
Arini membeku di tempatnya, pantas saja dia merasa tidak asing dengan wajah itu. Ternyata dia adalah sosok ayah kandungnya. Arini menggelengkan kepalanya sambil menahan air matanya. Sudah sepuluh tahun lebih semenjak mereka membuang dan menyiksa Arini dengan keji. Arini bahkan sampai punya trauma karena hal itu. Dulu dia diperlakukan dengan sangat tidak manusiawi oleh kedua orang tua kandungnya itu. "Ini papa nak" ucap Mario sambil menghapus air mata di pipinya. Tangan Arini bergetar ketika melihat wajah Mario di hadapannya. Sampai sekarang dia tidak bisa melupakan kejadian di masa lalunya itu. Arini memang tidak pernah membenci mereka tapi dia juga sudah sangat kecewa dengan perlakuan mereka. "Pa...pa?" ucap Arini dengan terbata bata. Max dan Via mengawasi Arini dari jauh bersama si kembar. Mereka memberikan ruang untuk Arini berbicara dengan orang tua kandungnya. Mario mengangguk seraya tersenyum. Mario masih berusaha agar cinta bisa melihat ke layar ponselnya. Akan tetapi Cinta malah membalikkan tubuhnya dan tidak mau melihat wajah Arini. "Dia siapa?" tanya Arini ketika melihat seorang wanita yang terlihat sedang membelakangi ayahnya itu. Mario menoleh pada Cinta sedetik kemudian dia langsung berbalik lagi. "Dia ibu kandungmu sayang" jawab Mario. Sekarang putrinya terlihat benar benar cantik. Jauh lebih cantik daripada ketika masa kecilnya dulu. Mario sekarang menyesal karena telah menyiksa dan membuang Arini dulu.
"Papa minta maaf sama kamu karena dulu Papa sudah menyiksa dan membuangmu. Papa benar benar menyesal sekarang. Tolong maafkan papa nak." ucap Mario. Arsen hanya terus memperhatikan Mario. Dia sama sekali tidak berniat untuk menyela nyela pembicaraan mereka. "Kenapa baru sekarang pa? Kenapa baru sekarang papa menyesalnya. Kenapa tidak dari dulu. Aku sekarang sudah bahagia dan papa baru saja menyesali semuanya. Aku tidak benci sama papa dan Mama tapi aku kecewa karena papa telah memperlakukanku seperti hewan dan bukan layaknya manusia." Arini terus melihat ke wajah Mario. Wajah Mario memang sudah tua bahkan sekarang keriput di wajahnya pun sudah mulai terlihat. "Dulu Aku pernah memberi papa kesempatan untuk berubah, aku menunggu papa selama dua tahun. Jika dalam waktu dua tahun itu papa kembali maka aku akan memaafkan papa. Tapi sekarang apa? Papa bahkan kembali setelah berpuluhan tahun. Papa muncul disaat kehidupanku sudah mulai membaik" Air mata Arini turun dengan sendirinya. Dia masih mengingat dengan jelas di masa masa menyakitkan itu. Ketika Arini yang malang dipukul dengan pisau, dilempar ke kamarnya dan dikurung selama berhari hari. Dia cuma diberi makan air putih dan sayur sayuran saja. Arini sempat mengalami demam tapi siksaannya tidak berhenti disitu. Ketika demam Arini semakin naik Cinta malah menyeretnya ke kamar mandi dan menyuruhnya untuk mencuci baju milik Cinta. Rasanya sangat menyakitkan jika Arini mengingat semuanya.
"Maafin papa Bella, Papa sudah menyesali semua perbuatan papa di masa lalu. Tolong berikan papamu ini kesempatan untuk bisa mendapatkan maaf darimu. Papa tahu selama ini papa sudah memberimu banyak penderitaan. Tapi sekarang tidak lagi. Papa hanya ingin mendapat maaf darimu nak" Cinta sedikit penasaran jadi dia menoleh ke belakang dan disitulah pandangan matanya bertenu dengan wajah cantik Arini. Dan Arini juga bisa melihat hal itu. "Mama?" panggil Arinu pada Cinta. Mario juga ikut menoleh saat Arini menyebut kata Mama. Tidak bisa dipungkiri jika Mario senang ketika melihat istrinya sudah mau melihat wajah putrinya kembali. Meskipun cinta tidak berbicara apa apa tapi setidaknya ini lebih dari cukup.
Via melihat Arini dengan penuh rasa iba. Dia tidak pernah tahu jika Arini pernah mengalami hal seperti itu di masa kecilhya.