Hot Daddy

Hot Daddy
S.2. Eps 14 Pergi



Sesuai dengan janji Arsen, hari ini adalah hari dimana Rei dan Arsen akan pergi berlibur. Dengan dibantu Arini mereka berdua memasukkan perlengkapannya ke dalam tas gendong yang biasa digunakan untuk pergi berlibur. "Jangan bawa semuanya Mom, aku cuma akan membawa yang penting penting saja" ucap Aiden kepada Arini. "Kamu yakin?" tanya Arini. Aiden hanya mengangguk kemudian setelah menyiapkan semuanya dia langsung menutup resleting tas nya dan beralih melihat ke arah Arini. "Mommy jaga diri baik baik, jangan khawatir Aiden juga akan menjaga Rei disana. Kita berdua akan saling menjaga" Arini tersenyum kemudian pintu kamar Aiden terbuka dan masuklah Rei dengan membawa segala persiapannya. "Bang, Kelvin udah datang. Kita berangkat sekarang aja yuk. Dua puluh menit lagi pesawatnya take off" Arini menghela nafasnya dia memandangi Rei dan Aiden secara bergantian. Beberapa jam lagi rumah ini akan sepi karena tidak ada mereka. Rei yang menyadari hal itu langsung menghampiri kemudian memeluk Arini. "It's okey Mom jangan sedih kita cuma beberapa hari kok di bali"


"Semuanya akan baik baik saja Mom, percaya sama Aiden"


Mata Arini terlihat sedikit berkaca kaca, tentu saja dia sangat sedih melihat kedua putranya yang akan pergi meskipun hanya sebentar tapi nalurinya sebagai seorang ibu takut akan terjadi sesuatu pada mereka. Apalagi mereka tidak mau dikawal oleh body guard. Arsen di ruang tamu menunggu mereka tapi tidak kunjung keluar. "Mereka lama sekali, Om susul dulu ya kamu tunggu disini sebentar" ucap Arsen pada Kelvin. Kelvin tersenyum sambil mengangguk. "Iya om"


Setelah itu Arsen menyusul mereka ke atas. Arsen mencarinya di kamar Rei tapi mereka tidak ada. Lalu dia melihat pintu kamar Aiden terbuka. Dengan langkah lebarnya dia langsung menuju ke sana. Setibanya disana Arsen melihat Arini yang sedang memeluk dan mencium Aiden dan Rei. "Kalau ada apa apa langsung hubungi Mommy sama Daddy. Disana kalian harus rajin makan. Nanti kalau sudah nyampe kalian juga...."


"Sssttt Mommy, jangan menangis okey"


Arsen langsung masuk ke dalam menghampiri mereka yang berusaha menenangkan Arini. "Kalian berangkatlah, Kelvin sudah menunggu dari tadi. Mobil dan supir sudah Daddy siapkan kalian hanya tinggal berangkat"


"Tapi Mommy..."


"Rei, Mommy biar Daddy yang urus"


Aiden mengangguk lalu dia juga memeluk Arsen. "Jaga diri, ingat pesan yang Daddy sampaikan. Kalian harus hati hati." Aiden mengangguk kemudian dalam pelukan Arsen ia berbisik. "Awasi Alea Dad" Aiden melepaskan pelukannya kemudian Arsen berganti memeluk Rei. "Nikmati liburannya dengan baik"


"Thank you Dad"


.


.


Satu jam kemudian


Alea mulai terbangun dari tidurnya, tangannya meraba raba kasurnya mencari ponselnya. Setelah menemukannya Alea membuka matanya kemudian melihat jam yang tertera di layar ponselnya. Mata Alea langsung terbuka lebar kaget dengan apa yang dilihatnya "WHAT? UDAH JAM TIGA SORE. BANG AIDEN PASTI UDAH BERANGKAT"  dengan buru buru Alea turun dari kasur dan keluar dari kamar. Dia  berlarian pergi ke kamar Aiden dan Rei yang sudah kosong. Alea tidak menyerah begitu saja mungkin saja mereka masih menunggu dirinya sebelum berangkat. Bi Sumi yang baru selesai memotong rumput di taman belakang rumah terheran melihat anak majikannya yang berlarian di dalam rumah. "Non, Non Alea kenapa lari lari? Nanti kalau jatuh gimana. Hati hati non"


"Bi? Bang Rei sama Bang Aiden mana?"


"Loh Non belum tau, Den Aiden sama Den Rei sudah pergi dari satu jam yang lalu" ucap Bi Sumi pada Alea. Seketika Alea merasa lemas. Dia langsung duduk di lantai begitu saja membuat bi Sumi khawatir terhadapnya. "Non kenapa?"


"Gak apa apa bi"


"Kalau begitu Bibi permisi dulu ya" Alea mengangguk dengan lemas. "Abang" Alea tiba tiba meneteskan air matanya dan menangis dalam diam.