Hot Daddy

Hot Daddy
Proyek Arsen



"Proyek ini sudah saya pastikan berhasil jadi jika anda mau anda bisa saja bergabung dalam proyek yang kami tangani. Tapi mungkin anda harus sedikit investasi. Investasi tidak akan membuat anda bangkrut. Lihatlah disini, ini adalah grafik keuangan yang telah kita dapatkan di proyek sebelumnya. Semakin meningkat dan meningkat" Arsen menyandarkan tubuhnya di kursi lalu dia menatap Mr mickey dengan serius. Max hanya terkagum kagum dengan kepandaian Arsen dalam berbisnis. Arsen sangat pintar mengambil hati kliennya, lihatlah tanpa mengatakan apapun lagi Mr mickey mengeluarkan sebuah kertas kemudian menuliskan nominal dua milyar. "Saya tidak bawa uang cash, saya investasi melalui cek saja dengan jumlah uang sebesar dua milyar. Tolong anda terima" ucap Mr mickey sambil memberikan kertas cek itu kepada Arsen. Arsen langsung mengambilnya dan memeriksanya kembali, dia tersenyum kemudian menjabat tangan Mr mickey. "Terima kasih atas kepercayaan anda. Saya yakin proyek kita kali ini akan berjalan dengan lancar"


Kemudian Mr Mickey berdiri sambil menenteng tas nya. "Kalau begitu saya pamit pulang terlebih dahulu, anak saya sedang sakit di rumah. Saya tidak bisa lama dan saya senang bisa mendapatkan kesempatan untuk bertemu kalian" ucap Mr mickey. Arsen dan Max juga ikut berdiri dan menyalami Mr Mickey. "Semoga putramu cepat sembuh" Mr mickey mengernyitkan keningnya dengan bingung. Dia berpikir keras bagaimana Arsen bisa tahu kalau anaknya seorang laki laki padahal Mr mickey tidak pernah menyebutnya sama sekali. Dia hanya mengatakan anaknya bukan putranya. "Dari mana anda tahu kalau anak saya laki laki?" tanya Mr mickey pada Arsen. Max menoleh pada Arsen kemudian Arsen menjawab dengan tenang. "Anda sendiri yang menyebutkannya tadi" jawab Arsen.


Mr mickey semakin dibuat bingung padahal dia tak menyebutnya sama sekali. Ah apa ini mungkin karena dia lupa ya. Belakangan ini Mr Mickey memang sering lupa dengan apa yang dikatakannya. "Ah baiklah kalau begitu saya harus pergi, senang bekerja sama dengan anda" setelah kepergian Mr Mickey Arsen langsung duduk kembali di mejanya dengan mengembangkan senyum yang tadi tertahan. Max yang penasaran pun langsung bertanya kepada Arsen. "Kamu tahu dari mana kalau anaknya Mr mickey laki laki?" tanya Max. Arsen menoleh pada Max lalu menjawab pertanyaannya. "Sebelum aku datang kesini aku sudah tahu semuanya tentang dia. Aku mencari tahu bagaimana dia. Aku tidak ingin bekerja sama dengan sembarang orang yang bisa mengakibatkan perusahaan Rugi. Sebaliknya aku ingin bekerja sama dengan orang yang bisa membuat perusahaan untung contohnya seperti sekarang ini" Arsen memegang lembar cek itu dan menunjukkannya pada Max.


"Lalu soal proyek itu?" tanya Max lagi. Arsen menghela nafasnya kemudian berdiri sambil menatap Max. "Tetap kita jalankan, aku yakin proyek kali ini menghasilkan keuntungan yang besar. Ayo kita pergi" ucap Arsen sambil meninggalkan Max. Kemudian Max ikut menyusul Arsen keluar dia sendiri sampai sekarang belum mengerti bagaimana caranya Arsen berbisnis hingga mengalami keuntungan yang berlipat ganda. Saat ditanya triknya apa Arsen hanya menjawab otakmu yang paling utama.


.


.


"Lagi pula Arini sama Via disini tidak sendiri loh Ma, kan ada Bi Mina, pak Tejo, Pak Anto dan masih banyak lagi"


"Jadi?" tanya Garda sambil melihat ke arah mereka bergantian. Via dan Arini saling menatap kemudian mengangguk bersamaan. "Kami mengizinkan mama sama papa untuk pergi asal Mama sama papa bisa jaga kesehatan disana. Jangan lupa sering ngasih kabar kepada kita" Garda dan Mila tersenyum mereka beruntung memiliki menantu yang baik seperti mereka. Apalagi Mila, matanya sudah berkaca kaca. Anak anak mereka tidak salah dalam memilih istri. Mila sangat bangga dengan keduanya.