
Seorang wanita tersenyum dengan lebar ketika apa yang dicarinya telah ditemukan. Dia mencari tau tentang keburukan Arsen di internet tapi sayangnya hampir semua situs di internet tidak menayangkan berita keburukan Arsen. Mereka hanya akan merekam dan menyimpan semua berita hangat tentang kesuksesan Arsen. "Akhirnya aku menemukan ini juga" ucap Ririn sambil mengambil cd yang telah usang. Dia mengambil cd itu di kantor dalam ruangan Arsen, masuk ke dalam dengan menyelinap. Dengan susah payah akhirnya dia menemukan benda itu, dengan hati hati lagi dia merapikan semuanya agar jejaknya tidak ketahuan. Padahal itu adalah hal yang paling bodoh yang pernah dilakukannya "lihat lah sebentar lagi, aku yang akan hancur atau dia yang akan hancur" Ririn memutar rambut bergelombangnya dengan tangannya
Arsen tersenyum sinis di balik topengnya, dia sudah berada di indonesia sejak kemarin. Arsen mempercepat kepulangannya ketika mendapat kabar dari salah satu anak buahnya. Mereka menemukan sekaligus mengetahui siapa pelaku di balik masalah Max itu. Dari tadi Arsen terus memperhatikan gerak gerik Ririn yang ada di dalam ruangan kantornya, Arsen sengaja untuk mengikuti kemana pun dia pergi karena setelah ini rencana Arsen yang sebenarnya akan dimulai. "Seekor ulat bulu tidak akan menang jika melawan ular yang berbisa"
Setelah mendapat apa yang diinginkannya, Ririn dengan langkah terburu burunya pergi keluar dari gedung itu tapi saat dia mulai berjalan tiba tiba semua lampu langsung mati dan berubah menjadi gelap, Ririn sangat kebingungan ketika semua lampu mati begitu saja. Jantung Ririn berdehar dengan kencang, dari kecil dia sangat takut akan kegelapan. Ririn mengambil posisi jongkok sambil mencari cari ponselnya untuk menghidupkan senter dan sekarang dia baru ingat kalau ponselnya ketinggalan di dalam mobilnya. Tiba tiba Ririn mendengar suara langkah kaki yang begitu jelas tapi saat dia mengangkat kepalanya suara itu sudah tidak ada. Padahal tadi itu adalah suara langkah sepatu Arsen yang memang sengaja untuk berniat mengambil kembali benda itu
"Kembalikan Cd itu atau kamu akan berhadapan dengan saya sekarang" Ririn mengangkat kepalanya dan melihat seorang pria yang menggukan topeng untuk menutupi wajahnya "siapa kamu?" tanya Ririn dengan sedikit takut. "Tidak penting siapa aku, berikan Cd itu padaku sekarang maka aku juga akan membantumu balas dendam pada Arsen dan juga adiknya yang lugu itu" orang di balik itu adalah Arsen sendiri dia tidak ingin menggunakan kekerasan terlebih dahulu sebelum rencananya dimulai. "Saya tidak tau siapa kamu? Dan apa tujuan kamu mendekati saya di dalam posisi seperti ini. Tapi jika kamu benar benar ingin membantu saya, baiklah saya akan memberikannya." Ririn mengambil Cd nya dari dalam kantong bajunya kemudian memberikannya pada Arsen.
"Baiklah, karena benda ini sudah dipegang olehku, maka aku siap membantumu." Alibi Arsen yang berniat untuk membantu padahal niatnya yang sebenarnya adalah menghancurkan kembali manusia setengah gila itu "Jadi kapan kita akan memulai rencana kita?" tanya Ririn dengan penasaran. Arsen tersenyum licik di balik topengnya, awalnya dia ingin memperlambat tetapi ketika Ririn bertanya seperti itu, Arsen malah berfikir sebaliknya. "Saya ngerti tujuan kamu sekarang, aku akan berusaha untuk mempercepat semua rencana ini" Ririn hanya tersenyum lalu mengangguk, setidaknya di dalam kegelapan ini ada seseorang yang siap untuk melindunginya.
.
.
Tepat setelah itu, sebuah klakson menyadarkan mereka berdua. Arini mengintip ke depan untuk melihat siapa yang datang. Dan ternyata adalah suaminya sendiri. Dengan kondisi yang masih berantakan Arini keluar dan langsung menyambut Arsen. Dia membukakan pintu dengan lebar sambil tersenyum. Arsen yang melihat Arini terus tersenyum merasa ada yang aneh. "Kenapa?" tanya Arsen. Arini berjinjit dan langsung mengecup bibir suaminya itu. Seketika Arsen langsung paham dia menyeringai pada Arini dan membisikkannya di telinganya. "Dede bayi nya yang minta dijengukin, atau emang mamanya yang minta?"
Arini hanya menundukkan kepalanya, tanpa aba aba lagi Arsen langsung menggendong Arini dengan gaya bridal style. Hari ini adalah waktunya bersama Arini. Dia akan mengunci diri bersama Arini di kamar. "Ayo kita proses" bisik Arsen.