Hot Daddy

Hot Daddy
Hubungan baru



Setelah Arini pulang diantar oleh Doni, sekarang sudah saatnya dia untuk pulang. Arsen sudah mendapatkan bukti yang jelas tentang siapa orang yang menguntitnya kemarin. Jujur saja dia kaget dan sedikit tidak percaya tentang apa yang dilakukan orang itu terhadapnya. Selain itu Arsen juga sudah mempunyai rencana lain. Sebenarnya Bi Mina tidak menghilang, dia hanya menyuruhnya pulang duluan agar bi Mina bisa mempersiapkan semuanya. Sambil tersenyum Arsen mengambil kunci mobil dari dalam sakunya. Dia berharap rencana ini akan berhasil membuat istrinya bahagia.


.


.


Di sisi lain, Gabriel,Via dan Shila juga sedang dalam perjalanan menuju ke rumah Arini. Mereka mendapat pesan dari Arsen dan menyuruh mereka agar langsung kesana sekarang. "Kalian udah bawa hadiahnya kan?" tanya Via sambil fokus menyetir mobil. Hari ini mereka pergi kesana dengan menumpang di mobil Via. "Gue pasti udah lah, gak tahu kalau Shila. Lo udah nyiapin belum shil?" tanya Gabriel sambil menoleh ke arah Shila yang sibuk senyam senyum dengan ponselnya sendiri. "Shil, lo dengerin gue gak sih?" sewot Gabriel. Namun Shila masih saja asik dengan dunianya sendiri


Tanpa pikir panjang lagi Gabriel langsung merebut ponsel Shila dan melihat sendiri apa yang dilakukan Shila sampai dia berani mengabaikannya. "Astaga Shil, lo dari tadi ngacangin gue cuma karena lo chattingan sama cowok." Via langsung menolehkan kepalanya ke belakang. Dia terkejut saja ketika mengetahui Shila sudah mulai berinteraksi dengan cowok. "Dia siapa Shila?" tanya Via pada akhirnya. Shila akan merebut ponselnya kembali tapi sayangnya Gabriel dengan sigap menyembunyikannya hingga Shila tidak bisa menggapainya.


"Apa sih dia hanya teman baru gue kok. Gak ada hubungan apa apa juga" ucap Shila dengan sebal. Gabriel membaca salah satu chat nya Shila dengan sosok pria itu. "Benar tidak ada apa apa Shil? Lalu apa artinya kata sayang ini. Ayolah Shil jangan menyembunyikan apapun dari kita. Gue tahu lo pasti ada sesuatu dengan nih cowok. Bener kan gue?" Shila sedikit ragu ragu, sebenarnya dia ingin menyembunyikan hal ini sedikit lebih lama lagi, tapi ternyata mereka sudah tahu duluan. Dan Shila juga tidak mungkin untuk menyembunyikannya lagi. "Sebenarnya itu salah satu anak buah Om Arsen" jawab Shila dengan sedikit kikuk.


Ciiiiitttt, Via tiba tiba mengerem dengan mendadak hingga membuat ketiganya langsung terpental. Beruntung saja mereka memakai sabuk pengaman. "Pelan pelan dong Vi nyetirnya, gue masih belum mau mati muda ya" Protes Shila sambil memegang dadanya yang sedikit kaget tadi. "Sorry, lagian lo ngagetin aja sih. Kenapa lo bisa sampai kenal akrab dengan anak buah om Arsen? Kan aneh banget lo Shil" Via kembali menjalankan mobilnya, kali ini dia menyetir dengan hati hati agar kejadian seperti tadi tidak terulang lagi.


"Sebenarnya kita udah jadian sih" Shila menutupi wajahnya dengan ranbutnya, jelas sekali kalau dia sangat malu sekarang. Apalagi dulu Shila pernah bilang kalau dia tidak akan bermain hubungan secepat mungkin. namun sekarang sepertinya perkataan Shila salah. malah dia yang lebih gercep dari pada Gabriel yang masih betah di status jomblo.


"Yah terus kenapa lo nyembunyiin hubungan lo sama kita?" tanya Via. Gabriel juga ikut mengangguk. "Apa lo gak percaya lagi sama kita Shil?"  Shila langsung menggelengkan kepalanya. "Gue cuma malu aja, karena dulu gue paling anti banget sama cowok dan sekarang gue malah pacaran"


Mendengar hal itu Gabriel dan Via seketika langsung tertawa terbahak bahak, bahkan mereka juga sambil memegang perutnya. "Ih kok ketawa sih, gue tuh beneran tahu. Sumpah deh" Shila menunjukkan ekspresi menggemaskan.


"Shila ku sayang, sahabatku yang paling lemot. Ngapain lo malu cuma gara gara lo pacaran sama cowok? Harusnya lo tuh malu kalo lo berpacaran sesama cewek. lo itu masih normal jadi apa yang harus dimaluin lagi. Liat noh si Gabriel aja sampe sekarang masih ngejomblo. Lo tuh harus nya bersyukur. Bener gak Gab?"


"Sialan lo, gue tuh bukan jomblo. Tapi single aja" jawab Gabriel.


"Sama aja pea" jawab Via lagi. Kemudian mereka bertiga melanjutkan kembali perjalanan ke rumah Arini.