
Setelah melakukan hubungan suami istri dengan Arini, Arsen ditelfon orang kepercayaannya Willy. Markas mereka sedang mengalami masalah besar yang membuatnya harus datang kesana. Meskipun Arsen ingin benar benar menghilangkan dunia hitam itu tapi tidak sepenuhnya. Bagaimana pun dunia hitam adalah dunianya sejak kecil. Arsen tidak akan bisa langsung membuangnya begitu saja. Arsen mencium kening Arini dengan hangat kemudian menyelimutinya. Mereka juga telah selesai melakukan aktivitas mandi bersama. Dengan hati hati Arsen membuka lemarinya dan mengambil topeng yang biasanya ia pakai ketika disana. Arsen masih belum ingin menunjukkan wajahnya sebab dia juga ingin melindungi Arini dan calon anaknya itu.
Saat Arsen baru saja akan memegang gagang pintu untuk keluar dia menoleh sekilas. Arsen sudah berjanji pada Arini untuk tidak melakukan hal kejam lagi, tapi Arsen masih sulit untuk membiasakan diri. Mungkin dia akan menepati janjinya pada Arini dengan tidak menjadi kejam seperti dulu. Hari ini dia akan menggunakan otaknya bukan emosinya. Dengan cepat Arsen langsung membuka pintu dan menutupnya kembali. Namun perjalanan untuk ia bisa pergi masih terhalang oleh dua pasang kekasih itu. Max dengan Via dan Sunshine dengan Nichole. Mereka berempat melihat ke arah Arsen dengan tatapan bingung.
"Mau kemana lagi? Bukannya kamu tidak masuk kantor hari ini"tanya Max tepat sasaran. Sunshine juga ikut ikutan bertanya seperti Max, dia penasaran karena penampilan Arsen sangat rapi sekali dan sepertinya Arsen juga membawa sesuatu di belakangnya. "Iya, Kak Max benar. Kakak mau kemana? Dan apa itu di belakangmu seperti nya ada sesuatu yang aneh" Sunshine berjalan untuk mengecek tapi Arsen langsung buru buru pergi dengan mengambil Alibi ia akan terlambat. "ada apa sih Mas? Kok sekarang Om Arsen aneh gitu" tanya Via yang sedang menyandar di dada Max sambil bermain game.
"Entah lah, kamu tahu sendiri kan kalau dia orangnya memang aneh" jawab Max. Jawaban Max itu juga menarik perhatian Nichole. Sejak awal dia juga merasakan aura yang kuat dari Arsen. Dari tatapannya, cara berbicaranya, dan semua pergerakannya. Tapi yang lebih menarik perhatian Nichole adalah, Arsen itu meskipun kelihatannya sangat menyeramkan entah kenapa Nichole merasa dia mempunyai sisi lembut yang tidak pernah orang ketahui. Hanya dirinya saja yang tahu. Sunshine yang melihat kekasihnya melamun langsung menepukkan bahunya. "Hei, kamu kenapa bengong seperti itu?" tanya Sunshine. Nichole langsung tersadar dari lamunannya dan menatap Sunshine. "Tidak apa apa, aku hanya berpikir kalau kakakmu itu lebih tampan dariku"
Sunshine hanya terkekeh kemudian dia mulai melakukan hal yang sama dengan Via, Sunshine menyandarkan kepalanya di dada Nichole sambil memeluknya. Kedua pasangan itu terlihat sangat serasi ketika sedang bersama.
.
.
"Jadi ini adalah ulah Klan Vercigo?"tanya Arsen ketika melihat beberapa mayat anak buahnya yang sudah dimutilasi hingga membusuk. Dan mayat itu baru saja dikirim. Oleh sebab itu semuanya sepakat untuk menghubungi Arsen karena hanya Arsen yang bisa menyelesaikan semua ini. "Saya tidak akan berbasa basi lagi, Willy tolong kamu beri tahu orang orang kita untuk melacak keberaan Klan Vercigo". Karena yang terakhir Arsen dengar adalah Vercigo suka berpindah pindah tempat, hal itu lah yang membuat para musuhnya makin bingung.
"Baik Tuan" ucap Willy. Setelah Willy pergi di ruangan itu hanya tersisa beberapa anak buah saja. Mereka terus menunduk sepanjang Arsen melihat mayat itu.
Beberapa jam kemudian, setelah mengetahui lokasi pasti klan Vercigo. Arsen segera menyiapkan strategi untuk menyerang mereka. Ini bukan penyerangan biasa, karena penyerangkan kali ini mereka tidak harus bersama Arsen. Karena Arini lagi hamil. Dia tidak ingin memberikan beban yang berat pada istrinya itu. "Jadi saya harap kalian semua bisa diandalkan, kita sudah mengetahui suatu titik kelemahan dari Vercigo. Jadi sangat mudah untuk kalian melawan mereka"
"Tapi Tuan, apa Tuan benar benar yakin kalau tidak akan ikut campur dalam masalah ini?' tanya anak buah Arsen yanng lainnyaa. Arsen mengangguk dengan mantap. "Saya tidak akan ikut tapi saya akan tetap mengawasi kalian. Kalian cepat lakukan secepatnya. Saya akan selalu menunggu kabar dari kalian"