Hot Daddy

Hot Daddy
Stempel



Arsen pergi setelah dia bertemu anak anaknya terlebih dahulu. Dia juga sudah menyiapkan keamanan yang ketat di sekitar rumahnya. Banyak pria kekar yang berjaga jaga di sekitar rumah Arsen. Itu adalah sebagian anak buah Arsen dari wilayah lainnya. Dan mereka juga bagian dari dunia hitam Arsen juga. Arsen memerintahkan mereka untuk menjaga keamanan di sekitar rumahnya. Terlebih lagi Arini dan Si kembar. Dia tidak mau ada musuh masuk sementara dia keluar untuk membasminya. Arsen pergi ke luar dengan tidak menyiapkan rencana apapun. Arsen memakai topengnya seperti biasa. Kemudian dia masuk ke dalam mobilnya. Sebelum masuk dia sempat ngobrol sesuatu dengan pemimpin anak buahnya itu. "Jaga rumah dan jangan sampai kebobolan" ucap Arsen pada Pria kekar yang berambut botak itu. "Baik tuan" ucap Pria botak itu pada Arsen.


Arsen menghidupkan mobilnya kemudian gerbang dibukakan oleh security nya. Arsen mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang. Dia harus melihat lihat jalan di sekitar rumahnya. Arsen khawatir ada seseorang yang mengintai keluarganya. Apalagi ini ada hubungannya dengan kedua orang tua kandung Arini. Arsen yakin mereka akan melakukan apapun untuk mendapatkan keinginannya. Terutama Stempel milik Arsen. Arsen memiliki Stempel yang bahkan Mafia lain pun tidak punya. Dan Stempel itu juga lah yang diinginkan oleh Mario dan Cinta itu. Stempel itu menunjukkan kekuasaan yang paling besar, siapa yang mempunyai Stempel itu berarti dia yang memiliki kekuasaan atas hutan yang sekarang ditinggali oleh Mario dan Cinta. Mario dan Cinta memang bisa tinggal disana tapi tidak bisa berbuat sesuka hati. Karena hutan itu sudah distempeli menjadi milik Arsen.


"Dia sudah pergi" ucap seseorang pada seseorang yang lainnya. "Tunggu apa lagi, ayo kita menyelinap masuk. Dan jangan sampai kita ketahuan" jawab orang itu lagi. Pria yang satunya mengangguk kemudian mereka melakukan penyamaran mereka dengan menjadi seorang wanita. "Ayo" ucapnya pada temannya.


.


.


.


.


Max kembali mengembalikan si kembar pada Arini. Dia juga sudah mengatakan kepada Arini kalau Arsen sedang pergi ke luar kota. Awalnya Arini tidak percaya tapi setelah Max memberinya bukti palsu baru Arini percaya. Bukti itu adalah foto ketika Max dan Arsen melakukan perjalanan ke luar kota dulu. Dan untung saja disitu hanya ada foto Arsen sendiri.  "Jadi Mas Arsen beneran ke luar kota?" tanya Arini sambil mendongakkan kepalanya menghadap Max. "Bukannya foto itu sudah jelas" jawab Max. Arini melihat foto itu sekali lagi tapi perasaannya bilang bahwa itu bukanlah foto Arsen yang sekarang. "Ya sudah aku mau kembali ke kamar dulu. Si kembar sudah pada tidur kan di Box bayi nya. Jadi Kamu kalau mau melakukan apa saja bebas" ucap Max kemudian keluar dari kamar Arini dan menutup pintunya kembali.


Arini turun dari kasur kemudian mengambil ponselnya. Dia berusaha menghubungi Arsen tetapi panggilannya tidak terjawab. Jika Arsen memang pergi ke luar kota dia harusnya menjawab panggilannya. Arini yakin Arsen menyembunyikan sesuatu darinya. Dan sekarang dia pergi tanpa harus berpamitan padanya.