Hot Daddy

Hot Daddy
Mengelabui seseorang



Genita sedang duduk di salah satu cafe yang ada di dalam mall tersebut, dia membuka ponselnya sambil matanya melihat kesana kemari untuk memastikan dan menunggu seseorang yang akan datang padanya. Awalnya Genita tidak tertarik dengan yang namanya perkenalan online tapi berhubung orang yang mengajaknya kenalan adalah cowok ganteng, tentu saja Genita tidak mau menyia nyiakannya. Dia langsung membalas chat itu dengan cepat hingga berlanjut sampai sekarang. "Mas Afa kok lama banget sih" gumamnya sambil melihat ke arah jam tangannya. Sedangkan dari kejauhan Shila sudah siap, dia menoleh ke belakang dan menatap teman temannya. "Semoga berhasil" ucap mereka bersamaan. Shila mengangguk lalu melangkahkan kakinya ke arah Genita.


"Hai, Genita ya" mendengar suara cowok Genita langsung mengangkat kepalanya dan tersenyum ketika melihat pria yang ditunggunya sudah datang. "Eh iya Mas, ini saya sendiri" Shila tersenyum meremehkan dalam hati tapi di bibir beda lagi, dia sengaja membuat senyuman termanis agar Genita tertarik padanya. "Gak nyangka banget ya akhirnya kita ketemu" ucap Shila sambil menarik kursi di depan Genita dan duduk di hadapannya. Genita terlihat malu malu sekarang di mata Shila, sejak tadi dia selalu memegang rambutnya dan menyembunyikannya ke belakang telinganya. "Iya mas aku juga gak nyangka banget loh, eh Mas nya mau pesan apa? Biar kita pesan dulu"


"Ah aku samain aja kayak kamu, aku bisa makan apa saja kok" jawab Shila dengan suara yang dibuat buatnya. Genita mengangguk sambil tersenyum kemudian dia mengangkat tangannya dan memanggil pelayan. "Ada yang bisa saya bantu mbak?" tanya pelayan itu dengan membawa beberapa buku menu. "Saya mau pesen makanan kesukaan saya, mbak masih ingat kan makanan favorit saya kalau datang kesini" Genita menatap wajah pelayan itu dengan percaya dirinya, dia yakin sekali kalau pelayan itu pasti akan sangat mengenalnya sebab Genita sudah sangat kering kesini. Pelayan yang tadi hanya bisa menggaruk kepalanya, dia bingung harus berkata seperti apa. "Maaf mbak, disini pelanggan kami banyak. Jadi saya tidak tahu apa makanan favorit mbak karena pelanggan kami juga banyak yang menyukai makanan dari cafe ini"


Shila berusaha sekuat tenaga untuk tidak tertawa ketika melihat Genita yang mati kutu di hadapannya. "Jadi mau pesan apa mbak?" tanya pelayan itu sambil membuka catatannya. "Dua cumi bakar sama udang crispy, kalau minumnya buatin aja jus jeruk" Pelayan itu menuliskan pesanan Genita lalu berpamitan pergi untuk melakukan tugasnya yang lain. "Kamu sering datang kesini?" tanya Shila meluncurkan aksinya. Genita mengangguk dengan cepat. "Biasanya kalau lagi bosen di rumah aku selalu datang kesini cuma buat makan makan atau minum kopi doang" jawab Genita.


"Oh iya kamu kan belum punya pacar nih? Dan kamu itu juga termasuk tipe aku. Kalau misalnya aku nembak kamu sekarang gimana? Kamu mau gak jadi pacar aku?" Shila harus bersusah payah untuk bisa bersuara seperti cowok. Karena suaranya lah yang berperan penting dalam hal ini. "Sebenarnya awalnya aku gak suka sih sama kamu tapi lama kelamaan aku tahu kalau kamu orangnya asik, aku jadi suka kamu" Genita tidak ingin bersifat malu malu kucing, daripada dia menyesal nantinya lebih baik dia mengatakan saja yang sebenarnya. Shila atau yang Genita panggil Mas afa sekarang langsung menggenggam tangan Genita dengan lembut. "Jadi apa jawabanmu? Apa sekarang kita pacaran?"


Tapi tiba tiba tiga orang pria langsung duduk bergabung bersama mereka.


Salah satu dari mereka langsung merangkul Genita dengan kurang ajarnya. Genita langsung menghempaskan tangan pemuda itu dengan kasar. "Jangan kurang ajar ya Mas, saya disini sama pacar saya." Shila langsung mengelus tangan Genita. "Ssstt sayang, mereka tuh abang aku, kamu yang sopan ya. Kan mereka calon kakak ipar kamu" Suara lembut Shila berhasil menyihir Genita, Genita langsung melunak seketika. "Maafin saya ya Mas, saya tidak tahu kalau kalian adalah abang dari pacar saya"


"Tidak apa apa neng" jawab pria yang menggunakan jaket, dan itu adalah Arini dia menutupi kehamilannya dengan jaket agar tidak ketara banget.