
Dalam perjalanan ke sekolah, Alea benar benar menjaga jarak dari Rocky. Tidak ada pembicaraan sama sekali. Rocky juga tidak ikut berbicara. Sampai akhirnya Rocky memutuskan untuk menghidupkan musik di dalam mobilnya agar suasana tidak terlalu canggung. Tapi seperti nya Rocky lupa dengan sesuatu.
"Emhhh Awwhhh sakitt uhhhhh plok plok plok" Bukan suara musik yang keluar tapi malah suara ******* seorang wanita. Alea membelalak kaget, dia langsung menoleh pada Rocky. "IH OM ROCKY MESUM BANGET SIH, KENAPA MUTER INI" Alea terus melayangkan pukulan pada Rocky dengan tangannya yang mungil, yah meskipun tidak berefek apa apa.
Rocky langsung mematikan musiknya, dia tidak tahu kenapa Ada suara seperti ini. Karena terakhir kali mobilnya dipinjam tetangganya untuk keperluan penting. "Aku gak sengaja, lagi pula aku, gak tahu kalau musiknya seperti itu"
Alea menghentikan pukulannya sambil melihat Rocky dengan tatapan sinisnya. "Ternyata selain mesum om Rocky juga cabul ya. Pantesan aja jomblo selama bertahun tahun" Alea bergidik ngeri ketika membayangkan Rocky yang menciumnya pada hari itu. Sebab Rocky tidak hanya mencium tetapi juga ah Sudah lah, Alea tidak ingin mengingatnya lagi. Yang penting sekarang dia harus hati hati terhadap Rocky. Bisa saja nanti ia, yang Akan menjadi sasaran empuk untuk nafsu Rocky.
"Jangan berpikiran aneh aneh, aku tidak seburuk yang kamu pikirin. Dan mengenai musik itu memang bukan aku yang menggantinya"
"Kalau bukan om siapa lagi? ini aja mobil om. Ya kali tuyul bisa ganti kaset mobil"
"Alea"
"Hmm"
"Kalau kamu saya nikahin mau gak?"
.
.
.
Setibanya Arsen dan Rei di sekolah, seperti biasa mereka mendapat sambutan yang sangat tidak mereka sukai. Bagaimana tidak, jika baru turun dari motor saja mereka dikerubungi cewek cewek yang selalu bilang menyukai Aiden dan Rei. Aiden berdecak kemudian mencabut kunci motornya sambil bergegas pergi.
"KAK AIDEN AKU BAWAIN KAKAK BEKAL"
"KAK AIDEN BALES PESANKU DONG"
"HAI KAK NAMAKU NANA"
Aiden langsung menghentikan langkahnya ketika mendengar Nana. Mereka semua histeris ketika Aiden berhenti. Mereka pikir mungkin Aiden Akan menyapa mereka dengan senyuman yang manis.Tapi malah sebaliknya, Aiden memilih mendekati salah satu dari mereka yang mengaku sebagai Nana. Nana yang dilihat Aiden langsung gugup, jantungnya berdetak dengan cepat. Dia sebenarnya tidak tahu dengan kerumunan, apa ini. Hanya saja yang ia lihat tentang betapa cewek cewek itu mengagumi seorang Aiden.
"Siapa nama lengkap lo? " tanya Aiden.
"Nana Ervia kak" jawab gadis itu.
Aiden mendesah kecewa, memang apa yang ia harapkan. Dia tahu Nana Sudah meninggal tapi malah berharap lagi. Nana tersenyum pada Aiden tapi Aidan langsung meninggalkan nya. Dan terjadilah aksi mengejar Aiden lagi. Nana menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Emang aku salah apa ya? "
Sedangkan Rei dia masih diam di motornya. Lain hal nya dengan Aiden, Rei masih bisa menerima semua pemberian mereka.Toh ujung ujungnya nanti bakal ia kasih ke Alea. Jadi Rei tidak perlu repot repot mengeluarkan Uang. "Jangan lupa dimakan ya kak Emmuachhh"
"Punyaku juga kak"
"Dan ini spesial buatanku sendiri kak"
"Ini celana d*l*m buat kakak" ucap seorang gadis yang memakai kacamata tapi tetap terlihat manis.
Rei langsung menganga dibuatnya, bagaimana bisa seorang gadis memberinya celana d*l*m. Gadis itu langsung mengambil tangan Rei dan memberikannya kemudian dia Berlari sambil menutupi wajahnya karena malu.
"Dasar gak tau malu" bisik gadis lain nya.
"Unik" batin Rei sambil melihat ke arah gadis yang Sudah mulai menjauh itu.