
Arini dan Via baru saja selesai belanja, mereka langsung mencari taksi untuk segera pulang. Meskipun hari sudah semakin larut tetapi mereka berdua tidak takut untuk pulang dengan taksi. "Pak, tolong antar kami ke jalan Kenanga" ucap Arini pada supir taksinya. Supir itu mengangguk kemudian menjalankan taksinya dengan kecepatan sedang. "Lo belanja apaan hari ini? Kelihatannya belanjaan lo sangat banyak" ucap Via ketika melihat Arini yang membawa sekitar sepuluh kantong belanjaan. "Gue cuma beli baju baju si kembar, gue banyak milih baju yang sama untuk mereka. Dan sisanya adalah baju baju untuk gue dan kemeja Mas Arsen" Via hanya mengangguk kemudian dia melihat ke luar jendela yang kebetulan pada saat itu matanya langsung tertuju pada sebuah mobil dimana Gabriel berada di dalamnya. "Eh tunggu, itu bukannya pak Angga? Kok Gabriel bisa sama pak Angga?" Arini dengan cepat menoleh dan langsung melihat hal itu juga. "Tumben banget Gabriel mau diajak keluar sama cowok? Apalagi itu pak Angga? Atau jangan jangan sekarang Gabriel juga menyukainya" Gumam Arini.
"Entah lah tapi sepertinya Gabriel juga kelihatan bahagia malam ini" lalu taksi mereka melewati mobil Angga dengan cepat. Via kembali duduk seperti semula begitu pun dengan Arini. "Mas Arsen di rumah ngapain ya sama si kembar?" tanya Arini pada dirinya sendiri. Via hanya mendengarnya tapi hanya diam saja.
Sementara itu Arsen sedang kelimpungan di rumah karena dua bayi kembarnya menangis secara bersamaan. Max juga tidak ada di rumah karena dia pergi sebab ada urusan. Alhasil sekarang Arsen kebingungan. Rei dan Alea sama sama tidak bisa diam mereka terus menangis dengan keras. "Alea, Rei diam dulu ya. Daddy ikutan pusing kalau kalian menangis bersamaan gitu" Tapi yang namanya bayi tentu saja mereka tidak mengerti. Alea bahkan semakin mengeraskan tangisnya. Sampai akhirnya Bi Mina muncul dari arah dapur. "Tuan sepertinya Non Alea sama Den Rei haus. Mereka butuh Asi dari Non Arini" ucap Bi Mina sambil memperhatikan kedua bayi mungil dalam box bayi itu. Sedangkan Aiden dia terus saja tidur terlelap tanpa terganggu dengan suara adik adiknya yang berisik. "Iya Bi tapi Arini sedang tidak ada di rumah. Bibi kembali ke dapur saja biar aku yang mengurus anak anak" jawab Arsen kemudian.
Bi Mina mengangguk kemudian kembali ke dapur dan melanjutkan memasak untuk makan malam nanti. Arsen mengambil Alea dari box bayi kemudian menimangnya sebentar. "Cupp cupp cupp jangan nangis sayang bentar lagi Mommy pulang. Sabar yah" Saat itu juga Rei juga semakin menangis dengan keras sampai akhirnya Aiden juga ikut terbangun. Mata Aiden melirik ke kanan dan kiri lalu melihat ke arah Arsen yang menggendong Alea. Karena tidak punya pilihan lain akhirnya Arsen pergi ke kamarnya dan mencari gendongan bayi yang ia beli pada waktu itu. Arsen menggendong Alea dengan itu kemudian turun ke bawah. Dia mengambil Rei juga dan menggendongnya sama seperti Alea. Alhasil Sekarang Arsen menggendong dua bayi di depannya dia terlihat seperti kanguru saja. Arsen mengecek Aiden juga, pada saat itu matanya bertemu dengan Aiden. Tangis Alea dan Rei sekarang sudah mulai berhenti. Arsen berjalan sebentar sambil menggendong kedua buah hatinya itu. "Udah kalian bobo aja yuk"
Sambil menyanyikan sebuah lagu Arsen terus berjalan mengelilingi Box Aiden sambil menepuk nepuk Alea dan Rei supaya cepat tertidur. Arsen benar benar tidak menyangka dengan dirinya. Dia yang dulunya seorang Psikopat kejam sekarang berubah profesi menjadi Daddy yang lembut. Daddy yang selalu siap siaga untuk anak anaknya dan juga suami yang baik untuk Arini. Tak lama kemudian Arsen mendengar suara mobil yang berhenti di depan, Arsen mengira itu adalah Arini ternyata bukan. Max masuk ke dalam sambil melepas sepatunya. "Si kembar kenapa?" tanya Max ketika melihat Arsen menggendong dua bayi sekaligus. "Rewel, dia haus. Arini sama Via juga belum pulang" Max mengangguk lalu dia duduk di sofa sambil merentangkan tangannya.
"Terima kasih" ucap Arini. Setelah mengatakan itu mereka langsung masuk ke dalam dengan kantong belanjaan mereka. Arini melihat rumah dalam keadaan sepi dia naik ke atas kamarnya terlebih dahulu untuk menyimpan semua barang belanjaannya. Baru setelah itu dia mencari keberadaan anak anak dan suaminya. "Sssttt Bobo ya Nak, Daddy gak bisa ngasih Asi. Mommy juga belum pulang pulang. Kalian bobo sama Daddy aja ya." Arini mencari sumber suara itu dan ternyata Arsen sedang berada di ruang keluarga sambil menggendong kedua bayinya. Arini tersenyum melihat pemandangan itu, dia melihat bagaimana Arsen menjaga ketiga bayinya dengan caranya sendiri. Arsen menggendong keduanya sementara dia juga sambil menjaga Aiden yang sekarang sudah tertidur lelap lagi. Arini langsung menghampiri Arsen dan menyentuh lengannya. "Mas, mereka belum tidur?"
"Kamu sudah pulang?"
Arini mengangguk lalu dia melihat Alea dan Rei yang hampir terlelap. "Mereka terus saja rewel dari tadi aku sampai bingung bagaimana cara menenangkan mereka" ucap Arsen sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal. "Ya sudah lebih baik kita bawa ke kamar dulu, aku mau nidurin Rei dan Alea sekalian. Aiden kayaknya cuma perlu dipindahin aja. Dia nyenyak banget tidurnya" Arsen terkekeh kemudian dia melihat Aiden. "Dia anteng banget tidurnya meskipun mendengar suara Rei dan Alea yang berisik"
"Yaudah yuk kita ke kamar"