Hot Daddy

Hot Daddy
S.2. Eps 35 Tentang Aiden



Rocky sedang dalam perjalanan menuju Cafe, ia diminta oleh Arsen untuk menjemput pesanannya. Sambil mendengarkan musik Rocky terus melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang.


Matanya melihat ke arah depan sambil memeriksa alamat cafe di ponselnya . Karena sebelumnya Rocky tidak pernah kesana jadi dia harus menggunakan google Maps. Tapi saat dalam perjalanan dia seperti melihat seseorang yang dikenalnya.


"Itu kan Tuan Muda Rei? " batin Rocky dalam hatinya.


Rocky langsung berhenti untuk memastikan apa yang ia lihat itu memang benar atau tidak. Dia turun dari mobilnya sambil menggunakan kaca mata miliknya. Dengan langkah nya yang lebar, Rocky langsung mendekati Rei yang saat itu sedang kebingungan.


"Ada apa dengan motor mu? "


Rei langsung mendongakkan kepalanya mendengar suara itu.


"Kamu?"


"Ya, ini saya Sekretaris Daddy mu"


Rocky langsung memeriksa motor Rei tanpa izin terlebih dahulu. Dia menggelengkan kepalanya sambil mengatakan "Anak Muda Jaman sekarang, tau nya bawa motor tapi lupa isi bensin"


Rei berdiri dari duduknya kemudian menatap Rocky dengan tatapan curiga. Melihat Rocky dia teringat Kissmark yang ada di leher Alea tadi. Rei maju mendekati Rocky. Tinggi nya yang sebahu Rocky membuat nya terlihat seperti seorang anak yang akan memarahi ayah nya. Rocky mengernyitkan keningnya ketika melihat Rei yang tiba tiba mendekat ke arah nya.


"Ada apa Tuan Muda?" tanya Rocky.


"Seharusnya aku yang bertanya sama Om. Apa yang Om lakukan sampai sampai di leher adek ada kissmark?"


"Kamu tau?" tanya Rocky sambil tersenyum.


"Ya, aku tahu. Dan sekarang jawab pertanyaan aku om"


Rocky membuka kaca matanya kemudian menaruhnya di saku jas nya. Matanya terus melihat ke arah Rei. "Itu hanya unsur ketidaksengajaan yang menjadi sebuah kecanduan"


Awalnya Rocky hanya ingin memasangkan kalung Alea yang copot, tapi setelah memasang kalung nya Rocky tidak sengaja mencium leher Alea. Alea sempat ingin melepas nya tapi Rocky menahannya.


Alea memberontak tapi tenaganya kalah besar dengan Rocky yang badannya kekar itu. Alhasil Alea hanya pasrah saja. Rocky mulai mengecup sedikit leher Alea yang membuat Alea langsung merinding. Karena Alea yang tidak memberikan respon apa apa Rocky melanjutkan aksinya.


Rocky mulai menjilati sambil menggigit leher Alea.


Rocky terkekeh ketika mengingat hal itu. Rei yang melihat hal itu langsung menendang bagian vital Rocky.


"Argghhhh"


"Jangan pernah mesum sama Adikku, dasar om tua mesum. ini baru peringatan dariku belum lagi Bang Aiden"


Rocky memegang celananya yang berisi aset berharganya. Demi apapun tendangan Rei sangat menyakitkan. Rocky yang tidak mau terlihat lemah langsung berdiri tegak meskipun rasanya sangat ngilu sekali.


"Ya sudah berhubung Tuan Muda motor nya mogok, lebih baik ikut saya aja. Cabut kunci motor nya, saya akan segera menyuruh orang untuk mengantar motor itu ke rumah Tuan Muda"


Rei tersenyum sinis, dia mencabut kunci motor nya dan langsung masuk ke dalam mobil Rocky. Rocky hanya tertawa melihat kelakuan calon kakak ipar kecilnya nya itu.


.


.


.


"Sampai kapan aku harus seperti ini" batin Aiden.


Aiden duduk di pinggir kolam renang sambil menunduk. Setelah mendengar cerita Alea tadi, Alea merasa gagal menjadi seorang kakak yang baik. Meskipun Alea menyebutnya sebagai abang terbaik tapi tidak bagi Aiden. Karena menurut Aiden dirinya adalah seorang kakak yang buruk. Aiden ingin selalu menjaga Alea dan Aiden juga tidak ingin melihat orang lain bersama Alea.


Aiden mengepalkan tangannya. Arini yang melihat dari kejauhan merasa heran dengan Aiden. Karena tidak biasanya Aiden bersikap seperti itu. Saat Arini berniat menghampiri Aiden, Aiden malah pergi.


"Ada apa dengan Aiden? Dia tidak seperti biasanya"


Gumam Arini.


Arini memutuskan untuk menyusul Aiden, Arini berpikir mungkin Aiden kembali ke Kamar nya. Dan sesuai dugaannya Aiden memang benar di Kamar nya. Tapi kali ini ada yang berbeda. Aiden tidur dengan memeluk guling nya. Guling itu adalah guling yang ia berikan pada Aiden dulu dan sudah menjadi kesayangan Aiden.


Arini masuk ke dalam kamar Aiden dan duduk di pinggir kasur Aiden "Sebenarnya apa yang terjadi sama kamu nak? kamu selalu menyimpan masalahmu sendiri. Mommy juga pengen mendengar kamu bercerita seperti Rei dan Alea" lirih Arini.


Arini mengecup kening Aiden kemudian memeluknya.