Hot Daddy

Hot Daddy
Senandung Bi Mina



Setelah pulang dari rumah sakit, ternyata Arsen membawa semua pekerjaan kantornya ke rumah. Ketika ditanya Arini mengapa dia tidak mengerjakannya di kantor Arsen malah menjawab dia lebih mementingkan untuk membawa pulang istrinya terlebih dahulu dari rumah sakit. "Kamu istirahat di kamar ya, aku harus mengerjakan semua pekerjaan kantor dulu. Nanti setelah selesai aku langsung masuk ke kamar" Arini mengangguk lalu dia berjalan dengan dibantu oleh Arsen ke dalam kamar. Arsen sudah menyiapkan dan merapikan kasur mereka dengan baik sehigga sekarang terlihat lebih nyaman, bersih dan Rapi. Arsen menyiapkan bantal Arini kemudian dia menyuruh Arini untuk berbaring secara perlahan. Setelah Arini berbaring di atasnya barulah Arsen membalutinya dengan selimut. "Tidur ya, jangan main hp" Arsen mengecup kening  Aruni dengan penuh kelembutan.


"Tapi Mas, aku ingin tidur dipeluk" ucap Arini dengan manja. Entah kenapa Arini sekarang semakin manja pada Arsen. Arini mengedipkan matanya beberapa kali seperti anak kecil yang sedang merayu ibunya agar dibelikan permen. "Ya udah ayo tapi kamu harus tidur beneran ya, jangan main main. masih banyak pekerjaan yang harus aku kerjakan sekarang" ucap Arsen dengan pasrah. Arini langsung menganggguk kan kepalanya. Dia langsung menarik tangan Arsen dan mengajaknya tidur bersamanya. Sedangkan Max dan Via mereka baru  bersantai di kamar mereka. Via duduk di depan meja riasnya dan mulai menghapus sedikit riasannya. "Mas, mandi dulu sana gih. Aku gak mau tidur sama Mas kalau Mas nya belom mandi" ancam Via. Via memang sangat menolak tidur dengan Max jika Max belum mandi. Dan itu terjadi sejak kehamilannya. Karena sebelum sebelumnya Via tidak masalah dengan itu.


"Nanti aja ya sayang, mas capek mau istirahat dulu" Max semakin membuat nyaman dirinya di atas kasur. Akhirnya Via melemparnya dengan sebuah bantal sofa. "Cepat mandi sana kalau enggak malam ini aku tidur di sofa" ucap Via kemudian melanjutkan membersihkan riasan di wajahnya. Max yang mendengar ancaman Via langsung menegakkan tubuhnya dan melihat ke arah Via. "Jangan dong, masa kamu mau tidur di sofa. Mending tidur di ketiak suamimu ini" Via memutar bola matanya dengan kesal. Karena tidak direspon oleh Via akhirnya Max mengambil handuk dan pergi ke kamar mandi juga. "Mas mandi dulu, tolong siapin pakaian mas seperti biasa ya" ucap Max.


"Iya iya bawel, sana mandi." Max masuk ke kamar mandi dan memulai aktivitas mandinya. Dia membersihkan seluruh tubuhnya dengan sabun agar Via betah tidur di pelukannya.


.


.


"Tapi suara Bibi bagus loh tadi, boleh dong kapan kapan kita duet. Via pengen nyanyi sama Bi Mina" Arini yang sedang menguping akhirnya ikut masuk ke dalam. "Arini juga dong bi, benar kata Via suara bibi tuh bagus." mendapat pujian dari para istri majikannya membuat Bi Mina tersipu malu. Sebelumnya belum pernah ada yang memujinya seperti ini. Kecuali si Tejo tukang kebun yang selama ini bekerja di rumah mereka. "Suara bibi biasa aja Non, malah banyak yang bilang kayak bebek mau bertelur" ucap Bi Mina dengan diakhiri kekehan di belakangnya.


"Yaudah Bibi mau lanjut masak dulu ya Non. Mendingan Non tunggu di meja makan saja. Biar bibi yang nyiapin semuanya. Ini bentar lagi udah selesai kok Non hanya tinggal memasukkan bumbunya saja" ucap Bi Mina. "Aku mau bantuin Bi Mina aja deh, Rin lo kembali gih."


"Yaudah gue keluar ya takutnya nanti Mas Arsen marah lagi" ucap Arini. Arsen memang sangat melarang keras Arini untuk pergi ke dapur. Dia tidak mau Arini kenapa napa. Sangat posesif sekali tapi itulah Arsen. Dia tidak akan berubah. Termasuk dunia gelapnya, perlahan lahan Arsen mulai terbiasa dengan hidupnya saat inu. Tidak ada lagi kegelapan yang menghiasi harinya. Karena hari harinya dipenuhi dengan canda tawa bersama keluarganya.