Hot Daddy

Hot Daddy
Kejutan untuk Arini



Mobil yang dikendarai Doni sudah tiba di rumah Arsen. Dengan perlahan tapi pasti Doni memarkirkan mobilnya di tempat parkir khusus mobil di rumah itu. Setelah itu dia turun kemudian membukakan pintu untuk istri bos nya itu. Arini turun dari mobil, raut wajahnya sudah menunjukkan kalau dia tidak merasa jenuh di mobil tadi. Itu semua karena Doni yang terus mengajaknya berbicara hingga Arini tidak bosan lagi. "Makasih ya, udah nganterin saya sampai rumah seperti ini, maaf jika saya hari ini banyak merepotkan kamu" ucap Arini. Doni menggelengkan kepalanya dengan cepat. "Tidak Bu, sebaliknya ibu malah sangat baik kepada saya."


Arini tersenyum lalu tiba saatnya, Bi Mina berlarian dari dalam rumah sambil berteriak minta tolong. Arini yang melihat bi Mina langsung histeris, dia kira Bi Mina hilang. "Tolong....tolong...." Bi Mina mengucurkan air matanya dengan deras, dia terjatuh ke lantai seolah olah dia merasa putus asa karena masih tidak ada orang yang membantu. Doni yang sudah tahu rencana itu hanya diam saja, tapi untuk lebih meyakinkan Arini dia harus bersikap seperti biasa. Doni harus pura pura peduli terhadap Bi Mina. "Bibi? Bibi kenapa nangis bi? Terus bibi dari mana aja tadi?" Bi Mina mengangkat kepalanya dan melihat Arini dengan tatapan sendu. "Maafin Bibi Non......"


Bi Mina langsung memeluk Arini dengan pelan tapi erat, lalu bi mina memberikan kode untuk Doni agar segera masuk ke dalam.


Arini membalas pelukan Bi Mina sambil mengelus punggungnya. "Bibi kenapa teh? Ayo cerita sama aku. Siapa tahu aku bisa bantu bibi menyelesaikan masalah ini" ucap Arini dengan tulus. "Maafin Bibi non, gara gara kelalaian bibi hari ini. Rumah kita kemalingan. Bibi gak tahu bahaimana cara mereka melewati pengamanan yang ketat seperti ini. Tapi mereka benar benar sangat jahat. bibi sangat takut Non. Mereka membawa harta benda kita, bibi berusaha untuk mencegahnya tapi mereka malah memukul bibi hingga bibi langsung pingsan saat itu" Arini melepas pelukannya lalu melihat kondisi Bi Mina. "Tapi bibi masih baik baik aja kan? Arini tidak mau melihat bibi terluka?"


"Bibi baik baik aja non, tapi gimana dengan harta benda yang di bawa maling itu, bibi takut tuan Arsen akan marah sama Bibi" Bi Mina terus menunduk sambil menghapus air matanya. Arini yang melihatnya pun tidak tega dia sudah menganggap Bi mina sama seperti neneknya sendiri jadi Arini juga sangat sayang pada Bi Mina. "Ya sudah Bibi jangan menangis lagi, nanti itu semua biar aku yang bilang sama Mas Arsen. Dia pasti mengerti kok tentang hal ini jadi bibi tenang aja okay?" Arini langsung mengajak Bi Mina untuk berdiri kemudian melemparkan senyumnya. "Jangan sedih lagi Bi, ayo kita masuk" ucapnya. Bi Mina mengangguk.


Kaki arini tiba tiba menginjak sebuah balon dan setelah itu ruangan yang tadinya gelap berubah menjadi cahaya yang terang. Dan satu hal lagi. Arini melihat semua orang berjalan menghampiri dengan menyanyikan sebuah lagu ucapan selamat ulang tahun. "Happy birthday Arini, happy birthday Arini, Happy birthday to you" Via dan yang lainnya melihat ke arahnya sambil mendekat dengan membawa sebuah kue besar. Arini menutup mulutnya dengan tidak percaya, selain karena terkejut Arini juga mengakui keindahan dekorasi yang mereka buat. Tidak hanya itu, tiba tiba lampu gelap kembali dan sekarang Arini kebingungan kenapa lampu tiba tiba berubah menjadi gelap kembali.


Sebuah Alunan lagu mulai dihidupkan, seorang pria bertopeng menuntun Arini dan membawanya pada seseorang. Arini hanya mengikuti pria itu saja, lalu matanya tertuju pada seseorang yang kini telah menunggunya di depan mata. Arsen menunggunya sangat lama untuk sebuah kejutan ini, dengan perlahan dia menghampiri Arini kemudian mengecup keningnya dengan sepenuh hati. "Happy Birthday My Princess" bisik Arsen. Arini tidak bisa berkata kata, hari ini semua orang mengingat ulang tahunnya padahal dia sendiri pun tidak pernah mempedulikannya karena yang ia tahu dirinya hanya lah anak terbuang dan Arini merasa tidak pantas untuk merayakan ulang tahun. "Lihatlah ke sebelah sana" bisik Arsen.


Saat Arini melihat ke arah yang ditunjuk Arsen, tubuhnya tiba tiba membeku. Dia menoleh pada Arsen dan Arsen mengangguk sambil tersenyum. "Itu adalah hadiah dariku untukmu sayang" Arini langsung memeluk Arsen dengan sekuat tenaga. "Harusnya kamu tidak perlu memberikanku ini Mas"


"Kenapa tidak? Ini iadalah hadiah ulang tahun istriku jadi kamu harus menerimanya. Karena kamu adalah istriku bukan orang lain" adegan tersebut tidak lepas dari perhatian mereka. Max dan Via, Dani dan Shila, Sunshine dan Nichole. Sedangkan Doni dan Gabriel hanya berdiri dengan canggung tidak bisa apa apa.