucap Kelvin yang juga penasaran dengan isi koper Aiden itu. Aiden tidak memedulikan mereka berdua, dia berjalan meninggalkan keduanya.


Kelvin hanya menghela nafasnya sambil memandangi Aiden yang terus berjalan. "Kok bisa sih lo punya abang kek gitu, ganteng sih iya tapi dinginnya kayak es balok" ucap Kelvin sambil meletakkan tangannya di bahu Rei. Rei hanya mendengus kesal sambil menyingkirkan tangan Kelvin dari bahunya "Ga tau, mungkin gara gara berteman sama lo kali" Kelvin langsung menoleh dan menggeplak kepala Rei. "Enak aja lo kalau ngomong, dia udah dingin dari sononya kali"


"Lah itu tau, kenapa masih nanya. Dasar Keplin" Rei juga berjalan menyusul Aiden yang sudah mulai menjauh dari pandangan mereka. Kelvin hanya mengelus dadanya dengan sabar.  "Gak abang, gak adeknya sama aja"


.


.


.


"EXO bakal come back dengan Album terbaru dan Maknae mereka kai dan sehun juga akan meluncurkan album solo" Mata Alea langsung terbuka dengan lebar. Dia langsung turun dari kasurnya kemudian lari ke luar kamar memanggil Arini. "Mommy....Mommyy" Alea turun dari tangga dengan cepat, dia sangat yakin jika Arini berada di taman belakang. Bi Sumi hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah anak majikannya yang selalu berlari larian di tangga. Padahal Alea tahu kalau hal itu bisa membahayakannya.


Arini dan Arsen sedang menikmati waktu berdua di taman belakang. Dengan posisi Arini yang sedang memeluk Arsen dan Arsen yang merangkul pinggang Arini. Mereka berdua sedang asyik flasback ke masa lalu. Arsen menceritakan semua hal tentang dirinya pada Arini. Bahkan semua rahasianya pun sudah ia bongkar. Arsen rasa ini sudah saatnya Arini tahu. Dia mengira Arini akan membencinya setelah dia mengetahui hal itu. Namun malah sebaliknya, Arini tersenyum seolah olah dia sudah mengetahui semuanya. "Kenapa tersenyum? Kamu gak marah sama aku?" tanya Arsen


"Tahu darimana?" tanya Arsen dengan penasaran.


"Dari ruang kerja kamu, aku pernah...."


Belum sempat Arini menyelesaikan kalimatnya, Alea sudah terlebih dahulu memotong pembicaraannya. "Mommy...Mom" Arsen dan Arini langsung menoleh secara bersamaan. Arini mengangkat sebelah Alisnya secara bersamaan. "Kenapa sayang?"


"Liat ini Mom"


Alea langsung menunjukkan ponselnya pada Arini. "Dan Alea juga denger mereka akan ngadain konser di indonesia. Alea boleh datang kan Mom?" ucap Alea sambil tersenyum manis pada Arini, berharap Arini akan menyetujuinya.


"Kamu lupa? Kamu harus belajar untuk mendapat nilai tinggi. Dan Daddy pernah bilang kan kamu akan mendapat hadiah jika dapat nilai tinggi"


"Yah tapi kan Dad...."


"Gak ada tapi tapian sayang, sekarang kamu masuk ke kamar dan belajar. Kamu sudah remaja harus bisa memikirkan masa depan juga" ucap Arini memotong pembicaraan Alea. Alea mengerucutkan bibirnya sambil menghentakkan kakinya dengan kesal. Kemudian dia berbalik dan pergi kembali ke kamarnya. 


"Mulai lagi ngambeknya"


"Biar aku yang bujuk" ucap Arsen. Arini hanya mengangguk sambil memijit pelipisnya.