Hot Daddy

Hot Daddy
S.2. Eps 31 Lampu hijau



Rocky sudah tidak berkutik lagi saat Arsen sudah menunjukkan semua buktinya. Sekarang dia terlihat seperti seorang tahanan yang sedang diintrogasi. Berdiri dengan rasa canggung dan ditatap tajam oleh Arsen. "Aku hanya menyuruhmu untuk mengantarnya ke sekolah kenapa kamu malah menciumnya" ucap Arsen dengan menghilangkan bahasa formalnya. Rocky mengangkat kepalanya, sebagai seorang laki laki dia tidak boleh takut dengan hal seperti ini. Akhirnya Rocky mengeluarkan suaranya "Tapi sepertinya bapak juga lupa bahwa saya seorang laki laki, bapak harusnya tahu jika seorang laki laki bersama wanita apalagi yang dicintainya, dia pasti ingin melakukan sesuatu untuknya. Seperti apa yang saya lakukan. Saya menyukai Alea dan saya menciumnya karena naluri hati  bukan hanya nafsu semata" Rocky membalas tatapan tajam Arsen dengan berani, bukannya ingin melawan Rocky hanya ingin mempertegas dirinya saja. Dia tidak mau menjadi laki laki lemah seperti dulu. 


Arsen hanya terdiam, emosinya sudah bergejolak. Dia tidak menyalahkan Rocky atas hal ini. Karena disini Arsen juga salah. Tidak seharusnya dia menyuruh Rocky untuk mengantarkan Alea. "Aku cukup salut dengan keberanianmu untuk mencium putriku, kalau saja aku tidak menyukaimu sudah pasti dari tadi aku membuatmu menghilang" jawab Arsen dengan tenang. Rocky hanya mengangguk kecil meskipun dia tahu siapa Arsen tapi tidak sedikit pun dia takut pada Arsen. Karena Rocky lebih cenderung  segan bukan takut. Arsen berdiri kemudian tanpa aha aba dia langsung memukulkan tangannya pada bibir Rocky dengan kasar hingga mengeluarkan sedikit darah. Rocky hampir saja terhuyung ke belakang jika dia tidak menahan keseimbangannya. Pukulan Arsen benar benar sangat menyakitkan. "Itu adalah hukuman untuk bibirmu, dah itu juga sambutan untukmu calon menantu" Arsen melepaskan pandangannya dari Rocky kemudian duduk kembali di kursinya.


Sedangkan Rocky dia masih terdiam kaku di tempatnya, yang ada dalam pikirannya saat ini adalah dua kata dari Arsen, Calon menantu.


"Bapak bilang saya apa?" tanya Rocky untuk memastikan apa yang didengarnya tadi. Arsen hanya memutar bola matanya dengan malas kemudian mengangkat kaki kanannya dan ditumpu di paha kirinya. Tangannya mengambil berkas dan membukanya. "Kalau kamu punya dua telinga pasti kamu tahu apa yang saya bilang tadi" ucap Arsen dengan kembali formal.


"Bapak bilang saya calon menantu, apa bapak serius?" Lagi lagi Rocky bertanya sambil menahan senyum di wajahnya. Arsen menghela nafasnya kemudian menatap tajam Rocky. "Sekali lagi kamu bertanya saya cabut sebutan itu dari kamu"


Seketika Rocky langsung terdiam, dia tidak mau Arsen mengurungkan niatnya untuk menyebutnya sebagai calon menantunya. Arsen menggelengkan kepalanya ketika melihat ke bagian bawah Rocky. "Jangan lupa resleting nya ditutup, saya tidak minat sama kamu"


Rocky menundukkan kepalanya, wajahnya langsung memerah ketika bagian itunya menonjolkan dirinya. Dengan cepat dia langsung menutup Resletingnya. "Maaf pak"


.


.


"Bang Aiden kemana sih dari tadi belum balik balik juga, bel udah bunyi dari tadi padahal" batin Rei dalam hatinya. Aiden masih belum kembali semenjak dia keluar tadi makanya Rei bertanya tanya karena tidak biasanya Aiden seperti itu. Tak lama kemudian muncullah Aiden dari luar kelas. Aiden langsung duduk di bangkunya di samping Rei. "Lo kemana aja sih bang" tanya Rei dengan penasaran. Aiden menoleh pada Rei kemudian mengambil sebungkus rokok dari dalam sakunya. "Biasa" jawab Aiden dengan singkat. Aiden kembali memulau aktivitas nya seperti biasa yaitu merokok di kelas. Itu sudah menjadi kewajiban bagi Aiden. Rei menggelengkan kepalanya melihat kelakukan Aiden yang sangat jauh berbeda dengannya. Rei tidak suka merokok tidak seperti Aiden.


"Kenapa?"


"Lehernya memerah seperti bekas ciuman tapi Adek bilang itu cuma gigitan nyamuk. Kalau abang ga percaya ini gue ada buktinya. gue sempat mengambil fotonya diam diam"


Rei memberikan ponselnya dan menunjukkan hasil fotonya pada Aiden. Aiden langsung melihatnya dan benar saja apa yang dikatakan Rei.


"Itu bukan gigitan nyamuk, sudah jelas sekali kalau itu kissmark. Dan Alea tadi pagi berangkat sama Rocky"


"Jadi maksud lo ini ulah om Rocky?"


Aiden berdeham "Lihat aja nanti" jawabnya dengan sorot mata yang mengerikan.


**Pesan Author


Ga nyangka banget ternyata masih banyak yang nungguin Update. Jarang Update karena sibuk mempersiapkan untuk daftar kuliah jadi mohon dimaklumi ya. Tenang aja Author sudah mempersiapkan episode spesial buat kalian, tapi bukan sekarang. Ditunggu ya terima kasih udah nyemangatin aku buat update**:)